Kamis, 08 November 2018

Lavita Dolce Novis dan Postulan SJMJ No. 138 edisi Agustus-Oktober 2018




No. 138 Edisi Agustus-Oktober 2018


LAVITA DOLCE

 



                                                                                      










* Pekan Psiko-seksual
   * Seorang Religius yang berintelektual                               
  * Menata pola pikir                                                               
  * Pribadi yang Sehat dan Dewasa                                         
  * Tercipta sebagai seorang perempuan                                 
  * Sadar bahwa saya adalah seorang suster                                         

  * Membangun relasi dalam hidup selibat                            
  * Afeksi yang matang                                                           
  * Relasi seorang religius yang sehat                                   
* Refleksi Kemerdekaan RI














  * Hari Kemerdekaan RI yang ke 73
  * Kamulah sahabatku                                                                                             
  * Tuhan memanggil saya untuk  dijadikan sesuatu yang indah      
  * A Brighter Tomorrow                                                                                                 
  * My Jesus                                                                                                             
  * Are you have time to be happy??
  * Jesus is coming
  * Kronik                                                                                                          
  * Happy Birthday
  * Program Pembinaan

SAPAAN REDAKSI

Para pembaca yang terkasih salam jumpa di edisi Lavita Dolce ketiga di tahun ini. Lavita Dolce bulan ini berisi tentang refleksi hari Kemerdekaan, refleksi Pekan Psiko-seksual Novis II, refleksi tentang hari kemerdekaan RI yang ke 73, dan refleksi-refleksi pribadi, dan refleksi yang diterjemahkan dalam bahasa inggris. Seiring berjalannya waktu, semua peristiwa hidup semakin bermakna, dan semua itu karena kesadaran akan kasih setia Tuhan yang selalu menyertai kita semua.

Seorang Religius yang berintelektual
Sr. Meylani Wondal

Syukur atas kasih Allah yang senantiasa saya terima di dalam hidup saya. Ada begitu banyak hal yang telah saya terima yang berasal dari kemurahan hati Allah lewat Kongregasi dan suster pembimbing. Kurang lebih 5 hari, saya diberikan kesempatan untuk mengikuti pekan Psiko-Seksual bersama Pst. Mourice Loru, MSC, yang merupakan tantangan tersendiri bagi saya karena beliau adalah seorang Imam. Saya bersyukur karena dari situ saya mampu menguji kedewasaan afeksi serta kemampuan berpikir saya dalam hal seksualitas. Melalui pekan ini saya menyadari dan mensyukuri hidup saya karena diciptakan sebagai perempuan yang berharga, bernilai dan bermakna. Terlahir sebagai manusia yang sempurna dan utuh yang tidak akan pernah terpisah dari kehidupan seksualitas. Ketika mendengar kata seksualitas bagi saya secara pribadi merasa tertantang! Namun, dibalik itu ada 4 pilar penyangga yang harus saya tanamkan didalam diri sebagai pegangan/bekal rohani sebagai seorang religius yang berintelektual, memiliki jiwa pastoral, spititual dan manusiawi, karena saya memiliki tubuh yang indah dan sebagai manusia biasa yang memiliki t seksual dalam diri. Hidup itu saya ibaratkan seperti akrobat yang harus memiliki keseimbangan untuk mencapai kesempurnaan. Begitupun hidup saya harus memiliki keseimbangan dari berbagai aspek, dan dituntut untuk matang secara seksual. Kematangan dari segala aspek ini menjadi modal bagi saya untuk siap diutus, siap untuk menjadi pembawa sukacita dan melayani sesama, karena dari hari ke hari saya mengalami bahwa saya menjadi manusia baru dan memaknai setiap peristiwa pengalaman hidup. Materi terakhir dalam pekan, saya dihantar untuk belajar dari Paulus yang menjadi pelayan dan hamba Tuhan oleh karena kehendak Tuhan sendiri. Saya pun sadar bahwa saya terpanggil untuk Tuhan dan sesama. Untuk itu saya harus mempersembahkan diri saya seutuhnya kepada Tuhan dengan tetap setia.


Menyadari Diri dan Relasi dalam Hidup Membiara
Sr. Agatha Jessica
Kaum Religius dan biarawan-biarawati yang hidup tidak menikah, hidup berkaul keperawanan adalah manusia biasa. Karena seksualitas adalah bagian dari hidup saya sebagai manusia. Seksualitas manusia, bagaimana saya membutuhkan orang lain. Karena itu saya pasti punya keinginan untuk membangun relasi dengan orang lain dan Tuhan sendiri. Relasi itu yang perlu saya kembangkan karena saya mau menjadi seorang biarawati. Seksualitas manusia tidak hanya dimemgerti dalam masalah biologis, tetapi didalamnya termasuk pesan bagi manusia. Dalam persoalan seksualitas, saya harus terbuka satu dengan yang lain atau teman yang saya percayai. Tubuh saya mengalir seks, karena saya adalah manusia normal. Namun bagaimana saya mampu untuk mengendalikan dan menyadarinya. Seksualitas tidak mengenal umur.
Walaupun sudah dianggap tua, namun rasa seksualitas masih ada, dan merupakan perjuangan seumur hidup. Maka saya sebagai seorang religius harus peka dan harus menjaga hidup panggilan suci ini. Saya menyadari bahwa dalam diri saya muncul dorongan seksualitas baik pada saat sebelum menstruasi maupun saat-saat subur. Semuanya tergantung dari pribadi saya, bagaimana saya menyadarinya, dan tahu menempatkan diri dan bersyukur bahwa saya manusia normal.
Saya harus sadar bahwa saya memilih panggilan untuk menjadi seorang biarawati dengan resiko tidak kawin demi Kerajaan Allah. Semoga lewat pekan seksualitas ini, saya semakin sadar akan tantangan hidup membiara saat ini, yang semakin besar. Semoga saya semakin terbuka dan tahu menempatkan diri serta tahu menjaga diri, karena saya mau setia kepada Tuhan dengan menjadi seorang biarawati dalam Kongregasi Suster-suster JMJ.


Menata pola Pikir
Sr. Agatha Ilu

Syukur pada Allah atas kasih dan cinta-Nya yang selalu saya rasakan selama sepekan mengikuti pekan Psiko-seksualitas. Selama sepekan mengikuti pekan Psiko-seksualitas, banyak hal yang saya dapat dan semakin membuka cakrawala berpikir saya.
Dalam kehidupan membiara, masih banyak biarawan dan biarawati atau religius yang sangat menutup diri dan menolak hal-hal yang berkaitan dengan seks. Secara keras mereka mengatakan tidak dan menjauh dari lawan jenis mereka. Mereka berpendapat bahwa hidup suci dapat diraih jika mereka mematikan rasa perasaan dan dorongan seksual mereka. Inilah yang disebut dengan aseksual. Adapula biarawan dan biarawati atau religius yang cukup berani untuk mengungkapkan seksualitasnya termasuk dalam pelampiasan dorongan seksual mereka. Mereka ini sering disebut Hyperseks. Jelas kedua tipe ini tidak baik.
Dari pekan Psiko-seksualitas, saya bersyukur karena saya diarahkan dan boleh menata kembali pola pikir saya mengenai seks dan seksualitas. Pada umumnya seks itu porno, tabu, tidak sopan dan bukan untuk kalangan anak-anak. Bagi golongan biarawan dan biarawati atau religius, seks itu pasti berawal dari pengalaman cinta, sehingga sering kali cinta itu di sangkal. Tapi saya belajar untuk mampu menyadari dan menerima perasaan tersebut. Bagi saya, cinta bukanlah suatu hal yang salah yang muncul tiba-tiba didalam hati. dari itu semua, saya menyadari bahwa saya adalah manusia yang normal dan semua bagian dari tubuh saya memiliki kaitan dengan seksualitas.
Seksualitas adalah anugerah dari Allah sendiri. Allah pun adalah sosok pencinta yang universal. Saya belajar untuk mampu mencintai semua orang dengan cinta Altruis. Harus mampu untuk mempersembahkan kembali diri saya secara utuh kepada Alla, melalui pengabdian yang tulus pada sesama.


PRIBADI YANG SEHAT DAN DEWASA
Sr. Maria Sondakh

Selama kurang lebih lima hari saya mengikuti pekan Psiko-seksual, saya sungguh sangat bersyukur, karena melalui pekan ini saya diingatkan terus bahwa betapa indahnya tubuh saya ini. “Saya diciptakan karena cinta, dan karena cinta saya diciptakan”. Saya diciptakan karena adanya hubungan seks antara papa dan mama saya, dan karena itu pun dalam diri saya terdapat seks yang harus disadari secara sehat dan dewasa.
Sebagai seorang wanita yang terus bertumbuh secara dewasa, tentu saya mempunyai dorongan seksual. Namun, itu semua perlu dan harus saya sadari dengan baik, agar ketika ada dorongan/keinginan yang muncul, saya mampu mengolahnya dengan baik, sebagai seorang religius.
Dalam menjadi seorang biarawati yang berkaul, saya secara pribadi mempelajari kaul kemurnian dimana saya mempersembahkan seluruh tubuh, hati dan pikiran saya hanya kepada Tuhan dan membiarkan Tuhan terus bekerja dalam diri saya. Karena kaul kemurnian adalah kunci dari seluruh panggilan hidup saya saat ini. Karena itu jika keinginan kedagingan saya muncul, saya perlu harus menyadarinya, dan mensyukurinya agar dapat mengolahnya dengan baik.

Tercipta sebagai seorang perempuan
Sr. Petra Gareso


Hmm… Melalui pekan Psikoseksual ini, saya dapat menyadari betapa saya berharga, bernilai dan bermakna. Saya terlahir oleh karena cinta dan saya terpanggil untuk membagikan cinta yang tulus kepada sesama. Berbicara tentang seksualitas, kini bukanlah menjadi suatu hal yang tabuh bagi saya, tetapi semakin menghantar saya pada titik penerimaan diri sebagaimana adanya saya diciptakan sebagai seorang perempuan.
Membangun relasi yang mendalam dengan Sang Pencipta akan membantu saya untuk berani berelasi dengan siapa saja sebagai makhluk sosial, namun saya harus tahu menempatkan dan membawa diri saya sebagai seorang religius dan dapat menahan diri ketika dorongan seksual itu muncul, melalui berbagai cara yang positif sehingga tidak terjadi penyimpangan seksual dan trouble maker dalam komunitas.
Berusaha dan berjuang untuk menyeimbangkan kepribadian, baik dari aspek biologis, psikologis, sosial dan spiritualitas agar saya bisa matang secara seksualitas. Kematangan seksualitas dapat tercapai, jika saya matang secara afeksi.
Fighting Petra… Jangan pernah takut dan cemas, tapi harus semakin bijaksana.




Sadar bahwa saya adalah seorang suster
Sr. Elisabeth


Saya bersyukur dan berterimakasih kepada Tuhan melaui Kongregasi dan suster pembimbing yang memberikan saya kesempatan untuk mengikuti pekan Psiko-seksual, bersama Pastor Mourice Loru, MSC. Melalui pekan, saya banyak berefleksi bahwa saya seorang manausia sekaligus wanita yang memiliki seksualitas dalam diri. Seksualitas berarti menyangkut keseluruhan tubuh, itu artinya bahwa saya mengikuti panggilan Allah, maka saya harus mempersembahkan diri, hati dan pikiran saya seutuhnya kepada Allah.
Jujur sebelum mengikuti pekan Psiko-seksual, saya merasa takut untuk berelasi kedepannya apalagi dari pengalaman-pengalaman yang di sharingkan oleh suster pembimbing dan juga oleh pastor. Awal mengikuti pekan ini saya deg-degkan, gugup, malu, takut. Namun setelah mendapatkan materi, arahan dan tuntunan pertama-tama dari suster kemudian pastor, membantu saya membuka cakrawala berpikir saya, bahwa hidup selibat dan berelasi itu indah. Yang penting saya tahu mengontrol diri saya, sadar bahwa saya adalah seorang suster, terlebih khusus harus membangun relasi yang erat dengan Allah dalam doa, karena ketika fondasi doa saya kuat maka, saya tidak mudah jatuh, rubuh dalam kesenangan sesaat atau kenikamatan sesaat.
Seperti yang dikatakan Yohanes Paulus ke II “kita tidak menggunakan tubuh kita untuk kesenangan diri, tapi untuk mencintai Allah melalui sesama. manusia diantar oleh Allah, maka saya sebagi makhluk ciptaan-Nya yang dicintai oleh-Nya harus menjalai hidup panggilan-Nya dengan baik.
Dan saya menyadari bahwa saya mempunyai kemampuan mengetahui dan mencintai apa saja yang ada disekitar saya dan saya menyadaari bahwa saya memiliki relasi yang eksklusif dengan Allah. Dan sayapun memiliki kebesaan memilih (Freedom of Choice) dan menentukan diri saya (Self Determination) mau mengikuti keinginan daging saya saja, atau berani untuk melawan keinginan daging dan terbuka terhadap bimbingan Roh Kudus, melalui orang-orang pilihan Allah untuk membimbing saya.
Saya pun belajar dari Santo Paulus yang bertobat dari segala kesalahannya dan akhirnya menjadi perpanjangan tangan Kasih Allah. Dan saya menyadari bahwa saya pun seperti Paulus dengan masa lalu yang pahit Allah memanggil saya untuk menjadi perpanjangan tangan kasih-Nya. Saya belajar dari Paulus dalam mengikuti panggilan Allah. Paulus banyak mendapat cobaan, tak diperhatikan, diabaikan, ditolak, merasa marah kecawa, namun dibalik itu semua ia memiliki relasi yang intim dengan Allah sehingga ia mampu lulus dalam cobaan itu. Dia tidak mempunyai dua tangan lagi dan kini dia memiliki aku menggantikan dua tangan-Nya untuk melanjutkan karya kasih-Nya bagi sesama dan alam ciptaan-Nya.


Membangun Relasi dalam hidup Selibat
Sr. Klarisa Ronga

Allah menciptakan kita sebagai manusia, laki-laki dan perempuan menurut gambar dan rupa Allah sendiri. Sebagai manusia ciptaan Tuhan, saya secara pribadi memiliki seksualitas yang normal dimana itu semua tak pernah lepas dari kehidupan manusiawi dengan arti lain seksualitas berkaitan dengan keberadaan diri manusia, sebagai pribadi yang diciptakan Tuhan.
Saya menyadari bahwa saya memilki kemampuan untuk mengetahui dan mencintai yang lain dan yang lain, dengan kesadaran dan keberadaan diri. Dalam hidup selibat bakti mengatakan kepada dunia bahwa manusia diciptakan untuk saling mencintai satu sama lain secara tulus dan tidak mengasingkan seseorang dari sesama manusia karena selalu meneladani Kristus.
Melalui pekan Psiko-seksual ini saya menyadari dan bersyukur karena saya diciptakan sebagai perempuan yang berharga. Saya terlahir sebagai manusia yang tidak sempurna tapi saya mempunyai organ yang utuh yang tidak pernah terpisahkan dari kehidupan seksualitas. Selama pekan ini ada 4 pilar yang menjadi pegangan bagi saya sebagai seorang religius yang berintelektual, jiwa pastoral, spiritual dan manusiawi.





Ciptaan Tuhan yang Istimewa
            Sr. Paulina

Saya bersyukur dan berterimakasih atas berkat dan rahmat Tuhan, karena saya boleh mengalami dan merasakan betapa cinta dan anugerah Tuhan itu nyata di dalam kehidupan saya. Melalui cinta dan anugerah-Nyalah, pekan Psiko-seksualitas ini kembali disadarkan, diingatkan dan melihat bagaimana pertumbuhan dan perkembangan Psiko-seksualitas saya yang selalu bertumbh dan berkembang menjadi seorang wanita yang dewasa.
Awalnya pekan seksualitas ini membuat saya takut dan gugup. Namun, setelah diikuti saya mendengar dan memahami hingga berakhirnya pekan ini yang berjalan dengan baik sehingga sedikit demi sedikit saya mulai mengagumi dan berefleksi bahwa “Allah itu sangat luar biasa bisa menciptakan tubuh saya dengan begitu indah, unik dan istimewa dan memiliki fungsinya masing-masing". Semuanya bertumbuh dan berkembang secara alami dan natural, tanpa saya sadari dari sikap saya ini perlahan-lahan. Ada banyak hal yang saya pelajari dan menambah ilmu pengetahuan saya, termasuk bahwa seks itu indah, seks itu anugerah dan seks itu tidak salah. Saya sempat bertanya didalam hati saya, ”berarti kita boleh melakukan seks secara bebas kapan, dan dimanapun tanpa ada yang melarang." Ternyata itu semua salah, itu semua tergantung dari dalam diri saya sendiri, pengalaman masa lalu, hormon dan lingkungan, serta gaya hidup yang semakin lepas bebas. Semuanya baik adanya jika saya mampu mengolah dan mengendalikan diri saya sendiri dan menyadari bahwa saya hidup sebagai kaum religius yang menghayati kaul kemurnian.
Dan saya juga harus mampu menjaga relasi antar teman sekomunitas di dalam hidup bersama, agar tidak timbul hal-hal di luar jangkauan dalam pemikiran saya seperti melakukan hubungan lesbian antara teman sekomunitas. Dan saya harus berusaha mengerti keadaan dan suasana komunitas, bukan komunitas yang mengerti saya, agar tercipta komunitas yang rukun, aman, damai dan saling mengasihi dan melengkapi satu sama lain dalam komunitas.
Hidup doa adalah dasar dan fondasi menjadi arah saya menuju hidup yang penuh syukur dan refleksi, serta adanya perjuangan dan usaha agar saya mampu hidup berkomunitas yang sehat dan bermutu.


Penyerahan Diri Secara Utuh
Sr. Manuela

Dalam peka seksualitas mendorong saya untuk dapat mencintai dan membangun diri saya secara utuh, bagaimana saya berpikir tentang seorang religius yang tidak mengalami seksualitas. Namun dengan pekan seksualitas, saya membangun relasi lebih mendalam dengan diri saya sendiri, dengan Tuhan dan sesama. Seksualitas menyangkut seluruh keberadaan diri saya sebagai manusia yang diciptakan oleh Tuhan. Maka menyangkut penampilan tubuh saya, bagaimana saya merasa aman dan bangga terhadap diri saya sendiri melalui seksualitas membuat saya menjadi manusia secara utuh. Termasuk didalamnya, tentu tubuh saya, pengertian dan penerimaan diri saya dan mengembangkan perasaan saya bagaimana saya hidup bersama orang lain, bagaimana saya bertindak dan menilai sesuatu dan bagaimana saya bersikap dan membangun relasi dengan orang lain, terlebih khusus membangun relasi dengan Tuhan sendiri.
Melalui pekan seksualitas ini menyadarkan saya bahwa saya manusia biasa yang bisa merasakan seks kapan saja saya mempunyai kesempatan, tapi sekarang saya sadar bahwa saya adalah seorang religius yang menyerahkan diri seutuhnya untuk Tuhan termasuk tubuhku, kermurnian hidupku harus kupersembahkan kepada Tuhan.
Dan dengan pekan Psikoseksulitas ini semakin membuat saya semakin mencintai Tuhan. Dimana ada religius disitu ada sukacita. Dimana ada sukacita disitu ada kegembiraan. Itu berarti saya harus membangun relasi yang baik dengan Tuhan dan orang lain agar tercipta suasana komunitas yang aman dan nyaman.


Afeksi yang matang
Sr. Rosaliani Tovan Waja

Awalnya saya berpikir, bahwa sebagai seorang religius saya harus menjauhkan diri dari yang namanya seksualitas ataupun seks. Saya tidak boleh berbicara mengenai hal itu pokoknya tabu bagi saya.
Tetapi, Suster mengatakan bahwa kita sebagai manusia yang bersumber dari cinta dan tidak akan terlepas dengan yang namanya mencintai dan dicintai. Sebagai manusia yang normal kita tentunya pasti akan mengalami yang namanya jatuh cinta.
Hal ini merubah cara pandang saya, sehingga saya disadarkan dan diarahkan bahwa seluruh badan saya adalah bagian dari seksualitas dan saya tidak akan terlepas atau terhindar dari hal itu. Ketika mengikuti pekan seksualitas saya banyak mempelajari dan mengolah afeksi saya sebagai seorang religius, saya harus tahu membawa diri dan tahu menjaga. Saya boleh jatuh cinta, tetapi saya tidak boleh terjatuh karena cinta.
Saya pun belajar mengenai penyakit-penyakit yang dialami oleh sebagian orang dalam kaitannya dengan seksualitas, misalnya: homo, lesbian, incest, gerotofilia, pedophilia, masturbasi dan lain-lain, sehingga membuat saya lebih berhati-hati dan mengolah diri dengan sungguh, sehingga mencapai kematangan afeksi.
Saya pun diarahkan bahwa ketika afaksi saya tidak matang, saya akan menjadi seorang religius yang problematik, maka saya harus terbuka dan jujur kepada seorang pembimbing agar diarahkan dan dituntun ke jalan yang benar.
Akhirnya saya bersyukur kepada Tuhan, bahwa saya diciptakan Tuhan sebagai makhluk seksual, maka sebagai seorang religius saya harus mengalami tingkat kesehatan spiritual dan seksual yang bisa berbuah dalam komitmen hidup selibat yang bersifat pemberian diri yang seutuhnya kepada Tuhan. “I’m alone but not Lonely”.


Aku Matang, Aku Siap
Sr. Clara Desy Advenia

“Matang” seperti halnya, buah sirsak yang ada di belakang kebun novisiat yang kelihatannya sudah agak sedikit “lembek jika diraba” pertanda bahwa musim panen sirsak akan tiba, dan petugas kebun (novis) siap memanennya, sedap rasanya jika menikmati buah hasil tanaman sendiri.
                      Cukup sampai disitu buah sirsaknya….. J

Sekarang kita kembali lagi berbicara ”matang”. Setelah beberapa hari dalam pekan Psiko-seksualitas, saya semakin mengenal keistimewaan menjadi seorang wanita, menghargai tubuh saya sebagai ciptaan Allah yang luhur. Didalam pekan ini, saya dituntut untuk menjadi wanita yang matang (dewasa). Dewasa berarti saya mampu menghargai tubuh saya, dewasa membawa diri, dan mau membagi bakat dan talenta yang Tuhan berikan kepada saya, lewat persembahan diri saya bagi sesama.
Matang berarti juga orang yang sadar akan panggilannya dan mengenal keadaan dirinya secara jujur. Suatu pertanyaan yang mengesankan: pernahkah anda jatuh cinta? “Ya”. Apa yang anda lakukan sebagai seorang selibater dewasa?
1. Jika anda merasakan hal seperti itu sadarilah.
2.bersyukur lewat doa, karena masih memiliki perasaan yang  
   normal.
3. Tetap konsisten dengan pilihan hidup.
4. berelasi secara sehat, sebagai seorang selibator ditengah umat.
Seorang teman berkata kepadaku “jatuh cinta wajar tapi jatuh cinta karena itu kurang ajar”. Nah.. orang yang tak mampu mencintai adalah orang yang belum dewasa, di dalam berelasi dengan sesama. menghargai orang lain sebagai tanda kehadiran Tuhan.
Sekarang di zaman now ini, jangan menjadi selibater yang tabu dengan “seksuaitas”. Karena di zaman moderen ini kita akan menghadapi tantangan-tantangan besar. Bagaimana sikap kita sebagai seorang selibater?



Relasi seorang religus yang sehat
Sr. Susana Sueng
Dalam pekan Psiko-seksual ini, saya bersyukur dan berterimakasih kepada kongregasi karena melalui pembimbing saya boleh mengikuti pekan Psiko-seksual yang diberikan oleh Pastor Mourice Loru, MSC. Saya secara pribadi setelah mengikuti pekan ini saya mendapat banyak hal yang perlu dan patut saya contohi untuk menjadi seorang relgius yang sehat. Sehat berpikir, sehat bertindak dan sehat berelasi dengan siapa saja dan menyadari keberadaan diri saya     sebagai wanita yang dewasa.
Saya sadar bahwa saya adalah manusia biasa yang mempunyai banyak keinginan duniawi termasuk dalam hal seksualitas. Awalnya saya berpikir bahwa saya harus berhati-hati untuk berelasi dengan yang namanya lawan jenis dan bahkan harus menjaga jarak dengan mereka. Tapi dalam pekan Psiko-seksualitas inilah saya semakin sadari bahwa seorang religius bisa berelasi dengan siapa saja dan menyadari keberadaan diri dan status diri saya yang adalah pengantin Kristus yang menyerahkan diri seutuhnya kepada Tuhan.
Dan melalui pekan ini pula saya menyadari bahwa saya sangat berharga, dan sangat bernilai dimata Tuhan, karena saya serupa dengan Tuhan yang bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Begitu pun halnya dalam seks bahwa tidak baik kalo saya seorang religius melakukan seks bebas, maka dari itu saya harus menyadari diri saya bahwa saya adalah seorang perempuan yang religius yang mampu menjaga kemurnian diri saya, agar apa yang menjadi tujuan hidup saya dalam panggilan suci ini mampu membawa saya kepada relasi yang sehat dan bermutu.
Allah mencintai saya dan saya pun mencintai Allah. Dengan begitu saya juga harus menebarkan cinta kepada semua orang yang saya jumpai (bukan cinta dalam seks), tapi mencintai dengan Spirit (Roh Kudus). Mencintai apa yang ada disekitar saya, lingkungan saya dan orang-orang yang ada disekitar saya, karena dalam diri mereka Tuhan juga hadir disana. Sebagai perempuan yang religius, saya harus bisa mengotrol diri saya dan harus bertindak bijaksana terhadap panggilan hidup suci yang saya jalani saat ini.



               

 Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang 73 
Sr. Debora Jeisye

          Generasi Muda Kongregasi SJMJ tercinta ini akan seperti bunga yang bermekaran di setiap musim. Begitu juga dengan semangat menyambut kemerdekaan RI yang tak pernah dilupakan dan selalu dimeriahkan dengan berbagai lomba yang meriah dan sukacita yang besar. Banyak lomba yang kami adakan antara lain lomba makan kerupuk, lari kelereng, lari karung, tarik tambang,,, hehehe tarik mang,,, hati-hati kakak-kakak novis tahun kedua,, ade-ade novis tahun pertama gendut-gendut loh.. hehehe.. ada juga lomba voli antar unit dan antar angkatan. Tak lupa sebagai warga negara republik indonesia yang baik, wajib memperingati hari kemerdekaan Indonesia.  Kami sebagai generasi muda dalam Kongregasi juga ikut memeriahkan, dengan melaksanakan upacara dilapangan olahraga novisiat. Para novis dan para suster pembimbing tetap semangat walaupun terik matahari menyinari mereka untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur. Setelah upacara kami bersiap-siap untuk melanjutkan lomba, lomba dimulai dengan gerak jalan antar angkatan. Hahaha novis satu jalannya tidak lurus barisannya seperti ular tidak bisa lari lurus. Hehehe. Novis tahun kedua terlihat sangat semangat hati-hati kakinya salah angkat… hahaha. Setelah itu ada banyak lomba lagi ada lomba mazmur dan lomba perkelompok yang sudah ditentukan oleh panitia.
     Lomba kreatif para kelompok aneh-aneh gaya-gayanya,, tapi itu semua untuk memeriahkan hari kemerdekaan RI ini agar membawa sukacita bagi sesama, dan masih banyak lomba yang kami adakan. Dan akhirnya acara puncak pada malam hari dan menutup segala kegiatan pada malam itu ialah penampilan pentas seni budaya yang dipentaskan oleh masing-masing daerah. Ada Manado yang khasnya “Yayatu Santi” nintau depe arti apa.. mar ini tu depe nama tari Kabasaran.. hehehe.. ada juga tarian dari Flores, Sumbawa, Timor, dan Ambon. Hehehe begitu semangat para novis apalagi liat para pembawa acaranya  yang segar bugar dan besar-besar hahaha Sr. Debora Jeisye dan Sr. Agatha Jesica. Hehehe.. dan berakhir dengan pembagian hadiah untuk para suster yang ada di Novisiat ini.  Merdeka.. Merdeka.. Merdeka..
       Kegiatan hari itu membuatku berefleksi bahwa begitu besarnya kasih Tuhan sehingga kita boleh merasakan kemerdekaan itu hingga saat ini. Tetaplah berjaya indonesiaku. JJ MERDEKA,, MERDEKA,, MERDEKA…





Kamulah Sahabatku
Post. Susantiana Abuk

Kasih Tuhan yang Mahabesar
Bersinar didalam hidupku
Menyinari kegelapan dunia
Membawa fajar keselamatan bagiku
            Dan aku pun diangkat Yesus
            Dari lembah kekelaman
            Aku dipanggil, dikuduskan
            Menjadi sahabat Yesus
Aku patut bersukacita
Karena telah diselamatkan
Dipanggil dan diutus Yesus
Menjadi duta cinta kasih
Terang Kristus bercahaya
Menyinari kegelapan hidupku
Sehingga akupun layak menjadi sahabat Yesus.
            Kamulah Sahabatku…..
            Sapaan Yesus yang membuatku
Merasa lebih dekat dengan Yesus
Sapaan Yesus kepada orang-orang yang percaya
Untuk itulah Yesus mengundangku
Untuk hidup dalam kasih Bapa
Sehingga layak disapa,,,,
“Kamulah Sahabatku”…..



Tuhan memanggil saya untuk dijadikan sesuatu yang indah
Post. Christy Pajouw

Pada awal menjalani masa postulat, saya masih belum percaya kalau saya sudah berada di tempat pembinaan ini. Suasana yang berbeda, membuat saya awalnya merasa takut. Namun berjalannya waktu hingga tiba kami diterima menjadi anggota anggota postulan SJMJ pada tanggal 15 agustus 2018, suatu kebanggaan yang luar biasa bisa menggunakan baju putih panjang yang awalnya hanya bisa saya lihat dari suster-suster yang menggunakannya. Namun sekarang saya sudah menggunakannya meskipun awalnya agak ribet sih.. hehehe J
Masa postulat dimana kami akan dibina dan dilatih karena pasa masa ini merupakan masa persiapan bagi calon-calon biarawati. Ditempat inilah saya akan dibina dan dibentuk serta dilatih agar bisa mengerti dan tahu apa dan bagaimana cara hidup dari Kongregasi Suster-suster SJMJ yaitu hidup doa, bekerjasama dan berkomunitas yang baik.
Dengan cara hidup inilah saya digerakkan oleh Tuhan untuk menanggapi panggilan Tuhan. Saya harus menerima dan menjawab panggilan Tuhan dan memberikan segalanya yang ada dalam diri saya seluruhnya. Saya harus selalu dekat dengan Tuhan, selalu mendengarkan kehendakNya dan berusaha untuk tetap setia pada jalan panggilanNya, mencintaiNya dengan segenap jiwa dan raga saya. Terimakasih.


             A Brighter Tomorrow
                 By : Sr.Susana Sueng

Look for the rainbow
and cast away your sorrow
somewhere just over the horizon
you will find a brighter tomorrow
sometimes our joy is complete
when the sadness comes to our way

know with our savior at our side
we can have a happier day
we’ll always have tribulations
and many a cross we will bear

But, God will carry us through these time
Because He loves us and cares
Every battle that we have conquered 
Help us in life to succed
If we just look for the sunshine.
God will grant our every need.
                                                                           
                                                         
My Jesus  
By : Sr. Debora Jeisye Wagiu

No matter what the future holds
Or what tomorrow brings
 I know I’m safe within the arms
 Of Jesus Christ my King.

 Everyday upon this earth
 I fill His spitit move
 I know He lives within my heart
To comfort and to soothe
                               
 And when I stumble as I will
I’ll pick my self up high
In my weakness, He is strong
In darkness, He is Light
                                 
Gentle Jesus, hear me now
And dry these tears I weep
Take the burdens that I bear
And heal me as I sleep
And as the morning sun appears
I’ll give my thanks so true
Another day has come again 
 My Jesus I <3 U

Eksperience 
 Sr. Nathalia Muti

We must live through the weary winter
If we would value spring
And woods must be cold and silent
 Before the robins sing.

The flowers must be buried in darkness
Before they can bud and bloom
And the sweetest and warnest sunshine
Come after the storm and gloom
              
So the heart from the hardest tial
 Gains the purest joy of all
 And from the lips
that have tasted sadness
The sweetest song will fall
                              
For as peace came after suffering
And love is reward of pain
So after earth comes heaven
 And out of our loss the gain



Are You Have Time to be Happy?
Sr. Sofia Vivi

Yesterday, Tomorrow, Today,, Be Happier
Today is time to Happy..
Because no other day is given other than today for life
Cheer up and feel Satisfied
Yesterday was Passed
The days of  Tomorrow will coming
Today is the day you can Hold
Make today is the good day
Amazing right??
Amazing,, I falling love again in the anythings..!!



Jesus Christ Is Coming
Sr. Monika Saladat

 When the sun Shine
The sun is rays radiance
Give Light in the World
My Heart rejoice admire the beautys
                              
When the evening sun disappear
 Cause the bright brough in the dark night
Lowliness brings into the peaceful heart

When Jesus ome bring the bright and rejoice
When His increase Jesus Sent out Holy Spirit
Which always bring the bright, rejoice and life.




                                             

Agustus 2018

            Tanggal 11
Happy Birthday to you!!! Hari ini ada yang berulang tahun nih.. Sr. Susana Sueng merayakan hari ulang tahunnya yang ke-21. Wah, so dua satu kote ternyata. Panjang umur, sehat selalu. Tambah bercahaya yah mukanya karena sudah selesai retret agungnya..  Tetap semangat untuk terus dibina dan membina diri yah.

            Tanggal 15
Hari ini para novis mengadakan rapat terbuka antara novis tahun pertama dan novis tahun ke dua untuk membicarakan kegiatan apa saja yang akan dilakukan untuk meramaikan event tujuhbelasan…!!! “Memperingati Hari kemerdekaan Republik Indonesia”. Dan akhirnya para novis mulai meramaikan ruangan refter dan ruang tamu dengan pernak-pernik ala tujubelasan nih yang akan digunakan untuk acara puncak tangga 17 nanti.. Merdeka.. Merdeka.. Ehh… belum kote masih ada 2 hari lagi.. hehehe so talalu semangat 45 ini noh.. JJ

                        Tanggal 16
Hari ini para novis terlihat sangat elegan dengan dandanan ala tujubelasan mereka masing-masing.. ada yang mengikat rambutnya ala ekor kuda,, ada juga ala tanduk kerbau,, kincir angin dan lain-lain sesuai gaya masing-masing.. hehehehe lucu juga yah liatnya.. tapi jangan perhatikan rambutnya aja,, perhatikan juga semangatnya.. semangat para generasi muda. Dan ada banyak lomba yang lain diadakan besok hari… semangat… JJJ


                        Tanggal 17
Merdeka…!!! Merdeka…!!! Merdeka…!!! Hari ini para novis terlihat sangat ceria dan semangat sekali nih.. karena hari ini adalah hari kemerdekaan RI yang ke 73. “DIRGAHAYU NEGERIKU REPUBLIK INDONESIA YANG KE 73”. Kibarkan terus panjimu. Pada Sang Merah Putih,,, hormat gerak..!!! hehehe,,,

                        Tanggal 22
Selamat Pesta Hidup Membiara untuk para suster yang merayakan 25 tahun, 40 tahun, dan 50 tahun. Semoga tetap setia dalam pelayanan dan karyanya. Dan semoga kami para tunas muda mampu mengemban teladan para suster dan para tunas muda juga bisa mencapai umur 80 tahun jika kuat… hehehe JJ



Tanggal 26
Hari ini ada yang berulang tahun loh.. Sr. Monica Saladat namanya.. Happy Birthday yah,, Panjang umur, sehat selalu tetap setia menjalani panggilan yah… J

                        Tanggal 27
Tuhan Yesus juga selalu mendahulukan segala sesuatu dengan berdoa. Begitupun Yesus untuk memilih murid-muridNya, selalui didahulukan dengan doa. Hari ini Novis tahun pertama memulai pekan doa yang diberikan oleh P. Mourice Loru, MSC. semoga lebih rajin berdoa yah kawan-kawan,, berdoa dulu sebelum melaksanakan segala aktifitas. Semoga lebih banyak arti doa yang didapatkan dan untuk kelangsungan hidup sebagai generasi muda Kongregasi. Semangat yah,,, sebab Doa mengubah segala sesuatu.

September 2018

                        Tanggal 03
Hari ini kakak-kakak novis tahun kedua memulai pekan Psiko-seksualitas yang diberikan oleh P. Mourice Loru, MSC. semakin banyak pengetahuan itu baik, agar kita bisa mengetahui mana yang baik dan yang buruk termasuk dalam berelasi. Selamat mengikuti pekan yah kakak-kakak.!! Semangot yoo!!  ^_^

Tanggal 05
Cie,,,cie,, ada yang Ulang Tahun hari ini,, Happy Birthday Sr. Rosaliani Tovan Waja Novis II. Sehat selalu yah kakak Novis II. Tetap semangat dan setia tak tergoyangkan,, hehehe. JJ Hip,,Hip,,Hura,,,

                        Tanggal 06
Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil. Rest in Peace Sr. Immacule Palit, SJMJ. Hari ini Kongregasi kehilangan satu suster pendoa. Semoga teladan pengabdian suster bisa di teladani oleh para generasi muda Kongregasi.

                        Tanggal 10
Teettttt,, suara klakson mobil muncul satu persatu.. semua novis berkumpul didepan ruang tamu ada apa yah..?? Oh ternyata hari ini kakak-kakak novis tahun kedua akan stage di komunita-komunitas.. bye-bye kakak-kakak. Semangat yah,, jangan merindukan kami disini yah,, nanti mau minta balik navis lagi.. hehhehe tetap cemangat kakak-kakak. Kami pasti akan merindukan kalian..!! T_T

Tanggal 14
Hari ini adalah perayaan puncak Yubileum 150 tahun gereja katolik masuk di keuskupan manado yang diadakan di Lotta. Walaupun Novis tahun pertama tidak ikut ambil bagian, tapi para novis juga tetap mendoakan untuk kelancaran perayaan puncak Yubileum 150 tahun gereja katolik masuk di keuskupan manado. Semoga iman katolik kita semakin bertumbuh dan berkembang di Keukupan Manado. Amin

                        Tanggal 24
Hip,,hip,,hura,,,, Happy B’day Sr. Kristiwati Ributu. Ulang tahun pertama di novisiat memang mendebarkan. Dan hari in juga kami bahagia karena suster pembimbing kami sudah kembali dari seminar di Denpasar. Welcome Back Sister… We miss You. JJ

                       

Tanggal 25
Gracias,,,, astaga sore-sore novisiat kedatangan 5 bule dari spanyol.. 4 bule berkulit putih dan satu bule berkulit hitam manis.. JJ nah bule yang berkulit hitam manis itu datangnya dari Timor,, bule berkulit hitam itu mengantar 4 bule dari spanyal.. hehehe,,, itulah dia Pater Abdul Zacharia yang ingin mengunjungi novisiat katanya bawa ole-ole untuk kakak-kakak novis tahun kedua.. yahh,, trus novis tahun pertama ole-olenya mana pater???? JJ Gracias Pater dan para bule sudah berkunjung ke Novisiat… JJ

Tanggal 28
Hari ini komunitas novisiat berduka dengan kepergian Mama dari Sr. Elisabet Moa, novis tahun kedua. Tuhan yang memberi Tuhan yang mengambil. Semoga keluarga yang ditinggalkan selalu diberi penghiburan oleh Tuhan. Yang sabar dan tetap setia yah Sr. Elis.. tetap semangat menjalani panggilan..

                        Oktober 2018
Tanggal 27
Hari ini adalah hari yang sangat membahagiakan dan bersejarah bagi Kongregasi SJMJ Provinsi Manado, dimana terpilihnya Provinsial Baru Kongregasi SJMJ provinsi manado Sr. Jusien Tiwow, SJMJ. Proviciat Sr. Justin Tiwow, SJMJ.


Tanggal 31
Selamat Pesta Pendiri,,,, untuk kita semua putri-putri sang srigala mengerkah Pater Mathias Wolff, SJ. Doakan kami tunas-tunas muda Kongregasi SJMJ. Pesta Kongregasi SJMJ provinsi manado kali ini di adakan di Biara Cantia Tompaso Baru. Wah jauh yah perjalannya,, tapi demi Kongregasi tercinta ini perjalanan sejauh apapun akan ku tempuh seperti kharisma dan spiritualitas Kongregasi SJMJ yang selalu siap sedia bagi jiwa-jiwa dan mau bekerja sebagai raksasa dan kesiapsiagaan apostolis yang selalu menyesuaikan diri tidak lebih dan tidak kurang dari itu.
By : Sr. Debora Jeisye
  Birthday
November 
1
4
Sr. Noberta Tangka
Sr. Carolina Yonna
5
Sr. Amabilis Mandalle
7
Sr. Hildegardis Mau
8
Sr. Ursulina Tandioga
10
Sr. Zita Sisilia Herni Hendrawati,
Sr. Mariani Sambine
12
Sr. Anastasia Ninda Mila, Sr. Adolfine Wewengkang
13
Sr. Yuliani Piay, Sr. Fidelia Umbas
15
Sr. Laurentia Mangampa (Sta. Monika Makassar)
Sr. Novike Sandra Sondakh
Sr. Sofia Vivi (Novis)
16
Sr. Ephipani Mandagi
17
18
22
24
25
27

Sr. Albertine Siampa Bongi
Sr. Angelino Poluan
Sr. Jeannete Sumelang, Sr. Secilia Marentek
Sr. Agnes Tolok
Sr. Emmanuella Limpulus, Sr. Stefani Rengkuan
Sr. Francisca Suliyani, Sr. Catharine Widyastuti
Sr. Dominika Injel Metkono



















                     



                                   
                               PROGRAM PEMBINAAN

Tanggal
Kegiatan
November 2018
Sbt. 10
Novis II kembali ke Novisiat
Sn-Mg. 12-18
Menulis, Menyusun, & mengetik laporan Stage (Novis II)
19-20
Sharing Pengalaman Iman selama masa stage di Komuntas Karya (Novis II)
Rb-Jm. 21-23
Lanjutkan Laporan Stage
Sn. 26
Kumpulan Laporan Stage
pSl-Km. 27-29
Persiapan POM


Desember 2018

3-7
UTS Novis I
1-14
Pelaksanaan POM Novis II

















4 komentar:

  1. Thank you Sisters...God bless

    BalasHapus
  2. Very good..
    Ini sangat membantu dan kita bisa lebih cepat membaca Lavita Dolce...God Bless Us...

    BalasHapus

LAVITA DOLCE EDISI 2021

  LAVITA DOLCE   JUNI 2021     https://noviciatesjmj.wordpress.com/ https://noviciatesjmj.wordpress.com ...