LAVITA DOLCE
Buletin Para Novis dan Postulan SJMJ
NO. 139 JANUARI-FEBRUARI 2019
Sapaan Redaksi
Hai.. hai…
Kita berjumpa lagi dalam Tahun yang baru ini.. Sebelumnya
kami sampaikan
“Happy New Year 2019”
Tahun ini akan sangat berarti bagi kami para Novis
terlebih khusus bagi Novis Tahun II yang dalam bulan-bulan terakhir ini akan
menjalani masa-masa pekan mereka untuk mempersiapkan diri mereka dalam
mengucapkan kaul pertama nantinya..
Kali ini Lavita Dolce No. 139 Edisi Januari-Februari
2019 berisi tentang puisi pengalaman hidup para Novis di dalam menyambut tahun yang
baru untuk meninggalkan masa yang lalu dan melangkah maju dalam memulai awal
yang baru serta refleksi pengalaman Natal dan tahun baru para Postulan.
Baiklah para pembaca,, selamat membaca
Salam kami para “Tim Redaksi”
Daftar Isi
* Refleksi Tentang Pengalaman Hidup Novis Tahun I
- JalanMu
- Tuhan Pemeliharaku
- Semua Karena Cinta
- Perjalanan Hidup
- Oh Tuhanku
- Aku
- Hidupku bagaikan roda
* Refleksi Natal dan Tahun Baru
- Suasana di Akhir Tahun 2018
- Panggilan Allah untuk menjadi Sahabat-Nya
- Tuhan Pemeliharaku
- Semua Karena Cinta
- Perjalanan Hidup
- Oh Tuhanku
- Aku
- Hidupku bagaikan roda
* Refleksi Natal dan Tahun Baru
- Suasana di Akhir Tahun 2018
- Panggilan Allah untuk menjadi Sahabat-Nya
- Memikul salib bersama Yesus
- Sukacita Natal
- Keheninganku
- Pertolongan Utama dan Terutama
- A Christmas Gift
- The Feast Of Mary The Mother Of God
- My Peaceful Heart
- Christmas Day 2018
- Prayer How To Be Myself
- Sukacita Natal
- Keheninganku
- Pertolongan Utama dan Terutama
- A Christmas Gift
- The Feast Of Mary The Mother Of God
- My Peaceful Heart
- Christmas Day 2018
- Prayer How To Be Myself
- He loves me more than I understand
* Happy Birthday
* Happy Birthday
* Refleksi Perjalanan Hidup Novis I
JALANMU
Sr. Monika Saladat
Nan jauh di sana
Ku di besarkan dalam kesederhanaan
Bersama mereka yang ku cintai
Dengan kasih dan cinta mereka
Masa SD telah ku lewati
Kini ku beranjak SMP
Meninggalkan rumah dan berasrama
Tinggal terpisah
Masuk asrama
Ku di terima oleh gadis kerudung putih
Lemah lembut
Senyum menawan dan mengikat
Yang membuatku nyaman
Kehidupan di asrama tak seperti yang ku bayangkan
Banyak hal yang ku terima di dalamnya
Cinta kasih
Doa bersama
Rekreasi bersama
Makan bersama
Semuanya di lakukan dalam kebersamaan
Tak terasa semuanyan berlalu dengan cepat
Masa SMP dan Asramaku telah usai
Sesuatu yang tak terduga
Namun aku harus menerimanya
Jauh dari keluarga Sudah biasa
Tinggalkan kampung Sudah biasa
Naik kapal Sudah biasa
Tapi untuk kali ini tak biasa
KM Sinabung membawa ku berlayar
1..2..3… pulau telah ku lewati
Ku sadari aku telah meninggalkan kampung halaman
Menuju tempat asing
Mobil silver melaju membawaku
Semakin melaju
Semakin jauh membawaku
Stop….
Berhenti di samping gedung dua tingkat
Yang menjadi rumah baruku
Tempat tinggalku
Pengalaman baruku
Tiga tahun berlalu SMK pun berlalu
Tumbuh menjadi wanita mandiri
Aku senang mendapat penghasilan sendiri
Menjadi pelayan toko
Itulah pekerjaanku
Di balik kesenangan itu
Ada sesuatu yang hilang
Kini muncul kembali
Sang kerudung putih, lemah lembut
Pemilik senyum manis
Hatiku berdebar
Aku merasa telah menemukan jalan yang sesugguhnya
Ku ungkapkan perasaanku itu
Kepada kerudung putih
Untuk mengikuti jalannya
Ingin menjadi sepertinya
Panggilan suci, Biarawati
Karena kasih dan penyertaan-Nya
Kini aku telah menjalani panggilan suci ini
Tuhan sertailah aku
Ku kan setia selalu
Pikiranku bukanlah pikiran-Mu
Jalanku bukanlah jalan-Mu
Jalan-Mu adalah jalanku…
TUHAN
PEMELIHARAKU
Sr.
Sofia Vivi
Tuhan Engkau telah menenun aku
begitu baik dalam kandungan ibuku, sampai tiba saatnya aku harus dilahirkan.
Kudengar cerita bahwa aku jatuh sakit
dan timbul koreng-koreng di seluruh tubuhku. Menurut ramalan tua-tua adat
aku harus diangkat oleh orang tua lain untuk menjadi orang tuaku.
Dari sejak itu aku tak tinggal
dan dibesarkan oleh orang tua kandungku melainkan dengan orang tua angkatku.
Akupun mengalami pertumbuhan dan perkembangan hidup bersama orang tua angkatku.
Terima kasih Tuhan untuk orang tua kandungku. Walaupun aku ditakdirkan tidak
tinggal dan hidup bersama mereka, namun mereka tetap orang tua kandungku, yang
begitu menyanyangi aku. Terimakasih Tuhan untuk orang tua angkat yang Kau anugerahkan
kepadaku yang begitu baik yang telah berjuang dan bekerja keras membesarkan aku
sehingga menjadi aku yang sekarang ini.
Terima kasih Tuhan untuk
pengalaman hidup yang begitu indah. Aku begitu menikmati alam ciptaan-Mu yang
begitu indah yaitu kampung halaman yang telah kudiami. Permainan-permainan yang
menarik yang selalu ku kenang. Banyak keluarga, kenalan, sahabat yang Kau
anugerahkan kepadaku.Tuhan aku menyadari Engkau
memelihara hidupku.
Terimakasih Tuhan Engkau
menjauhkan aku dari bencana alam,dari kecelakaan, kejahatan ,kekejaman,
Terutama Engkau tetap memelihara kemurnianku.
Akan tiba saatnya aku akan diuji
oleh-Mu. Mengalami tangis, kesedihan, kerja keras , perjuangan, tantangan dan
rintangan. Masa yang indah dibuahi dengan tetesan air mata dan jerih payah. Aku
merasa Yesus mempelaiku, Ia ada di hatiku. Setiap hari aku bergulat dengan-Nya.
Ia memberikan semangat dan kekuatan untuk melaksanakan ujian Allah.Walaupun aku
menikmati keperihan namun iman akan Kristus membuat aku mampu menelan rasa
pahit menjadi rasa yang manis.
Tiba masanya Sang Mempelaiku akan
menangkap aku untuk merasakan kehangatan pelukan-Nya, dengan dipanggil menjadi
seorang suster. Namun aku disuruh Mempelaiku ”Turunlah dari gunung Tabor ini.
Selama engkau di dunia ini, marilah bersama-sama dengan-Ku memikul salib dari
Yerusalem menuju ke Golgota. Kusadari dengan menjawab panggilan Tuhan, harus
melalui proses pembinaan. Masa Aspiran, Postulan, dimana aku mengalami
tantangan dan godaan yang hampir membuat aku putus asa namun aku bersyukur
Tuhan menguatkan panggilanku dan berkat ujian dan cobaan aku mempunyai
pengalaman yang menjadi kekuatan bagiku. Kini aku dalam proses pembinaan di
Novisiat yang tantangannya lebih berat dari Aspiran dan Postulan. Namun aku
kuat bila hidup doaku kuat.
Melalui doa aku mampu membaharui
diri dari hari-kehari. Berjuang dalam hidup berkomunitas, mampu mengampuni dan
memahami serta saling mencintai dan menghargai, hal ini yang membuat aku
semakin mengenal arti panggilan hidupku, membuat aku betah dan mampu bertahan.
Semua Karena Cinta
Sr. Maria Hoke
Tuhan telah membentuk aku dalam
rahim Ibuku…
Engkau menjaga dan melindungi aku…
Sampai aku bisa melihat indahnya
dunia ini…
Dengan sabar engkau mengajarkan aku
berjalan…
Aku yang tak bisa berjalan, sampai
aku lepas dari peganganmu dan
aku berjalan dengan usahaku
sendiri… Menyuapi aku…
Sampai aku tahu betapa susahnya mencari sesuap nasi…
Engkau menghapus air mataku disaat aku sedih…
Sekarang aku harus menghapus air
mataku sendiri…
Dulu engkau tahu aku bersedih dan Engkau menghiburku…
Sekarang aku harus menahan luka demi
menghibur orang lain…
Dahulu saat aku terluka engkau
mengobatiku…
Kini …
Aku harus berdiri diatas kakiku sendiri…
Langkah demi langkah harus kutempuh bersama Engkau…
Tak perlu mencari…
Percaya pada diri saya sendiri…
Karena apa yang menjadi keinginanku,
Tuhan pun mengetahuinya..
Perjalanan
Hidup.
Sr.
Bertha Onyaresepan
Ketika aku
keluar dari rahim ibu ku
Aku merasakan
ada yang berbeda
Ketenangan dan
kenyamanan membuat aku
Merasa tenang
dalam kandungan ibuku
Waktu dan hari
pun berganti
Bulan dan tahun
pun berubah
Umurku mulai
bertambah, yang dulunya
Aku terjatuh
selalu ada yang megangkat
Kini aku sendiri
yang harus berani mengangkat diriku
Yang lampau aku
di gendong saat jatuh
Kini aku belajar
untuk berani menginjak karang
Yang lampau aku
di belai saat menangis
Kini aku belajar
menjadi wanita yang mampu untuk menghapus air mataku sendiri.
Keras ataupun
tajam
Manis atau pun
pahit
Itulah
kehidupan, itulah dunia, itulah mereka
Yang terpenting
dan yang pasti
bahwa perjuangan
dan pengalaman itu indah
Yang kejam dan
yang lembut
Yang jelas bahwa
itulah
Proses
perjalanan hidup ku
Dan yang
terpenting dan terindah
bahwa Tuhan
tetap mencintai dan menerima ku sampai saat ini.
Oh Tuhanku
Sr. Natalia Muti
Sr. Natalia Muti
Aku
adalah ciptaan-Mu
Engkau
sangat mencintai aku melalui kedua orang tuaku.
Engkau
membentuk aku, menghiasi dan mendandani aku
semenjak
aku didalam kandungan ibuku, kini aku telah
dilahirkan
menjadi seorang wanita yang utuh.
Tuhan…….
Engkau
tahu segalanya didalam hidupku semenjak aku
didalam
kandungan ibu aku telah mengalami luka-luka
yang
ada didalam hatiku hingga saat ini.
Tetapi Tuhan
tak
seorangpun tahu dalam hidupku hanyalah Engkau yang
tahu. Kini Engkau telah memilih aku menjadi
pengikut-Mu
sehingga
Engkau menyembuhkan aku melalui bimbingan-Mu pada masa pembinaan ini.
Tuhan…….
aku
bersyukur ketika Engkau menyembuhkan aku.
Kini aku
merasa ringan bagaikan air yang tenang membawa
kesejukan
bagiku
Tuhan
didalam hidupku yang setiap hari aku jalani
bukan
saja permainan tetapi bagiku adalah perjuangan
untuk
bisa mencapai tujuan hidupku.
AKU
Sr. Clara Vebiola
Sembilan bulan aku berada di tempat yang hangat, dan
gelap yahh. itulah rahim mama. Aku hidup dengan satu saluran
pernafasan, dan satu denyutan jantung dengan Mama.
Aku menggerakan tubuhku sampai mama merasakannya kurasakan sentuhan hangat dan
bisikan-bisikan lembut terdengar di telingaku. Saat tiba waktunya, aku keluar dari tubuh mama…
Aku rasakam hembusan nafas kehidupan yang dulunya
kurasakan bersama mama, saat aku berada di rahimnya.
Pertanda bahwa aku memulai hidup baru.
Ku rasakan pelukan hangat dari kedua orangtuaku, aku
melihat cahaya yang begitu terang.
Hari demi hari, tahun demi demi tahun. Aku semakin
bertumbuh
Ku lewati masa-masa yang penuh dengan tawa dan air
mata
Kadang aku merasa tidak mampu, ketika aku kehilangan
harta yang paling berharga dalam hidupku,
Tetapi sang Penyelamat datang, Ia memberikan aku
orang-orang yang menemani dan merawatku.
Yah mereka Kakek dan Nenek, yang merawat, dan
memberikan cinta padaku. Aku menyadari banyak pengalaman pahit yang aku
rasakan, tapi pengalaman pahit itu membawa aku pada rasa
manis, ketika aku menyadari, bahwa Sang Penyelamat itu selalu datang ketika aku
merasakan pahit. Ia menjadi sapu tangan yang mengeringkan air mataku
ketika aku menangis.
Ia selalu mengulurkan tangan-Nya ketika aku jatuh
Ia selalu setia walau aku selalu berpaling... Dialah
Yesus.
Dan sekarang aku persembahkan hidupku kepada Sang Penyelamatku..
Sr.
Rosalina
Hidupku bagaikan roda yang berputar terkadang
saya berada di atas dan
kadang pula saya berada di bawah
Demikian
perjalanan hidupku hingga saat ini, dulu
saya
tidak pernah bermimpi untuk menjadi seorang suster
tetapiTuhan
punya rencana tersendiri dalam hidup saya
Dulu
saya sering menangis dan cepat
sekali merasa malu dan sedih kini saya mulai mengikis kesedihan
itu dan mengubahnya menjadi senjat yang
akan membuat saya semakin maju Saat ini saya
sudah memakai kerudung
dan berada dalam rumah
pembinaan untuk menjadi seorang suster. Hari
demi hari saya lalui bersama-sama dengan
teman –teman saya dari berbagai daerah
dan budaya yang berbeda- beda dan usiapun yang berbeda.
Perjumpaan dengan mereka tidak pernah
saya mimpikan dan bayangkan selama ini.
Tetapi Tuhan sungguh luar biasa karya-Nya dalam diri saya,
Ia membuat saya seperti awan yang menghiasi langit dengan pancaran
kasihnya, dan saya merasa berharga dimata Tuhan, Terima
Kasih Tuhan.
* REFLEKSI NATAL DAN TAHUN BARU 2019
SUASANA DI AKHIR TAHUN 2018
Oleh : Post Maria Priscila Bano
Tahun
yang penuh kenangan akan berakhir. Mengakhiri tahun 2018,
kami para postulan bersiap-siap untuk menyanyi pada malam perpisahan tahun di kapel Gunung Maria Tomohon pada pukul 19.00. Situasi dan suasana akhir tahun kali ini merupakan hal dan pengalaman baru
bagi saya dimana kami diberi banyak kesempatan untuk meluangkan waktu merenung dan mengenang kembali sertiap moment dalam kasih Tuhan yang dialami sepanjang
tahun yang akan berakhir ini.
Dalam mengenang pengalaman ini, saya juga
bersyukur dan senang karena merayakan tahun baru bersama teman–teman yang
dari berbagai daerah, juga suster pembimbing. Saya sungguh-sungguh merasakan
kasih Tuhan melalui mereka semua karena mereka adalah keluarga baru saya di
tempat yang baru pula. Begitu banyak canda tawa yang selalu kami rasakan
bersama.
Disamping itu, kami diberi kesempatan untuk merayakan tahun
baru bersama adik–adik yang berada di Panti sosial Tuna Grahita (SLB).
Suasana dan situasi yang menyenangkan ini membuat kami bersukacita dan
bergembira..
Detik–detik terakhir di tahun 2018, saya bersama para
suster dan adik–adik di SLB berhimpun bersama untuk berdoa; mensyukuri
pengalaman–pengalaman yang sudah kami alami, baik buruk, suka maupun duka,
untung–malang, keberhasilan dan kegagalan. Semua kami syukuri karena ini
adalah rencana dan anugerah Tuhan. Sementara dalam suasana hening, tenang dan
teduh terdengar suara petasan di udara yaitu bermacam-macam kembang api yang di susul oleh bunyi lonceng gereja
yang menandakan tahun 2018 berakhir. Sungguh suasana yang membawa suatu
kebahagiaan dalam mengawali tahun baru
yaitu tahun 2019.
Semoga di tahun baru ini, saya lebih setia dalam meniti
panggilan suci dan pengalaman–pengalaman yang buruk bisa saya tinggalkan sedangkan yang baik saya tingkatkan. Saya ingin selalu mendengar
sapaan Tuhan agar saya boleh menjadi pribadi yang terbuka dan dewasa dalam
iman.
PANGGILAN
ALLAH UNTUK MENJADI SAHABAT–NYA
Oleh
: Post Valentina Tungka
Yesus memanggil dua belas rasul untuk mendampingi-Nya.
Mereka dibina agar siap untuk diutus dan juga diberi kemampuan untuk mengusir
setan. Sebelum memilih kedua belas rasul Yesus terlebih dahulu berdoa kepada
BapaNya. Sama seperti para rasul saya juga di panggil secara khusus untuk hidup
bersama–sama dengan Tuhan untuk melanjutkan karya keselamatan-Nya. Oleh
karena itu saya tidak perlu takut dan cemas dengan kekurangan yang saya miliki
karena saya percaya Tuhan yang memanggil saya akan mengubah saya sesuai dengan
kehendak-Nya.
Kehendak Tuhan dapat dipahami atau dimengerti lewat setiap
peristiwa yang saya jumpai, khususnya dalam keheningan dan kesunyian. Di dalam
kesunyian, setiap orang mampu melihat wajah kehidupan, dan dalam keheningan,
kejernihan kita juga dimampukan untuk memandang wajah Allah.
Sebagai orang yang dicintai Allah, tidak ada alasan untuk
sedih apalagi menyesal dalam mengambil keputusan untuk menanggapi panggilan
Tuhan. Saya masih mampu tersenyum meskipun terkadang air mata tetap mengalir. Untuk
apa merasa susah? Tuhan Yesus sendiri telah lebih dahulu merasakan kepedihan,
kesedihan, ketakutan bahkan menderita dan mati di kayu salib. Disinilah
kekuatan saya untuk menyatukan hidup dengan penderitaan dalam salib Kristus.
Allah ingin agar setiap umat-Nya terlebih khusus umat
pilihan-Nya menjadi sahabat Allah yang setia pada panggilan dan pilihan hidup–Nya. Panggilan Allah merupakan anugerah dan misteri. Panggilan Allah tidak akan
pernah selesai sampai kita menghembuskan napas terakhir yakni kematian.
MEMIKUL
SALIB BERSAMA YESUS
Oleh:
Post Maria Kristiana Gisi
Tidaklah mudah menemukan dan mengalami bahkan merasakan
bahwa untuk mencari Tuhan itu gampang. Banyak yang harus dilalui. Jatuh bangun
yang saya rasakan selama berada di tempat pembinaan bukanlah sesuatu yang
mengenakkan atau sebagai halangan tetapi menjadi cambuk bagi saya untuk lebih
setia mengikuti Yesus dalam jalan salibNya. Terkadang perasaan ingin
meninggalkan panggilan juga ada, namun dengan kekuatan doa saya diteguhkan
kembali.
Kehidupan ini ibaratkan jalan yang berliku–liku, berbatu,
lurus atau bahkan berlubang. Sama halnya dengan kehidupan yang saya jalani
hingga saat ini, terkadang ada sedih, senang, susah, namun semuanya merupakan suatu
pembelajaran bahwa saya harus lebih bertanggung jawab pada panggilan. Maka dari
itu saya belajar untuk menjalani hidup ini dengan santai tetapi pasti.
Tantangan dan cobaan tetap ada tapi hal itu menjadi cambuk untuk berjalan bersama Yesus.
SUKA
CITA NATAL
Oleh
: Post Maria Reong
Suasana Natal di tahun 2018 sangat luar biasa bagi saya
karena saya mempunyai waktu yang penuh untuk Tuhan. Natal tahun ini merupakan
suasana yang lain dengan Natal sebelumnya, yaitu bahwa saya mengalami sukacita
Natal dengan menyambut kelahiran Sang Juruselamat yang telah datang ke dunia
dengan hati yang damai dan tenang.
Sukacita itu menjadi
suatu kebahagiaan yang saya bagikan bersama teman-teman teristimewa kepada
adik-adik di Panti Sosial Tuna Grahita Tomohon..
Saya sangat bahagia
bertemu dengan mereka, karena saya melihat begitu banyak sukacita yang mereka miliki
dibanding saya. Mengapa? Karena di dalam
diri mereka terpancar kasih dan kebaikan Tuhan. Meskipun mereka kurang sempurna
tetapi kehadiran mereka dapat memotivikasikan hidup panggilan saya. Tawa,
canda, kepolosan dan keterbukaan mereka membuat saya semakin mencintai
panggilan. Sesulit apapun rintangan yang ada pasti ada jalan keluar jika saya
dekat dengan Tuhan. Saya semakin menyadari bahwa itu semua memiliki makna yang
terindah.
Pada saat bercanda bersama mereka, kebersamaan
terjadi dengan sendirinya. Mereka merupakan keluarga besar saya dan mereka
adalah titipan Tuhan untuk hadir di tengah-tengah semua orang yang ingin
membagi kasih sayang kepada mereka.
Kepolosan, kepekaan,
rajin, sederhana, trampil, taat pada peraturan atau bahkan saling menolong satu
dengan yang lain, dan sebagainya menjadi alat pemotivasi bagi saya. Terimakasih
Tuhan.
KEHENINGANKU
Oleh:
Post. Lusia Semi
Dalam
keheningan Tuhan hadir dalam diri setiap orang.dan di dalam keheningan ada
cinta yang terselubung, Cinta itu datang bukan melalui orang lain melainkan
melalui suatu misteri yang indah.
Misteri
itu ialah misteri kehidupan. Seseorang akan tahu apa arti hidupnya. Ketika saya
merenungkan didalam keheningan, kehidupan saya seperti ditelan waktu yang senantiasa
berganti. Didalam keheninganlah saya menjalin relasi yang baik dengan Tuhan.
Relasi yang baik tersebut membuat saya mampu bertahan didalam menjalani hidup
panggilan, dan hidup panggilan tersebut diumpamakan seperti tetesan air yang
mengalir, dan tetesan air itulah yang diartikan sebagai “Rahmat Allah” yang terus
mengalir tiada hentinya. Aliran itu membuat saya mampu menguasai dan mengenal
siapa diri saya.
Terkadang “Rahmat Allah” bertentangan
dengan suara hati saya, itulah sebabnya mengapa saya selalu menjaga keheningan.
Keheningan bukan berarti diam atau tak bersuara, melainkandalam keheningan saya
mendengarkan bisikan Tuhan yang membawa sukacita dalam kebenaran
Jika
seseorang sungguh memaknai hidupnya dalam keheningan niscaya ia akan mampu
membangun relasi yang baik dengan Tuhan dan sesama, dan akan menjadi pribadi
yang dewasa akan iman dalam Kristus.
Dengan
membangun relasi yang baik, saya harus hidup menurut Semangat Kristus, karena
semangat Kristus yang tetap bernyala dan berkobar-berkobar akan membuat saya
mampu untuk melewati berbagai macam arus pencobaan.
Tetapi
saya tahu dan yakin bahwa saya tak berjalan sendirian. Kadangkala semangat saya
hilang karena seringkali saya mengalami kegoncangan dalam menjalani panggilan
hidup yang membuat saya gampang putus asa atau putus harapan.
Dengan kegoncangan hidup inilah saya di bentuk menjadi pribadi yang kuat dan
mandiri, pribadi yang awalnya lemah dan tidak tahu apa-apa tentang arti hidup
ini. Namun seiring berjalannya waktu yang begitu singkat saya mampu
melewatinya. Inilah bisikan Tuhan yang dapat mengubah hidup saya, hidup yang
penuh dengan tantangan namun akan
membuahkan hasil yang baik dan ini semua membutuhkan perjuangan dan kesabaran
yang penuh.
*Pertolongan yang Utama dan Terutama*
Oleh: Post. Klaudia
Fonisunta
Sewaktu
saya masih SMA kelas 3 semester 1, saya terserang penyakit yang tak kunjung
sembuh. Awalnya saya terserang gatal-gatal dibagian leher saya, dan saya
berfikir bahwa itu hanyalah gatal-gatal biasa saja dan mungkin akan sembuh
dengan sendirinya. Tetapi apa yang saya pikirkan itu salah, sebab gatal-gatal
tersebut awalnya hanya dibagian leher saya dan kini mulai menjalar keseluruh
tubuh. Bukan itu saja, selain terkena gatal-gatal saya juga terserang penyakit
bisul.
Walaupun saya sudah berobat berkali-kali dan saya juga sudah mengikuti resep obat yang diberikan oleh dokter, tetapi penyakit yang saya derita tidak kunjung sembuh, malahan makin parah dari sebelumnya. Pada suatu hari saya tidak pergi ke sekolah karena penyakit yang saya derita tersebut, ditambah lagi saya terserang sakit gigi yang membuat badan saya terasa panas.
Karena
saya sudah tidak mampu lagi dengan penyakit yang saya derita, akhirnya saya
meminta pertolongan pertama dan utama yaitu dari Tuhan kita Yesus Kristus,
karena saya percaya bahwa Ia akan mengabulkan setiap doa orang beriman.
Di dalam
doa, saya hanya bisa mengeluh kepada-Nya akan penderitaan yang saya alami. Saya
mengatakan kepada-Nya; bahwa saya sudah tidak sanggup lagi dengan cobaan yang
Ia berikan kepada saya dan saya hanya bisa menangis dan meratapi tubuh saya
yang penuh dengan luka-luka.
Setelah
beberapa hari kemudian, luka-luka yang ada diseluruh tubuh mulai menghilang
perlahan-lahan, dan saya merasa bahwa Tuhan telah mendengarkan doa dan keluhan
saya.Ia telah memberikan pertolongan, sehingga saya mendapat kesembuhan yang
total yang berasal dari pada-Nya.
Pesan:
Jika
kita berdoa dengan sungguh hati dan kita percaya kepada-Nya, maka kita akan
diselamatkan. Karena setiap doa yang kita sampaikan akan didengar dan
dikabulkan-Nya. Doalah yang mampu merubah segalanya karena doa adalah nafas
kehidupan.Terimakasih Tuhan.
A
Christmas Gift
(Post.Maria
Agustina Silalahi)
Before we celebrate the Christmas
day, we the postulants sent the Christmas gift to SJMJ Noviciate Community. Me
and my friend went to Noviciate to deliver the Christmas gift. It was a big box
with a hole and the inside of the big box was chicken.
On the way to Noviciate, I told to
chicken that; “when we arrive at Noviciate don’t make noisy, please!” so when
we arrived there the chickens was silent.
At Noviciate, the sisters who
received the gift was not Sr. Hildegardis as a novice mistress, but Sr.Clara as
a novice. In joking way i told her that; “while waiting to Sr. Hildegardis come
back, please put it in a refrigerator.
In this experience I had reflected,
that how will I imagine if the chicken I
put it in refrigerator, what will happened with the chicken? Sure, it will be
in trouble.
It is like with my self, when I to
be in a new situation I will feel terrible too and how to face it; I must become
normal again in order that to begin with new life, I should not be afraid.
The Feast Of Mary The Mother Of God
(Post. Susantiana
Abuk)
I am happy
and grateful for the grace I had experienced last year. I am grateful to God
for having given me the opportunity to live together in the religious life and
hopefully this year I will further pursue God’s call. What a beautiful chance
that today I can celebrate the feast of Mary the Mother of God.
At the
beginning of this new year, I was convinced that God had made me a peaceful
plan for me. I am sure that whatever events I will meet both pleasant and unpleasant
or troublesome he will surely lead me to safety and prosperity. His presence in
me and in the universe makes everything good and beautiful. Even the thorny
bushes don’t burn because of the presence of God.
At the
beginning of this new year, I also want to learn from the humble, simple,
loyal, and openness of Mother Mary.
O Lord, I
thank you because you have a beautiful plan for me. Make my heart long to stare
at your face and realize your presence in the journey of answering your call.
God do not turn your face away from me.
My Peaceful Heart
(Post. Maria
Fabiola)
When I feel anxious,
I swing my steps towards Jesus in
the chapel
I kneel and bow before Him
I began to exclaim and search
I close my eyes and try to get
within me
As soon as I felt the greetings of
His love
Which made my heart peaceful
He shouted at me ….
Don’t be anxious…
Hope in me and follow me…
And you will receive my peace and
Glory forever.
The words of God has inspired and
wishered me…
Now…
I feel the love God in the silent
of my heart…
Now…
His peaceful is remain deeply and
led me to a green peaceful.
Christmas Day 2018
(Post.Christy
Pajouw)
Christmas
day 2018 is special day for me. I said
special, because I have special sense. The first, I reflected was the mystery
of Christmas day of Jesus Christ. For by
the Christmas I can reflect the grace of God in my vocation as nun candidate in
the light of Christmas. Secondly, I reflected and gave thanks to God for His
vocation that given to me. In the light of Christmas I thank God for all His
goodness in me and all people.
Mean
while in new year eve we gave special thanks to God in our prayers. I and my
friends reflected on our journey Not only give thamk for the birth of Jesus
Christ, I also reflected all my
weaknesses wich can be stumbling block to the grace of my vocation. I consider
that I am weak in so many things, I
prayed so that he will strengthen me to change my self better and committed to
do it in my prayers. On Christmas day I also prayed for my family, my parents,
and for my classmates in Postulancy, and for all people that I loved. In front
of the manger I prayed for my sins and for all sins of my friends and ask for
renewal of my life become better. Through out 2018. Honestly I have to confess
that I have reflected all things had happened in my life.
In
the year eve, too. I also reflected on my self. Beside these I commited my life
to God for 2019. I hope that everything will become better than before. In new
year I have a dream for the year 2019. I believed in God that he will give best
blessing to all our beings.
Prayer How To Be Myself
(Post.Maria
Goreti Beka)
Lord, help me to know you, to know your will.
Let your light shines upon me so
that, whatever I do it will please you and it shown in my daily life.
Help me to believe that your plan
is wonderful and I am nothing without you.
Lord, I know this life is a journey
towards you and it is a long process. Do not let me fall in to temptation but
let me be brave to here on.
Give me wisdom to hear your holy
call, more than that, give me peace in my mind and heard strengthen and bless
me. Guide me in your path and be my guide.
He loves me more than I understand
(Post. Maria Magdalena Mutik)
A word “FAITH” is a word that
easy to pronounce but it difficult to apply in my daily life. Looking for and
searching to a loyal people it is also not easy. Sometimes without my
understanding there are couples of eyes who always watch over me.
When I sad he came to console
me, when I am sick he cares of me, when I am weak he gives me strong. And when
I am lonely, he always there to comforts me Him, although I sometimes did not
appreciate it. What I have is a blessing from Him. His love is without end
become He calls me to be His spouse. We are one and there is nothing can
separated me. Thank you Jesus, you loves me more and more. I am very happy
because You loved me, although You are invisible but your call love forever and
ever.
Happy Birthday
Maret
2
|
Sr. Consolata Lenok
|
3
|
Sr. Veronica Langie
|
Sr. Clara Liling
| |
Sr. Margaretha Poluan
| |
5
|
Sr. Yoseo Mandagi
|
Sr. Josephinia Tandayu
| |
6
|
Sr. Elisabeth Saba
|
7
|
Sr. Shirley Rory
|
9
|
Sr. Yosepha Karamoy
|
Sr. Josephina Solon, Sr. Wenefrida Siabi
| |
12
|
Sr. Odilia Wenas (Sta. Anna Lembean)
|
13
|
Sr. Adelitha Pantow
|
15
|
Sr. Ulfrida Lempang
|
17
|
Sr, Veronika Haryati
|
19
|
Sr. Yosepha Bauk
|
Sr. Anna Wa' Dau
| |
20
|
Sr. Dominico Savio Kaparang
|
21
|
Sr. Priska Widiantari
|
24
|
Sr. Gabriella Gowa Keytimu
|
25
|
Sr. Huberta Padeng, Gabriella Gowa Keytimu
|
26
|
Sr. Lidwina Basselo
|
28
|
Sr. Maria Lina Lunemo
|