Senin, 24 Juni 2019

Lavita Dolce No. 141 Edisi Mei-Juni 2019









No. 141 Edisi Mei - Juni 2019

Lavita Dolce

*Puisi
*Kaulah segalanya
*Pelita Hidupku
*My Belove -1
*Mama
*My Belove -2
*Sebuah Impian menjadi Kenyataan
*Mom You Are My Everything
*Wahai Wanita
*I Miss You Mom
*Ibu Terima kasih -1
*Wanita Terhebatku
*Cinta yang begitu Besar
*Tanggungjawab
*Jangan pernah Menyerah
*Surat Cintaku untuk Mama
*No Oneless (Life Is Strungle)
*Dewasa untuk bertanggungjawab
*Ibu Terima kasih -2
*Be a Winner Of Life
*Allah Mencintai dan Menyelamatkan
*English Corner
*Kronik
*Daftar Ulang Tahun


“SALAM REDAKSI”
Salam jumpa lagi dalam Lavita Dolce edisi 141 Bulan Mei dan Juni 2019. Lavita Dolce kali ini, para novis merefleksikan arti perjuangan seorang Ibu dalam bentuk puisi dan ungkapan cinta para novis kepada seorang Ibu.



Moderator :Sr. Jeanne Turangan, SJMJ, Sr. Nirmala, SJMJ,
Sr. Sisilia Sisilianingsih, SJMJ
Sr. Anna Maria Sri Hartati, SJMJ
Ketua Redaksi : Sr. Debora Jeisye
Editor : Sr.Fransiska Nahas, Sr. Debora Jeisye
Lay Out : Sr. Rosalina
Alamat Redaksi : Novisiat SJMJ “REGINA CAELI” JL. P. L Kaunang No. 308
Tomohon 95442 SULAWESI UTARA
noviciatesjmj.blogspot.co.id


*PUISI

“Kaulah Segalanya”
(Sr. Klarisa Margaretha Ronga)

        Mama terima kasih telah mengandung aku, engkau telah menjaga dan merawat aku dalam rahimmu, saat aku tinggal di dalam rahimmu selama Sembilan bulan aku selalu merasakan kehangatanmu lewat kasih sayang dan cintamu.
        Mama selama sembilan bulan engkau selalu berjuang sendiri, memperjuangkan hidupku, dan engkau selalu berjuang antara hidup dan mati agar aku bisa melihat dunia ini. lewat perjuanganmu aku bisa melihat dunia yang bagai panggung sandiwara.
        Mama di kala aku merindukanmu aku selalu mengingat wajahmu yang selalu tersenyum, wajah yang tak pernah mengeluh, dan sikapmu yang selalu tegar. Dan dikala aku merasa sendiri dan sepi aku selalu mengingat kebersamaan kita berdua.
        Mama terima kasih melalui engkau aku belajar tegar, kuat, sabar, rendah hati dan belajar untuk memperjuangkan hidup ini dan menjalani hidup ini dengan lebih baik.
        Mama engkaulah mata air cinta, engkaulah penghiburku dikala lara, engkaulah kebahagiaanku dikala kesedihan menghampiri, engkau bagai matahari yang selalu bersinar.

“Pelita HidupKu”
(Sr. Susana Sueng)
        Tidak ada yang menyamai engkau didunia ini, tanpa engkau aku pun tiada. Sembilan bulan engkau mengandung, engkau menyediakan pula tempat yang paling aman untuk ku tinggal yaitu rahim mu yang suci.
        Engkau tak peduli sedikit pun dengan dirimu sendiri asalkan saja engkau bisa melahirkan aku didunia ini.
        Tak cukup sampai disitu, setiap hari engkau merawatku, mengajariku untuk tertawa dan tersenyum, dan melatih aku untuk berjalan.
        Engkau pun selalu berusaha memberi yang terbaik untukku. Engkau rela menderita asalkan aku bahagia. Mama….. engkau adalah pelita bagi hidupku.

“Mama”
(My Beloved)
                               (Sr. Elisabeth Frayntiana Mo’a)

        Dalam kasih mesra engkau menjaga aku dalam rahimmu yang menghangatkan. Melindungi dan menghidupkan. Dengan seiring berjalannya waktu, kau setia dan sabar merasakan dan mengalami perubahan yang terjadi dari tendangan-tendangan kecil bayimu.
        Mama…. engkau tak henti-hentinya berdoa untukku. Dari setiap alunan doa-doamu kepada Tuhan ada namaku disebut. Engkau mendidik, menasihati, mengajari aku tentang hidup dengan bahasa-bahasa cinta.
        Mama… engkau mendukungku untuk memilih jalan yang paling baik mengikuti panggilan Tuhan. aku pun tidak pernah berpikir bahwa engkau juga dipanggil oleh Tuhan untuk kembali kepada-Nya.
        Aku sadari bahwa sebenarnya aku hidup dan dilahirkan untuk membuatmu tersenyum dan bahagia. Namun kenyataan yang terjadi, selama aku hidup bersamamu mama… aku sering menyakitimu. Air mata haru yang jatuh pada saat kelahiranku berubah menjadi air mata yang menyakitkan hatimu karena kelakuanku. Tapi engkau tak henti-hentinya mendoakan aku.
        Dan aku yakin disurga pun engkau masih tetap dan terus mendoakan, mendukung aku dalam menapaki jalan panggilan Allah yang suci dan mulia.
        Thanks Mom for every moment the day beauty in my life with you.

                         “Mama”
                (Sr. Monica Paulus Saladat)
Mama…
Sembilan bulan engkau melindungi aku
Membungkus aku dalam gelembung
Yakni rahim kenyamananmu

        Segala perhatianmu kau tujukan padaku
        Engkau selalu menciptakan situasi yang baik
        Tempat empuk untuk tidurku
        Dan tidak membiarkanku

Mama…
Ketika engkau membukakan pintu dunia bagiku
Engkau mengalami goncangan
Bagaikan goncangan gelombang air laut
Yang menghempaskan badai


        Mama…
        Disaat aku dilahirkan, aku disambut
        Dengan senyuman indah, belayan tanganmu
        Yang lembut, bisikan suara cintamu
        Dan pelukan kehangatanmu

Engkau menuntunku untuk berjalan
Engkau mengangkatku disaat aku jatuh
Engkau menghiburku disaat aku menangis
Dengan kesabaran dan kesetiaanmu

        Namun kini…
        Akulah yang menyebabkan engkau
        Jatuh, sedih, marah dan bahkan menangis
        Dengan tingkah lakuku



Memberontak,
Mengeluh,
Menuntut,
Mementingkan diri sendiri..

        Mama…
        Maafkanlah aku
        Maafkanlah tingkah lakuku
        Maafkanlah kesalahanku       

Mama…
Kini papa telah pergi untuk selamanya
Janganlah bersedih
Janganlah berduka
Badai pasti berlalu

        Sedihmu adalah sedihku
        Dukamu adalah dukaku
        Tangismu adalah tangisku
        Kebahagiaanmu adalah kebahagiaanku

Mama…
Badanmu kurus namun tak mengurangi cinta dan kasihmu
Kulitmu keriput namun tak mengurangi lembut dan hangatnya cinta dan kasihmu

        Rambut yang memutih
        Namun tak memudarkan cinta dan kasihmu
        Waktu yang berlalu
        Namun cinta dan kasihmu tak berlalu

Warna boleh pudar, namun senyum tak pudar
Gula boleh tawar, namun senyummu tetap manis
Dan waktu yang berlalu tak memakan kecantikanmu

Mama…
Terimakasih untuk segalanya
Terimaksih untuk pengorbananmu
Dan ketulusanmu yang suci.


 “My Beloved”
                   (Sr. Meylani Wondal)

Ibu…. Ketika aku dititipkan Tuhan dalam rahimmu
Engkaulah orang pertama yang tersenyum bahagia
Engkau menerima aku dengan senyuman kehangatanmu
Dan rahimmulah rumah pertamaku

        Ibu…. Melalui balutan kehangatan rahimmu
        Aku merasakan cintamu
        Setiap hari engkau mengumpulkan tenaga untuk
        Menantikan kelahiranku kedunia.

Hingga tiba saatnya, engkau berjuang mempertaruhkan
Nyawamu untuk membawa aku kedunia
Ibu…. Melalui perjuangan, tenaga, teriakan, keringat
Cinta dan hembusan nafasmu aku lahir kedunia.


        Dan ketika aku lahir engkau menyambutku untuk
        Kedua kalinya dengan tersenyum bahagia
        Melalui senyumanmu aku menemukan kesan
        Pertamaku untuk dunia.


Ibu, kini aku bertumbuh cantik sepertimu
aku menjadi dewasa dan melangkah dengan pilihan hidupku
aku mencintaimu dan panggilan hidupku.

        Saat ini aku melihat senyummu ketika
        Aku bercermin, dan saat ini aku menemukan
        Obat disaat aku merindukanmu aku bisa
        Melihatmu lewat cermin.

Ibu…. Taukah engkau bahwa aku sangat bersyukur memilikimu
Sifatmu yang pendiam mengajarkan aku artinya ketenangan dan kesabaran, melalui nasihatmu aku bertumbuh, menjadi perempuan yang dewasa.Melalui senyumanmu engkau mengajariku untuk bahagia…

        Ibu…. Tidak ada yang buruk dalam hidupmu
        Melainkan akulah yangsering menyakitimu
        Namun dengan tindakanmu engkau mendidik
        Aku untuk bangun dari kesalahan….

She sang yu mama holo
Didunia ini hanya mama yang baik
Yu ma te hae ze siang ke pao
Tempat yang paling bahagia adalah dipelukan mama

        Mother, how are you today??
        You always stay in my heart
        Thank you for everything
        My belove mother


“Sebuah Impian menjadi kenyataan ”
                (Sr. Agatha Iluh)

Ibu… aku bersyukur karena Tuhan
Menitipkan aku dalam rahimmu
Kau melindungi dan menyelimuti aku
Dalam balutan kehangatan.

        Kemana pun kau pergi
        Kau selalu membawaku
        Walaupun terkadang
        Bebanmu terasa berat

Ibu… dengan tetesan keringat dan air mata
Kau masih bisa tersenyum lepas
Walaupun dengan susah payah
Kau berjuang agar  aku bisa melihat dunia

       Dan ketika aku dilahirkan didunia
        Kau melihat sebuah impian terpenuhi
        Sebuah impian yang menjadi kenyataan
        Aku sangat istimewa bagimu

Ibu… setiap kali aku menangis
Kau selalu berada disampingku
Memberikan kasih agar aku tersenyum
Dan tertawa bahagia
        Bahkan…
        kau bersedia mati, agar aku hidup
        Karena dimatamu, aku adalah
        Anugerah terindah dari Tuhan


“Mom you are my everything”
                        (Sr. Rosaliani Tovan Waja)

Ketika awal aku melihat dunia…
Engkaulah jatuh cinta pertamaku
pelukanmu adalah selimut terhangat yang selalu aku rasakan
air susumu adalah makanan terlezat yang pernahku nikmati

        Oh ibu… Tak pernah terucap kata lelah dalam     hidupmu
        tak pernah terungkap keletihan hatimu
        hidup dan mati kau pertaruhkan bagiku
        hujan dan panas bukanlah halangan untukmu       bekerja


Ibu… tak pernah ku lihat dendam yang mencekam
perasaan kebencian yang menjerat
yang kau berikan hanyalah cinta, cinta dan cinta
sampai aku tertimbun dalam balutan kasih mesrahmu

        Ibu…maafkan aku, yang terkadang menyayat      hatimu
        maafkan aku yang pernah membuat air matamu   berderai
        kini ku sadari semuanya…
        sengkaulah satu-satunya wanita berhati emas dalam    hidupku
Bingkisan cinta dan lembaran kasihmu terus membanjiri hariku
kedudukanmu dalam takhta hatiku tak akan pernah tergantikan
kini engkau ku tinggalkan jauh di ufuk timur bumi nusantara
namun cinta dan petuahmu menuntunku ke hari esok
        Ibu…setiap detak jantungmu adalah detik berharga     untukku
        terima kasih atas rahim sucimu yang pernah ku    diami
        terima kasih atas hembusan cinta yang bermakna
        terima kasih engkau sudah membesarkan dan       mendidik aku.
Engkaulah ibuku…
malaikat pengepak sayap kehidupanku
engkaulah mutiara terindahku
yang kumiliki satu dan tetap abadi untuk selamanya

        Thank you for everything that you gave to me
        we will not be united at the place where we live
        but we will united in our hearts, love and prayer
        mom, you are my everything



“Wahai Wanita”
(Sr. Paulina)

Wahai wanita perkasaku….
Pengorbananmu seluas jaga raya ini
Perjuanganmu sedalam samudera
Hanya untukmu  yang tak berguna ini

        Wahai wanita pahlawanku
        Cintamu murni seperti emas
        Kasih sayangmu putih seperti merpati
        Tak akan ada yang mampu menandingi

Tanpa engkau…. Aku tak akan bisa hadir didunia ini
Karena engkaulah jendela dan pintu duniaku
Karena engkaulah…
maka aku ada dan bisa merasakan karya agung dan ajaib sang pencipta yang nyata,indah dan dahsyat

        Terimakasih mama Linda “I love you Mom”


“I miss you Mom”
(Sr. Clara Desy Advenia)
Oh ibuku…hatiku pilu karena disiksa rindu
Empat tahun daku terpisah darimu
Tak sepucuk suratpun ku terima darimu
Akankah rindu ini menghancurkan mimpiku

       Banyak ungkapan yang lahir dikala hari ibu itu tiba
       Namun tak satupun yang menarik menggantikan
       Wajah ibu, cinta ibu, kasih ibu, dan pengorbanan         ibu
       Wahai ibu apa kabarmu hari ini??

Banyak bayang gelap yang mengusik tidur malamku
Namun suara merdumu mengusir mereka
Ku tahu doa ibu selalu menyertai setiap langkah hidup panggilanku

        Ingin daku memeluk gunung, namun apa daya     tangan tak sampai
        Ingin aku memelukmu, namun apa daya jarak      memisahkan kita
Teringat selalu kata ibu “jauh dimata dekat dihati”
Kusimpan selalu ungkapan itu dihatiku
Sebagai penyemangat dikala hatiku pilu
Tak mundur jika mengenang pengorbananmu

“Ibu….terimakasih”
(Sr. Francilia Petra)

Ibu….
Sekian lama kata itu tak terucap
Kini, dalam balutan kasih dihati
Aku seakan ingin memangilmu kembali

        Aku ingin melihatmu lagi, ketika engkau tersenyum
        Ketika engkau tertawa
        Bahkan ketika engkau harus menangis karena      kenakalanku
        Namun… semuanya hanyalah sebuah kerinduan
        Kerinduan yang bisa kutemui dalam sebuah doa

Aku terus berlari mengejar banyang-bayang kerinduan itu
Aku berada disebuah persimpangan jalan dan kubertanya berhenti atau tetap mencari??
Hmm berhenti….
Berhenti dari sebuah perjalanan pencarian yang panjang.

        Ketika aku berangkat dewasa
        Aku sudah mulai mengerti dan memahami
        Arti dari sebuah perjuangan
        Perjuangan dari seorang ibu yang telah melahirkan      dan membesarkan


Arti dari perjuangan itulah yang membangunkanku
Dari tidur lelapku
Aku sempat bermimpi
Aku menghakimi ibuku sendiri
Aku menyalahkan keadaan
Tanpa ku sadari, dari rahim ibuku
Aku mengawali sejarah hidupku.

Ibu terimaksih
Engkau telah membawaku melihat dunia
Sehingga aku bisa menggenggam masa depan
Bersama Tuhan yang telah memanggilku.






Wanita terhebatku
(Sr. Emanuella Nunang)

        Selama hidupmu begitu banyak hal yang engkau lalui dan alami. Engkau sendiri tak merasa malu dan minder dengan keadaanmu yang mungkin menurut orang lain salah dimata mereka. Terkadang sakit tetapi engkau tak memperdulikan apa kata mereka, melainkan engkau menerima semua cemoohan, sindiran, cibiran, yang bukan-bukan tentang dirimu dengan penuh syukur.

        Engkau tak pernah mengeluh dalam menjaga dan merawat aku selama dalam kandunganmu hingga saya hadir kedunia ini. Engkau begitu setia dalam menemani dan mengajarkanku mengenal betapa indah dan megah dunia ini. Hanya engkaulah wanita terhebatku yang tak akan tergantikan oleh siapa pun didunia ini.

        Mama… engkau memberikan aku semangat hidup, membuatku ingin terus alami satu kisah manis yang tertulis, yang tak akan pernah hilang sampai kapan pun.


        Mama… jika ku hitung satu demi satu sampai aku menua, sampai rambut ini memutih, mungkin aku tak sanggup atau tak bisa menghitung budi baikmu terhadapku, menghitung semua yang telah kau berikan padaku.

        Mama… saya cuma bisa berkata “terimakasih mama” terimaksih untukmu wahai wanita terhebatku, terimaksih wahai malaikat penjagaku. Dan semoga saya menjadi anak yang membahagiakanmu selamanya


Cinta yang begitu besar
(Sr. Maria A. Sondakh)

        Hidupku dipenuhi cinta tanpa kata
Dalam keadaan sadar, tak pernah ia mengatakan cinta kepadaku
Akan tetapi….


        Cinta yang tak pernah diungkapkannya itu, nyata dalam tindakan dan perbuatanmu sehari-hari. itulah cinta yang sesungguhnya…..



        Siapakah wanita itu???
Dialah wanita perkasa yang memelukku pertama kali dialah wanita yang menciumku pertama kali
Dialah wanita perkasa yang kukenal dan kulihat pertama kali, ketika aku pertama kali membuka mata untuk mengalami betapa indahnya dunia ini..
Dialah ibuku…

        Ibu… engkau sungguh berarti bagiku. semua yang engkau lakukan, perjuangan dan pengorbananmu yang begitu besar, membuatku hidup, bertumbuh dan berkembang.
Semua itu engkau lakukan dengan penuh tanggung jawab untuk hidup ku. Semua engkau lakukan karena cinta…

        Terimaksih ibu untuk cintamu yang begitu besar. Love you Mom…

                                                                  
Tanggung jawab
(Sr.Rosaliani Tovan Waja)

Tanggungjawab…
terkadang aku tak mempedulikan perananmu
terkadang aku merasa engkau tak begitu berarti
terkadang aku merasa terbebani olehmu
aku merasa hidupku tidak begitu bebas kerana terikat olehmu

        Tetapi kini kusadari…
        engkau meruntuhkan tembok keegoisanku
        engkau mengajariku untuk merajut hidup yang    sudah di atur membentukku menjadi pribadi yang     dewasa

Pentingnya tanggungjawab…
yang menjadi panutan untuk ku bekerja sampai tuntas
berjerih untuk berbuah dan berguna
mengajariku cara menjaga kepercayaan
yang kecil akan menjadi besar dan sempurna dalam lingkup tanggungjawab

            Tanggungjawab harus ku perjuangkan…
        tanggungjawab menuntut pengorbanan
        tanggungjawab harus berlandaskan kerendahan hati
        beratapkan cinta dan berdinding ketulusan
        agar menjadi kokoh dan terpercaya
“Do what you can do and God will do what you can’t do”

Jangan Pernah Menyerah
(Sr.Agatha Iluh)

Hidup itu bagaikan petualangan panjang
Jalani dan pertahankan apa yang ada dalam dirimu
Bila dalam suatu tanggung jawab kau ingin menyerah
Masih banyak tantangan yang akan kau hadapi
Ingatlah selalu….

          Pergulatan itu bagaikan perjuangan
        Perjuangan itu adalah bagian dari tanggung jawab
        Yakni tanggung jawab sepanjang hidupmu
        Dan jangan pernah ada kata untuk menyerah


Surat cintaku untuk mama
(semua karena kamu)
(Sr. Fransiska Maria Nahas)


        Ibu… terimakasih, karena engkau aku hadir didunia. Dengan segala kekurangan engkau merawat, membesarkan aku dengan penuh cinta dan kasih sayang.

        Bagiku harta dan kekayaan bukan segala-galanya, harta dan kekayaan mendatangkan kebahagiaan yang sekejap dan bahkan mungkin membuat aku menjadi orang yang buta mata dan buta hati untuk melihat kekurangan dan kelebihan orang lain.

        Ibu… karena kaulah aku mengerti arti sebuah kehidupan, kau segala-galanya bagiku, kaulah harta dan kekayaan yang kumiliki. Engkau membuat aku bahagia, dan kebahagiaan yang kudapat darimu adalah kebahagiaan yang abadi, yang tidak dapat dibeli dengan uang.


        Ibu… terimakasih untuk cinta, kesetiaan, ketulusan hatimu yang membuat aku berarti dimata Tuhan dan dimata sesama. Engkau sendiri, tidak pernah memperhitungkan seberapa banyak aku melukai hatimu.engkau sendiri tidak pernah menuntut balasan atas kesalahanmu dalam mengandung, melahirkan, dan membesarkan aku.

        Ibu… kadang aku menuntut lebih darimu, apa yang aku inginkan saat itupun aku mendapatkan tetapi saat itu, apakah aku pernah berpikir, “Dari mana Ibuku mendapatkan apa apa yang aku inginkan?”
Semua itu harus engkau pikirkan dengan berbagai caramu untuk membuat aku bahagia.

        Ibu… kehidupan membiara membuka
Mata dan hatiku mengerti betapa berharganya engkau, betapa berartinya engkau dalam hidup ku, aku selalu menghakimi  engkau, aku selalu melihat kekuranganmu,
Aku selalu menuntut engkau seperti Ibu yang lain… tanpa berpikir bahwa aku telah melukai hatimu…

        Ibu… sekarang aku mengerti… dibalik itu semua aku belajar untuk mencintaimu, aku belajar untuk menerima semua kekuranganmu… yang dapat kubalas adalah selalu mendoakan engkau…

        Ibu… kaulah permata hatiku…
Karena kaulah alasan aku bahagia…
Dan karena kaulah sekarang aku boleh menjadi seorang suster yang dewasa tanpa kehadiranmu disini.

        Terimakasih ibu… untuk segala cinta, perhatian, kesederhanaan, kesabaran dan ketulusan hati yang engkau berikan padaku…
        Mother… you are my everything.




No Onelles
                         (Life is Strungle)
(Sr.Elisabeth F. Mo’a)

          Dalam hidup kita sebagai manusia, perlu suatu perjuangan untuk mencapai suatu kebaikan yang kita harapkan. Berjuang untuk bertanggung jawab, setia dengan tugas yang dipercayakan. Walaupun banyak hal yang merintangi perjuangan itu. Seperti seorang nelayan yang mengarungi lautan, menghadap ombak dan dalamnya lautan itu demi mendapat ikan, yang belum tentu ia mendapatkan ikan yang banyak. Tapi terkadang kita yang menikmati ikan hasil tangkapan itu tak pernah berpikir bagaimana usaha mereka mendapatkan ikan itu.

          Begitu pula dengan saya secara pribadi, mengarungi lautan dalam perjalanan hidup yang dihempas oleh ombak-ombak rintangan dan tantangan untuk berjuang mendapatkan yang kita harapkan demi suatu kebaikan dalam hidup. Belajar dari setiap pengalaman hidup yang mendewasakan iman, memberi harapan untuk sanggup membagi kasih Allah kepada sesama, yang walaupun orang lain seringkali tak mampu melihat perjuangan itu sendiri.

          Dan saya percaya bahwa Allah tak menutup mata untuk setiap perjuangan saya. Ia memberi kebahagiaan, kemanisan dalam setiap cambukan yang pahit dan menyakitkan.

                                       

Dewasa untuk bertanggung jawab
(Sr.Paulina)

          Di awal masa pembinaan dulu, saya merasa berat karena saya mendapat catatan dari suster pembimbing agar kedewasaan itu ditingkatkan lagi. Saya bingung, kedewasaan apa yang diharapkan untuk ditingkatkan? Saya berpikir bahwa saya sudah dewasa dalam segala hal. Ternyata pemikiran kecil itu salah.

        Kedewasaan yang diharapkan adalah bagaimana rasa tanggung jawab saya terhadap tugas yang dipercayakan serta bertanggung jawab atas pilihan, pemikiran dan tingkah laku saya. Jika saya dewasa, maka bisa dikatakan bahwa saya wanita kristiani yang bertanggung jawab.

          Susah……butuh perjuangan dan pengorbanan. Tetapi hasilnya luar biasa. Bukan hanya saya saja yang merasakan perubahan itu, tetapi orang lain juga ikut merasakannya.

        Tentunya bangga dan bahagia atas usaha yang membawa perubahan dalam diri sendiri. dan saya pun berefleksi bahwa perubahan itu bukan dimulai dari orang lain, melainkan dimulai dari diri sendiri agar saya bisa menjadi wanita kristiani yang utuh, dewasa dan bertanggung jawab dalam menjalani panggilan ini.



Ibu…Terimaksih
(Sr. Francilia Petra)


          Tuhan Yesus terimakasih melalui film “my beloved” saya menyadari betapa beruntungnya dan bahagianya terlahir dan memiliki orang tua yang lengkap, seringkali saya sudah menerima itu semua dan mensyukurinya. Di satu sisi, nasib saya lebih beruntung dibandingkan dengan teman-teman yang lain, yang tak pernah melihat bahkan tidak tahu siapa ayah mereka. Sedangkan saya sendiri, memiliki papa yang telah menyayangi dan membiayai hidup saya, namun saya sendiri kurang menyadari dan menghargai kehadiran ayah dalam hidup saya.

          Begitupula dengan peran ibu dalam film itu, memberi makna bagi saya untuk melihat sebuah perjuangan dari seorang ibu, pergumulan dan pergulatan batin yang dialaminya bersama anaknya. Saya pun seketika menengok pengalaman-pengalaman bersama mama. Saya melewati peristiwa yang sama dengan yang ada di film, teringat ketika mama mengajarkan saya cara berdoa, membuatkan saya sarapan, menunggu saya didepan sekolah, dan masih banyak lagi kenangan indah bersama mama yang sudah saya lewati. Sontak dalam hati kecil saya bertantanya: “Tuhan inikah cara-Mu untuk membuktikan bahwa Engkau tidak pernah sedetik pun meninggalkanku??”

          Tuhan, sekalipun saya tidak sempat merasakan kasih sayang mama ketika saya beranjak dewasa, namun saya yakin sejak saya masih dalam kandungan, kasih sayang mama dan papa tertuang dalam kehidupan saya, hingga saat ini kasih dan cinta Tuhan tetap tertuang dalam kehidupan saya melalui mereka semua yang hadir dalam kehidupan saya.


Be a winner of life
(Sr. Manuela Nunang)

        Saya sebagai wanita adalah pemenang kehidupan. Meskipun saya pernah jatuh tetapi saya tidak pernah menyerah dengan kejatuhan saya. Melalui karya penyelamatan Tuhan, saya berani untuk bangkit dari kegelapan hidup ini.


          Oh Tuhan… syukur dan terimakasih saya ucapkan karena tanpaMu saya lemah dan putus asa. TanpaMu saya terus menjadi orang asing dimata sesama. TanpaMu saya ragu untuk bangkit.TanpaMu iman saya mati.

        Tuhan… temani saya, jadikanlah saya sahabat karibMu didalam perjalanan hidup ini hingga selamanya. Agar saya terus menjadi orang yang dapat membahagiakan sesama saya yang sedang mengalami pergulatan hidup.






Allah mencintai dan menyelamatkan
(Sr.Sovia Vivi)

        Saya bersyukur mama saya telaha mengandung dan melahirkan saya.  Ketika mama malahirkan saya, disitu hadir bapa saya, sehingga saya tidak merasa terluka dan sedih.Terima kasih mama dan papa, dulu denagn cara kalian melahirkan saya. Kalian merelakan saya untuk diangkat menjadi anak orang lain dan mulai dari itu saya tidak tinggal bersama kalian demi kesembuhan dan keselamatan saya.
        Ketika saya berli saya berlibur di rumah kalian, saya bisa merasakan kerinduan kalian yang ingin agar aku bisa kembali bersama kalian. Tuhan memberikan perasaan ini, bahwa saya tidak ada kerinduan untuk tinggal bersama kalian. Saya tidak menuntut orang tua angkat saya untuk mengembalikan saya kepada orang tua kandung saya. Saya dibesarkan ditangan orang tua angkat saya. Saya menyayangi orng tua angkat saya seperti orang tua kandung saya sendiri. Saya tidak mau mengecewakan mereka. Saya tetap setia mengikuti mereka terutama mengikuti bapak angkat saya. Terimakasih kepada keluarga kandung yang telah mengiklaskan saya memilih jalan hidup, begitupun dengan mama angkat saya. Saya harus meninggalkan Kalimantan dan ikut bersama bapa angkat saya ke Flores untuk melanjutkan pendididkan saya.
        Melihat kembali perjuangan bagaimana pengorbanan orang tua yang merelakan saya. Saya harus memberi buah yang baik. Dulu saya yang manja, nakal, malas, kini saya harus merubah diri demi keberhasilan. Saya harus sabar, mampu menyesuaikan diri dan menerima perutusan Tuhan. Secara kenikmatan daging saya tidak sanggup dan ingin kembali ke Kalimantan. Terimakasih Tuhan, Engkau membuka hati dan pikiran saya, menuntun dan menguatkan saya untuk taat dan setia pada perutusan-Mu.
        Berani berkomitmen berani menerima konsekuensinya. Saya tidak mau perjuangan saya putus di tengah jalan. Saya akan buktikan kepada keluarga saya di kaimantan buah dari komitmen saya. Setelah tamat SMA, saya merasa lega. Betapa tidak gampang menempuh pendidikan SMP dan SMA, akhirnya bisa selesai dan berhasil denagn baik. Terimakasih Tuhan, dicerment demi dicerment untuk menentukan profesi saya selanjutnya.  Benih penggilan mau menjadi suster pun muncul ketika selesai UN SMA. Benih itu sanagt sedikit tumbuh, padahal pada hari – hari yang lalu tidak muncul dibenak saya untuk memjadi seorang suster.

        Saya berani maju. Panggilan saya semakin subur denagn termotivasi dalam masa pembinaan yang saya jalani yaitu masa aspiran, postulan dan kini di novisiat. Saya menyadari masalalu saya adalah cara Tuhan mendidik dan menyiapkan saya sehingga kini saya merasa terbantu dengan pengalaman dan pelajaran pada masa lalu untuk memnjalani panggilan saya saat ini.





*English Corner

My Day Begins
Sr. Debora Jeisye

Do not let your weakness make your unhappy.
When in the morning,
You feel no courage or strength
For the practice of virtue,
Its really a time for grace.
Remember, when did I first day in this world,
The first one you have looked your mother.
When I was open my eyes,
She was looking at me,
Kiss and hug me so hard,
And I feel warm.
Mother you are the good reason,
For me to this life,
And make you happy.
“I Love You Mom”

My Prayer Today
Sr. Bertha Onyaresepan

Loving Father, How Little I Understand Your Love.
It is only natural to dread your judgment.
But it is needless.
Whenever I return to You, My Loving Father,
You blot out my sins from Your memory.
You love me even more tenderly than before.
I must never forgot that I need not be afraid,
Thata you are not put off at the sight of my many failings
When after each fault I came to you
To implore forgiveness.
You say to Your angels
What the prodigal’s father said to his servants
“Put a ring upon his finger, and let us rejoice”.
Forgive me still as this day ends,
And the night begins.

My Lovely Mother
Sr. Clara Vebiola Palapa

Mother
Youare always there for me
Accompany me through the ups and downs
Accompany me throught the happy days
Mother
You always guide me
And teach me the noble character
In my daily life
Mother
You are like an angel to me
You are also like a friend to me
The sincerity that is in you
Make me proud of you
Mother
I will always love you
You righteousness can never be reciprocated by me
But I will try to be the best child for you


The Angel with No Wing
Sr. Monika Saladat

Mother
You are my inspiration
I go to around the world
And you are always there beside me
A little expectations from you
I make the guidelines at every step
You always mention me in your pray
You shield my life
You’re the best encouragement in my life
You’re like an angel without wings for me
You are everything to me
I’m without you is like the wind without direction
You are like an ocean
A place to rest the anxiety heart
Mother
Thank you for your love
Thank you for your struggle
Thank you for your concern
Thank you for every drop of sweat shed for your child
Thank you for your sacrifices
Mother
Forgive my anger
Forgive my selfishness
Forgive bad behavior
I’m sorry about your tears
Mother, you light a torch in my life
If someone asks me who my hero is
Surely my answer is you

Love is Mother
Sr. Natalia Muti

When love is questionable
When love sought
Why do my eyes blind
Why is hard to see
Love being in front of the eye
Always with me, hold me, hug me
Love is in the milk that I drank when I was a little baby
Love is in the arms of a strong hand when I fell asleep crying and laughing
Love is there in holding hands and in a hug
Love is there on a warm cereal every morning
In my failure
There are smiles and a stream of cool words
In my joy
There are laughter and hand tousled my hair
In my fault
There is someone who stands in front of me
That gives many wise advices to me
All that is in you, Mom
You are the love intact in me
When I get disappointed
You never go away from me
You take me in your hearts and minds
No matter where you are
Until you’re in eternity you still put me in your heart
And your pray is for me
Until I do not feel alone
Even if you’re in eternity
And I’m in the mortal world
Until we are together again forever
I miss you, Mom
Wait for me until the time comes
Mother
You are the love.

The Tears of Mother
Sr. Rosalina

In a weary smile you hiding
Suffering day and night befell
Not for one moment stop your step
To be able to give a new hope for me
Pile of scolding always approached
Bright as insults do not care for you
You always step forward for my future
Looking for a new hope again for your child
Not a pile of gold that you would expect in my success
Not a roll of money that you ask in my success
Nor a bar of bronze in my victory
But I’m happy that your heart desires
And you always say to me
I love you now and when I’m no longer with you
I love you my child with my sincerity

Guiding Light Mom
Sr. Kristiwati Ributu

Mom, from the time I was really young,
I realized I had someone…you,
who always cared,
who always protected me,
who was always there for me no matter what.
You taught me right from wrong,
and pushed me to do the right thing,
even when it was hard to do.
You took care of me when I was sick,
and your love helped make me well.
You had rules,
and I learned that when I obeyed them,
my life was simpler, better, richer.
You were and are
the guiding light of my life.
My heart is filled with love for you,
my teacher, my friend, my mother.


*Kronik
Bulan Mei
Tanggal 10
Selamat datang di Novisiat Suster Dewan Pimpinan Provinsi Manado Sr. Brigitte David, SJMJ. Terima kasih atas kunjungannya Suster.
Tanggal 13
Hip..hip..hura.. Ada yang ultah nih. Happy Birthday Sr. Meilany Wondal. Tetap kuat dan bertahan dalam menjalani panggilan suci ini yah..
Tanggal 23
hari ini kami kedatangan tamu yang Istimewa yaitu Sr. Monika Kalangi, SJMJ suster Dewan Pimpinan Kongregasi yang meluangkan waktunya untuk memberikan pekan untuk kami para novis tahun I dan II tentang Konstitusi dan Statuta Kongregasi SJMJ.
Tanggal 26
Hari ini juga adalah hari yang sangat istimewa bagi komintas Panti Semadi, Panti Tunagrahita, Postulat dan Novisiat yaitu kedatangan tamu yang tak kalah specialnya. Selamat Datang Suster Dewan Pimpinan Kongregasi Sr. Jeannete Runtu, SJMJ dan Sr. Francinetti Manua, SJMJ yang disambut dengan meriah oleh masing-masing komunitas.

Tanggal 28
Happy Birthday Sr. Brigitte David, SJMJ sebagai Dewan Pimpinan Provinsi Manado. Panjang Umur, sehat selalu dan tetap setia dalam tugas dan perutusan suster. Hip… Hip…Hura…
Tanggal 28
Hari ini juga hari dimana para suster yang ada di Komunitas Panti Semadi bersama tunas-tunas muda tengah sibuk mempersiapkan diri dengan berbagai atraksi dalam malam Seni Budaya untuk menutup pertemuan dengan para suster Dewan Pimpinan Kongregasi yang akan melanjutkan petualangan mereka ke Komunitas selanjutnya. Terima kasih Suster Dewan Pimpinan Kongregasi telah berkunjung di Komunitas kami.
Tanggal 30
Ssstttt… Diam ada yang lagi retret.. jagalah keheningan selama 8 hari yah kawan-kawan.. kakak-kakak novis tahun II sedang mempersiapkan diri untuk mengucapkan kaul pertama mereka.
Selamat Retret yah kakak-kakak.. J sssttttttttt…. Keep Silent…!!!

Bulan Juni
Tanggal 1
Welcome to Noviciate Sr. Anna Maria Sri Hartati, SJMJ. Semoga suster cepat kerasan yah Suster.

Tanggal 2
Happy Birthday Sr. Bertha Onyaresepan novis tahun I.Tetap berjuang dan bertahan dalam panggilan yah.. GBU.
Tanggal 3
Hati-hati dijalan suster DPK, Sr. Monika Kalangi, SJMJ. Kami para Novis sangat bersyukur dan berterimakasih atas kesediaan suster memberikan pekan Konstitusi kepada kami. Tuhan selalu memberkati suster dalam melaksanakan tugas dan perutusan suster. Thank You Sr. Monika Kalangi, SJMJ.

Tanggal 8
“Proficiat”… yah untuk para Novis baru saja menerima busana biara dan Yunior yang baru saja mengikrarkan kaul pertama. Tetap setia dalam panggilan yah….






Happy Birthday



















Jul.


2
Sr. Fransiska Rompas
7
Sr. Rosaline Masarrang (Sta. Monika Makassar)
9
Sr. Martha Bria
11
Sr. Ignatia Sitorus
13
Sr. Agneta Ngala
14
Sr. Laura Palit

Sr. Margaretha Ratte

Sr. Yuliana Semba

Sr. Yuliana Ance Oi Aja
15
Sr. Jeanne Turangan

Sr. Alfonsa Maramis
21
Sr. Agnes Marni
24
Sr. Christine Lumintang

Sr. Christina Mislina
25
Sr. Jacoba Polii
26
Sr. Silvester Solodia
28
Sr. Rosaline Virgin Mukkun, Sr. Anna Beribe

Sr. Theresia Supriyati

Sr. Klementina Somarwain
29
Sr. Petronella Atim
31
Sr. Veronique Saroinsong











 

















Agt.


1
Sr. Francisca B. Lejab, Sr. Agnes Lumi

Sr. Yovita Ewita Tan

3
Sr. Florentiana Bura

4
Sr. Agustina Rante Allo, Sr. Angelina Ansi Wa'Ansi
5
Sr. Anastasia Ponga

6
Sr. Yoanita Moningka, Sr. Emiliana Kwae Daen
7
Sr. Benedicta Bororing

9
Sr. Marianne Wayan Rusmiarti
10
Sr. Felicite Sanga Tulak
11
Sr. Godelive Poluan

12
Sr. Kristina Sampe

13
Sr. Albertine Palit

14
Sr. Agustine Klau, Sr. Rosa Liling

Sr. Marie Jose Merung

15
Sr. Paula Wa'Suli Buhande (Sta. Monika Makassar)
16
Sr. Agustien Sumaraw, Sr. Erna Maria Saboli
17
Sr. Petronella Tuju, Sr. Agustina Hasnun
18
Sr. Agustina Ose

21
Sr. Sisilia Sisilianingsih

22
Sr. Agustina Minggu

23
Sr. Luisa Nunuhitu, Sr. Agustine Sigar
24
Sr. Anna Dasilva


Sr. Agatha Kalele

26
Sr. Monika Saladat (Novis)
28
Sr. Bibiana Najoan

31
Sr. Maria Sofia Fatubun





Pahlawanku
Sr. Lusia Semi (novis-1)

Oh pahlawanku…
Dikala mentari mulai muncul
Kau penuhi janjimu sebagai pejuang
Denting bel mulai berbunyi
Tanda perjuanganmu mulai beraksi
Demi masa depan bangsa Indonesia

                        Oh pahlawanku…
                        Keberanian, semangat, perjuangan, dan cintamu
                        Seperti nyala api yang membara
Engkau memajukan bangsa ini

Oh pahlawanku…
Warga Indonesia bersorak gembira
Atas merdekanya Indonesia
Merdeka…merdeka
Indonesia merdeka

                        Indonesia jaya
                        Indonesia makmur
                        Indonesia sejahtera
                        Indonesia damai
                        Merdeka…merdeka…merdeka



“Bersama Bunda Maria”
Sr. Maria Kristiana Gisi (novis-1 )

Selama 7 hari saya dan teman-teman diberi kesempatan oleh kongregasi melalui suster pembimbing untuk mengkuti retret yang dibimbing oleh Romo Hubertus Berry Pareira, MSC untuk mempersianpkan diri melanjutkan pembinaan di Novisiat. Saya merasa deg-degkan, karena untuk pertama kali mengikuti retret. Ketika kami retret romo mulai menjelaskan mengenai retret. Dalam retret kami lebih merefleksikan diri dengan tema “Kehidupan yang Digerakan Oleh Tujuan”. Tujuan kami adalah mengikuti Kristus sang model. Dalam retret kami dapat menghadirkan Tuhan dalam setiap permenungan. Kami diminta untuk hening dan tidak beraktivitas selama retret, sehingga semua pekerjaan kami diambil alih oleh adik-adik postulan yang baru resmi diterima menjadi postulan pada tanggal 01 Mei 2019 yang lalu. Kami berterimakasi kepada adik-adik yang telah membantu kami dalam pekerjaan selama retret. Tepat pukul 12.00 WITA kami menutup retret kami, tetapi kami belum diperbolehkan untuk banyak berbicara.

Berjalannya waktu, tibalah saatnya kami mengikuti upacara penerimaan busana biara dan pengikraran kaul sementara. Sabtu, 08 Juni 2019 kami menerima Salib, Habijt, dan kerudung. Perayaan ekaristi tersebut dipimpin langsung oleh Uskup Emeritus Mgr. Yosef Suwatan, MSC. Betapa bahagianya kami. Pada saat itu saya resmi menjadi suster novis dalam kongregasi SJMJ

Di Novisiat kami mempunyai pelindung ialah Bunda Maria. Kami merayakan pesta St. Perawan Maria Diangkat ke Surga. Menurut saya, Maria adalah ibu yang setia dan mau mendengarkan setiap keluh kesah saya dan setiap pergumulan yang saya alami. Ketika saya datang kepada Bunda Maria, saya merasakan beban-beban saya hilang dan lewat Bunda Maria saya dapat dekat dengan Yesus putera-Nya. Saya merasakan kasih Yesus benar-benar hadir dalam kehidupan saya, karena Bunda Maria adalah ibu Tuhan kita Yesus Kristus dan ibu kita semua. Maria akan siap mendengarkan curahan hati kita.

Saya mau meneladani sikap Bunda Maria yang rendah hati, kesiapsediaannya, lemah lembut, keibuannya, dan kesederhanaannya.
“Selamat Pesta St. Perawan Maria Diangkat ke Surga”

Pahlawanku
Sr. Lusia Semi (novis-1)

Oh pahlawanku…
Dikala mentari mulai muncul
Kau penuhi janjimu sebagai pejuang
Denting bel mulai berbunyi
Tanda perjuanganmu mulai beraksi
Demi masa depan bangsa Indonesia

                        Oh pahlawanku…
                        Keberanian, semangat, perjuangan, dan cintamu
                        Seperti nyala api yang membara
Engkau memajukan bangsa ini

Oh pahlawanku…
Warga Indonesia bersorak gembira
Atas merdekanya Indonesia
Merdeka…merdeka
Indonesia merdeka

                        Indonesia jaya
                        Indonesia makmur
                        Indonesia sejahtera
                        Indonesia damai
                        Merdeka…merdeka…merdeka



“Bersama Bunda Maria”
Sr. Maria Kristiana Gisi (novis-1 )

Selama 7 hari saya dan teman-teman diberi kesempatan oleh kongregasi melalui suster pembimbing untuk mengkuti retret yang dibimbing oleh Romo Hubertus Berry Pareira, MSC untuk mempersianpkan diri melanjutkan pembinaan di Novisiat. Saya merasa deg-degkan, karena untuk pertama kali mengikuti retret. Ketika kami retret romo mulai menjelaskan mengenai retret. Dalam retret kami lebih merefleksikan diri dengan tema “Kehidupan yang Digerakan Oleh Tujuan”. Tujuan kami adalah mengikuti Kristus sang model. Dalam retret kami dapat menghadirkan Tuhan dalam setiap permenungan. Kami diminta untuk hening dan tidak beraktivitas selama retret, sehingga semua pekerjaan kami diambil alih oleh adik-adik postulan yang baru resmi diterima menjadi postulan pada tanggal 01 Mei 2019 yang lalu. Kami berterimakasi kepada adik-adik yang telah membantu kami dalam pekerjaan selama retret. Tepat pukul 12.00 WITA kami menutup retret kami, tetapi kami belum diperbolehkan untuk banyak berbicara.

Berjalannya waktu, tibalah saatnya kami mengikuti upacara penerimaan busana biara dan pengikraran kaul sementara. Sabtu, 08 Juni 2019 kami menerima Salib, Habijt, dan kerudung. Perayaan ekaristi tersebut dipimpin langsung oleh Uskup Emeritus Mgr. Yosef Suwatan, MSC. Betapa bahagianya kami. Pada saat itu saya resmi menjadi suster novis dalam kongregasi SJMJ

Di Novisiat kami mempunyai pelindung ialah Bunda Maria. Kami merayakan pesta St. Perawan Maria Diangkat ke Surga. Menurut saya, Maria adalah ibu yang setia dan mau mendengarkan setiap keluh kesah saya dan setiap pergumulan yang saya alami. Ketika saya datang kepada Bunda Maria, saya merasakan beban-beban saya hilang dan lewat Bunda Maria saya dapat dekat dengan Yesus putera-Nya. Saya merasakan kasih Yesus benar-benar hadir dalam kehidupan saya, karena Bunda Maria adalah ibu Tuhan kita Yesus Kristus dan ibu kita semua. Maria akan siap mendengarkan curahan hati kita.

Saya mau meneladani sikap Bunda Maria yang rendah hati, kesiapsediaannya, lemah lembut, keibuannya, dan kesederhanaannya.
“Selamat Pesta St. Perawan Maria Diangkat ke Surga”

*Kronik

Bulan juni
Tanggal 28
Sssstt…guys diam guys! Ada yang lagi retret Agung tuh kakak-kakak novis II. Kita jaga keheningan ya guys untuk sebulan biar kakak-kakak bisa kontemplasi dengan baik. Selamat memasuki masa retret Agung ya kakak-kakak  J Silentium Magnum!

Bulan juli
Tanggal
Hip..hip..hura.. Ada yang ultah loh. Happy Birthday Sr. Maria Goretti Beka. Tetap semangat dan berjuang dalam menjalani panggilan suci yah..God Bless you……

Tanggal 10
Guys..guys…yang lagi retret ada yang ulang tahun tuh. Happy Birthday Sr. Natalia Muti. Semangat ya menjalani panggilan suci ini, dan selamat berkontemplasi dengan baik. Semoga bahagia dalam keheninganmu selama sebulan ini…God Bless you..

Tanggal 15
Happy Birthday Sr. Jeanne Turangan, SJMJ sebagai pembimbing suster-suster novis SJMJ. semoga sehat selalu, dan setia dalam membina para tunas muda kongregasi. Hip…Hip…Hura…God Bless……

Tanggal 28
Happy Birthday Sr. Theresia Supriyati, SJMJ as a Leader Congregation of the Sisters of Jesus Mary Joseph. May God Bless, give sister health body and mind, and wise in your duty.

                                                                                      Tanggal 30
Welcome Sr. Yacinta Rampengan, SJMJ. Kami sudah menunggu Suster. Semoga Sr cepat kerasan di Novisiat, biar hanya untuk beberapa hari saja menemani kami, selama kedua Suster pembimbing kami, Sr. Anna Maria Sri Hartati SJMJ dan Sr. Jeanne Turangan, SJMJ meninggalkan kami untuk mengikuti kegiatan Formators di Generalat Jogyakarta.


Bulan Agustus
Tanggal 01
Hari ini kakak-kakak novis II memulai masa Stage di Komunitas-komunitas (Kom. Budi mulia-Bitung, St. Anna-Lembean, Hermana-Lembean, Cantia-Tompaso Baru) selama dua bulan. Selamat melaksankan tugas perutusan, semoga sehat selalu, dan semangat dalam melaksanakan tugasnya…Ganbate!

Tanggal 14
Selamat Datang Sr. Anna Maria Sri Hartati, SJMJ dan Sr. Jeanne Turangan, SJMJ di Novisiat Regina Caeli. Terimakasih kepada Sr. Yacinta Rampengan, SJMJ telah bersama-sama dengan kami para novis untuk beberapa hari membimbing kami selama para formator mengikuti rapat di Generalat Jogyakarta.

Tanggal 15
Guys-guys ada yang ulang tahun tuh. Happy Birthday Sr. Maria Agustina Silalahi. Semoga selalu sehat, kuat, dan setia dalam menjalani panggilannya. God Bless You…eeeaa…eeeaa... sai diramoti Jesus I ma ho…Horas.

Tanggal 16
Happy Birthday Sr. Agustien Sumaraw, SJMJ sebagai pemimpin Komunitas Panti Samadi (Kom. panti samadi, SLB, Novisiat, Postulat ). Semoga suster selalu sehat, dan setia dalam melaksanakan tugas perutusan.
Tanggal 21
Happy Birthday Sr. Sisilianingsih, SJMJ sebagai Pembimbing para Postulan SJMJ. Semoga suster selalu sehat, kuat, setia, dan sabar dalam membina para postulan. God Bless sister. Hip…..Hipppp…Hura…




Happy Birthday
"God Bless You"

 










Sept.


1
Sr. Jacintha Lea Wowor
2
Sr. Raineldis Tandungan
3
Sr. Mediatrix Ronga
5
Sr. Mariella Rasak

Sr. Rosaliani Tovan Waja
6
Sr. Rafael Keni (Sta. Anna Lembean)
8
Sr. Clarina Mery Kuway
12
Sr. Christina Yolasb
17
Sr. Jaqueline Tulak
18
Sr. Rita Manuel
20
Sr. Dorothea Samodara (Sta. Anna Lembean)
21
Sr. Sipriani Kosat
23
Sr. Veronica Barrang
24
Sr. Angela Rompas
25
Sr. Maria Virgini Pasumbung

Sr. Susantiana Abuk (Novis I)
26
Sr. Clara Sesilia Parengkuan
27
Sr. Yosepina Dariani
28
Sr. Johanetta Langitan

Sr. Fransisca Rante

Sr. Ines Sie Kiauw Eang
29
Sr. Gregoriani Tani
30
Sr. Mecthilda Worotikan (Sta. Anna Lembean)

Sr.  Sr. Fabiola Kusumastuti
Sr. Jeannette Tumuju










Oct.


1
Sr. Aldegonda Wowiling

Sr. Monica Suparlan


Sr. Theresia Rika Mali


4
Sr. Lusia Semi ( novis I )


5
Sr. Anna Maria Sri Hartati


Sr. Maria Kristiana Gisi ( novis I )

6
Sr. Theodora Pasang
7
Sr. Corry Koloay

Sr. Skolastika Lapu
8
Sr. Theresia Tulung

Sr. Jeanne Santie
9
Sr. Ignatia Palantung
12
Sr. Wilfrida Oktavian Telik

13
Sr. Bernadetha Nurut

Sr. Theresia Avila Piri

Sr. Marcelina Supit

Sr. Klaudia Fonisunta Laus (novis I )

14
Sr. Maria Godeliva Toinjaas

16
Sr. Margaretha Wasti
17
Sr. Consolata Mangkey
Sr. Anita Sampe
18
Sr. Jacqueline Wilar

19
Sr. Sandra Supit

Sr. Bernadeth Suryali

Sr. Ursula Rahangmetan
24
Sr. Sisilia Saniba


Sr. Clarisa Paembonan


25
Sr. Ancila Danun
Sr. Chrisantia Mokalu


Sr. Salvina Rantepadang


26
Sr. Theresita Tania


28
Sr. Adriana Tangkepadang


29
Sr. Martha Horang


31
Sr. Maria Alfonsa Bria

LAVITA DOLCE EDISI 2021

  LAVITA DOLCE   JUNI 2021     https://noviciatesjmj.wordpress.com/ https://noviciatesjmj.wordpress.com ...