No. 142 Edisi Juli - Agustus 2019
Moderator :Sr. Jeanne Turangan, SJMJ, Sr. Nirmala,
SJMJ, Sr.
Sisilianingsih, SJMJ
Sr. Anna
Maria Sri Hartati, SJMJ
Ketua Redaksi : Sr. Debora Jeisye
Editor : Sr.Fransiska Nahas, Sr. Debora Jeisye
Lay Out : Sr. Rosalina
Alamat Redaksi : Novisiat SJMJ “REGINA CAELI” JL. P. L
Kaunang No. 308
Tomohon
95442 SULAWESI UTARA
Penyerahanku
(Post. Katarina Uko)

Pada perayaan ekaristi berlangsung saya dan teman-teman mengucapkan janji kami untuk masuk postulan secara bersamaan, setelah kami menerima medali. Hati saya merasa bahagia setelah saya memakai medali, dan bisa bergabung dengan Kongregasi suster-suster Jesus Maria Joseph. Saya sendiri tidak menyangka bahwa saya ada di sini. Saya percaya semua itu karena Roh Tuhan yang selalu memimpin saya. Sesudah doa komuni, saya dan teman-teman mendoakan doa “Penyerahan Kepada Hati Kudus Yesus” secara bersamaan. Pada saat berdoa di depan patung Hati Kudus Yesus air mata saya mengalir begitu saja, walaupun saya ingin menghentikan air mata, tetapi saya tidak mampu dan saya hanya membiarkan air mata itu terus mengalir. Itu semua mungkin karena saya merasa terharu dengan kata-kata yang saya doakan di depan Hati Kudus Yesus dan saya merasa Tuhan itu baik terhadap saya dan semua orang, sehingga membuat saya tidak pantas berada di sini dan bergabung di Kongregasi SJMJ.
Namun saya percaya Tuhan ingin mengubah diri saya, agar saya bisa menjadi suster yang benar dalam melayani Tuhan melalui orang-oang yang saya jumpai dimana-mana. Saya sangat berharap agar tetap setia dalam menjalani panggilan hidup saya dan melakukan segala sesuatu hanya untuk Tuhan yang mempercayai saya dalam menanggapi panggilan –Nya yang suci di dunia ini.
Bahagiaku
(Post. Anselma Wea)
Tanggal 1 mei 2019 adalah hari yang bahagia bagi saya dan teman-teman, karena pada hari itu kami diterima menjadi postulan dan pada hari itu saya
merasa keinginan saya terpenuhi sehingga saya bisa memakai habijt dan medali. Untuk memperoleh itu semua tidaklah mudah, saya membutuhkan kesetiaan dan perjuangan hari demi hari, bulan demi bulan saya lewati dengan gembira walaupun begitu banyak tantangan seperti bangun pagi dan lain-lain. namun, semuanya itu saya jalani dengan penuh kesabaran dan kegembiraan bersama teman-teman. Suka maupun duka kami lewati bersama-sama dan tentunya saling mendung satu sama lain. terkadang diantara kami terjadi kesalahpahaman, tetapi kami tidak pernah bertengkar dengan berlarut-larut justru kami selalu menyelesaikan dengan baik. Canda dan tawa itu adalah kebiasaan kami dan di sinilah saya bisa merasakan kebahagiaan itu dan di sinilah saya dibentuk menjadi pribadi yang lebih baik yang dulunya mudah emosi dan marah. Hal itu berubah ketika saya diajarkan untuk merefleksikan diri, meditasi, dan berdoa yang membuat saya dapat mengontrol emosi dan seakan saya akan terus berjuang dan setia dalam menanggapi panggilan Tuhan.
“Melangkah Untuk Mengubah”
(Post. Henny Christin Mona)
Pada tanggal 1 mei 2019 adalah hari yang bersejarah dalam hidupku. Kami ke-14 aspiran resmi diterima di kongregasi SJMJ sebagai postulan. Saya sangat bahagia dan terharu karena kami menerima medali dan
Ketika saya sudah diterima sebagai postulan, sikap dan perilaku saya yang buruk perlahan-lahan saya tinggalkan dan menanamkan dalam diri saya sikap dan perilaku yang baik. Setelah penerimaan kami masih tinggal di biara St. Walterus. Selama kami berada di Walterus kami diberi tugas di asrama, sekolah, dan konveksi. Kami sangat senang menjalankan tugas-tugas yang diberikan kepada kami.
Seiring berjalannya waktu pada tanggal 8 juni 2019 kakak-kakak postulan angkatan 2018 menerima busana rohani dan resmi menjadi suster novis tahun pertama (tahun kanonik) dan suster-suster novis tahun kedua mengikrarkan kaul sementaranya. Para suster novis tahun pertama melanjutkan pembinaan mereka di Novisiat SJMJ Regina Caeli.
Pada tanggal 10 juni 2019 kami pindah ke Postulat, ketika saya memasuki postulat hati saya merasa senang dan bahagia. Selama berada di postulat saya banyak belajar dari Sr. Sisilianingsih dan Sr. Nirmala. Kedua pembimbing saya sudah saya anggap seperti orang tua saya sendiri. Suster selalu menegur saya ketika melakukan kesalahan untuk mengubah diri saya menjadi lebih baik dan bisa berguna di masa depan.
“Bersyukur”
(Post. Eugenia Bupu)

Sebelum penerimaan postulan, kami mengikuti triduum selama 3 hari. Kami tinggal untuk sementara waktu di biara St. Walterus hingga kakak-kakak postulan masuk ke Novisiat.
Rabu, 1 mei 2019 adalah hari yang ditunggu –tunggu di mana kami diterima secara resmi sebagai calon anggota kongregasi SJMJ. ketika Sr. Margaretha Toliu, SJMJ memakaikan kalung di leher saya langsung menangis sambil menatap salib yang tepat berada di depan saya. Saya menangis karena mengingat perjuangan selama aspiran. Dalam hati tidak henti-hentinya saya bersyukur kepada Tuhan karena saya diperkenankan untuk melanjutkan ke Postulat.
Selesai perayaan ekaristi, kami bersukacita bersama para suster dan anggota keluarga yang ikut serta untuk makan siang bersama di Biara St. Walterus.
Sabtu, 08 juni 2019 adalah penerimaan busana biara bagi kakak-kakak postulan dan pengikraran kaul sementara bagi kakak-kakak novis tahun kedua. Setelah kakak-kakak masuk ke Novisiat, besoknya kami langsung pindah dari biara St. Walterus ke Postulat SJMJ. hari pertama di Postulat sangat menyenangkan karena kami sudah tinggal di rumah sendiri bersama suster pembimbing.
Yang membuat saya senang adalah tidak rebutan mandi seperti di Walterus, di sini disiapkan 1 kamar mandi untuk 2 atau 3 orang. Ketika tidur saya merasa ketakutan. Malam itu saya merasa ketindisan sehingga membuat saya susah tidur. Pada saat sarapan suster bertanya, apakah ada yang bisa tidur semalam? Saya langsung menceritakan kejadian yang saya alami pada saat tidur. Diantara teman-teman, hanya saya yang ketindisan dan susah tidur. Suster memberi saya saran supaya saya tidur sambil memegang Rosario dan berdoa salam Maria.
Malam berikutnya, saya coba ikuti saran dari suster dan saya bisa tidur nyenyak sampai pagi dan sampai saat ini saya melakukan itu. Setelah beberapa minggu di Postulat, kami memulai pelajaran bersama dosen-dosen. Kami merasa senang karena banyak hal yang kami dapat dari pembimbing maupun dosen-dosen. Di sini kami mulai berbicara Bahasa inggris bersama Sr. Nirmala. Walaupun, Bahasa inggris kami kurang baik Sr. Nirmala terus memberi kami semangat dan dukungan untuk terus berusaha.
Sampai saat ini saya merasa senang dan tidak pernah ada kata bosan, karena di sini kami mempunyai jadwal baik untuk hari biasa, hari minggu, dan hari raya. Mulai dari bangun pagi, doa,lari pagi, kerja bakti, kegiatan pribadi, dan rekreasi. Di sini juga kami semakin mengenal satu sama lain baik sifat, keluarga, dan bakat yang teman-teman miliki. Walau terkadang terjadi kesalahpahaman antara kami, tapi tidak berlangsung lama.
Saya bersyukur di tempat ini saya dididik, dibina, dan dilatih banyak hal oleh suster. Saya selalu berdoa agar saya diberi rahmat kesehatan, kekuatan, kebijaksanaan, dan kesetiaan dalam menjalani panggilan suci ini. Jika Tuhan berkehendak tahun depan saya boleh naik ke Novisiat SJMJ Regina Caeli.
“Kesungguhan”
(Post. Vigilia Maria Lumi)

Saya menutup masa aspiran pada tanggal 1 Mei 2019, di mana saya diterima secara resmi sebagai seorang postulan Kongregasi SJMJ bersama ke-13 teman saya. Ketika masuk ke dalam kehidupan seorang postulan, saya merasa bahwa panggilan saya semakin tertata rapi. Kehidupan berkomunitas tidaklah mudah,di sini saya harus memahami sifat masing-masing teman, melatih kepekaan diri, dan rendah hati. Semuanya saya dapatkan di sini. Menurut saya, tantangan terbesar dalam panggilan saya adalah diri saya sendiri, saya harus melawan gejolak dalam diri saya yang selalu dapat mengganggu panggilan saya. Rasa mengantuk pada saat meditasi dan ibadat pagi menjadi bagian dalam hidup sehari-hari saya.
“Begitu Indah”
( Post. Regina Millenia Bas )
Ke-14 aspiran diterima
menjadi postulan yang memulai hidup membiara dalam Kongregasi SJMJ diawal 1 Mei
2019 yang lalu. Wajah-wajah mereka sangat berseri seperti putihnya pakaian
mereka. Saya sangat bahagia dan bersyukur kepada Tuhan atas cinta-Nya yang
sungguh mewarnai hidup saya hari ini. Hati saya diliputi rasa terharu dan canda
tawa dari teman-teman. Saya merasakan suatu kedamaian walaupun tanpa adanya
kehadiran dari keluarga. Hari itu pun berlalu dengan sebuah janji yang telah
kami ucapkan saat perayaan ekaristi di Kapel St. Walterus Tomohon.
Memulai tahap pembinaan ini bukanlah suatu hal yang mudah.
Saya harus kerasan seperti yang telah dikatakan oleh para suster, dalam
menjalani masa pembinaan ini di Postulat. Semua kegiatan saya di Postulat
terjadwal, terkadang saya lalai akan waktu yang digunakan oleh saya, di sinilah
saya belajar menghargai waktu. Di tempat ini jugalah saya menemukan perbedaan
di antara kami para postulan mulai dari suku, ras, dan tak lupa juga keribadian
dari masing-masing postulan. Perbedaan inilah yang membuat saya semakin memupuk
rasa saling menghargai, memahami dan saling menolong.
Dalam beberapa bulan ini, saya banyak mendapat bimbingan
serta pengalaman yang begitu berharga bagi diri saya sendiri. ditegur untuk
kebaikan itulah yang saya ingat selalu jikalau saya ditegur. Itu bentuk kasih
sayang mereka bagi saya.
Kebersamaan dengan teman-teman dan juga suster pembimbing
terus membangkitkan rasa persaudaraan, kekeluargaan sebagai satu komunitas yang
dengan niat yang tulus melayani Tuhan lewat sesama.
“Hal Baru”
( Post. Emilia Udenge )

Hari ulang tahun adalah hari yang paling menyenangkan, karena orang yang berulang tahun akan dinyanyikan “selamat ulang tahun” dan meniup lilin. Hari itu akan menjadi hari yang istimewa bagi yang berulang tahun. Saya dan teman-teman tinggal di biara St. Walterus kurang lebih satu bulan, setelah mendekati bulan Juni Sr. Katarin pergi berbelanja bersama kami untuk membeli perlengkapan yang akan kami bawa ke Postulat. Menjelang penutupan bulan Rosario kami semua pergi mengikuti ziarah di Tara-tara, orang yang hadir di sana sangat banyak dan padat. Kami mempersiapkan lagu karena nantinya akan dipakai untuk aksi panggilan kepada anak-anak sekami, namun ternyata lagu yang kami bawakan mirip dengan lagu yang dibawakan oleh para seminaris dan lebih membuat minder karena mereka menyanyikannya dengan sangat baik dan dengan gerakan yang menarik.
Tanggal 08 Juni kakak postulan resmi diterima menjadi suster novis tahun pertama ( tahun Kanonik ) yang akan melanjutkan pembinaan di Novisiat. Saat yang kami nanti-nantikan tiba tanggal 10 Juni 2019 saya dan teman-teman naik ke Postulat untuk mendapatkan pembinaan yang lebih intensif bersama suster pembimbing kami. Momen yang mengharukan saat berpisah dengan para suster di komunitas St. Walterus yang telah membina kami dengan sabar.
Setelah tiba di Postulat, tempat yang saya cari pertama adalah kamar tidur, merupakan tempat yang paling nyaman, bebas dari kebisingan.
Masa-masa di Postulat adalah hal yang sangat baru, awalnya sangat sulit untuk beradaptasi, namun lama-kelamaan saya menjadi biasa. Selain itu, masalah-masalah kecil bermunculan, namun saya dan teman-teman tetap bertahan hingga saat ini.
“Lembaran Baru”
( post. Demetriana Mea )
Hai, apa kabar?
Saya ingin berbagi pengalaman. Nama saya Demetriana Mea. Tanggal 27 April 2019 saya dan teman-teman mengikuti triduum, pemberi materi ialah Sr. Margaretha Toliu, SJMJ. kami berjumlah 14 orang yang akan mengikuti penerimaan postulan dalam Kongregasi SJMJ.
Tanggal 1 Mei 2019 adalah saat yang kami nanti-nantikan. Acara penerimaan diawali dengan perayaan ekaristi. Penerimaan postulan diadakan di provinsi Manado, di kapel biara St. Walterus Tomohon. Saat itu saya sangat bahagia karena telah menjadi postulan dalam Kongregasi SJMJ. Kebahagiaan itu akan kami rasakan bersama.
Setelah itu saya bersama ke-13 teman saya akan memulai hidup yang baru dan mulai membuka lembaran baru kami di Postulat. Hari demi hari kami lalui banyak pengalaman yang kami dapat, namun dari setiap pengalaman itu kami lalui dengan saling mendukung dan menguatkan dalam menanggapi panggilan Tuhan. Saya bersyukur karena Tuhan yang memanggil saya dan mengumpulkan saya dan teman-teman. Tuhan mengumpulkan kami ke-14 postulan baru untuk menjadi pengikut-Nya dan kami mengabdikan diri kepada-Nya melalui Kongregasi SJMJ.
“Ini Perjuangan”
( Post. Novia Gres Cindy )

Waktu demi waktu pun berlalu, setelah penerimaan postulan untuk sementara waktu saya dan teman-teman tinggal di biara St. Walterus selama satu bulan. Di biara St. Walterus banyak pengalaman suka maupun duka yang saya alami.
Tepatnya pada tanggal 10 Juni 2019 saya dan teman-teman pindah ke Postulat setelah sebulan tinggal di biara St. Walterus. Waktu itu adalah hari pertama saya berada di Postulat saya merasa ada yang beda. Menurut saya banyak rintangan yang harus saya jalani dan saya hadapi yang di mana membutuhkan kerja keras, semangat, usaha, dan perjuangan untuk menghadapi rintangan tersebut. Oleh karena itu, saya percaya di balik semua ini ada rencana Tuhan yang indah dalam diri saya.
Hidup itu anugerah.
“Yang Kunantikan”
( Post. Florentina Do Rego )
Tanggal 1 Mei 2019 adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh saya dan teman-teman di mana kami akan diterima menjadi postulan dalam Kongregasi SJMJ setelah menjalankan masa aspiran selama beberapa bulan di provinsi masing-masing ( Jakarta, Makassar, dan Manado ).
Hari yang dinantikan pun tiba, sebelum jam yang di tentukan untuk awal yang dinantikan, saya dan teman-teman bersiap-siap dengan kesibukan masing-masing berlarian kesana-kemari untuk mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan.
Disela kesibukan dalam mempersiapakan semuanya hati saya tidak luput dari rasa takut, kawatir, disertai dengan perasaan dan pikiran yang tak menentu, karena masih ada perasaan ragu apakah saya bisa untuk menjalankan panggilan saya setelah saya diterima menjadi postulan dalam Kongregasi SJMJ.
Waktu terus berjalan rasa kawatir dan gugup semakin menjadi-jadi dengan kedatangan para suster, orang tua, dan undangan lainnya yang menandakan bahwa waktu semakin mendekati untuk saat yang dinantikan.
Akhirnya saat yang dinantikan pun tiba, saya dan teman-teman keluar dari kamar masing-masing menuju tempat di mana akan diadakan perayaan ekaristi awal di mana saya dan teman-teman akan diterima menjadi postulan dalam Kongregasi SJMJ. tepat pukul 09.00 WITA saya dan teman-teman berbaris bersama misdinar yang siap membantu berjalannya perayaan ekaristi. kami dan pastor yang memimpin perayaan ekaristi berjalan diiringi musik dan nyanyian yang dibawakan oleh para suster novis tahun pertama, kedua, dan para postulan.
Tibalah saatnya saya dan teman-teman akan diterima sebagai postulan dalam Kongregasi SJMJ, dimulai dengan penerimaan medali Hati Kudus Yesus dan pengucapan janji postulan. Semua berjalan dengan baik dan lancar, meskipun rasa gugup dan kawatir ada, namun saya percaya dipanggil Tuhan untuk menjadi pelayan-Nya melalui Kongregasi SJMJ dan saya percaya bahwa saya bisa menjalankan ini semua dengan baik, karena Tuhan selalu bersama saya.
Tanggal 2 Mei 2019 awal masa postulan pun dimulai. Masa postulan adalah masa yang sangat sulit bagi saya, di mana kehidupan sehari-hari saya karena semua kegiatan dijadwalkan. Ini adalah awal untuk saya menuju sebuah perubahan diri yang sebelumnya tidak diatur atau dijadwalkan .
Kami hidup dalam satu komunitas yang mempunyai latar belakang yang berbeda, namun ini semua bukanlah hal yang menghambat saya. waktu terus berjalan dan semua dapat saya lakukan, meskipun kadang-kadang saya merasa malas, bosan, dan lelah, tetapi semua itu tidak membuat saya putus asa, kecewa, apalagi menyerah. Saya harus tetap terus bertahan dan berjuang dengan menjalani semuanya sesuai dengan aturan yang telah dibuat dan melakukan dengan hati yang tulus dan ikhlas sehingga sampai saat ini saya masih bertahan dan akan tetap bertahan sampai akhir. Saya percaya Tuhan selalu menyertai saya, Dia tidak akan pernah meninggalkan saya sendiri dalam menjalani semua ini. YESUS ADALAH SEGALANYA BAGI SAYA.
“Gampang-gampang Susah”
( Post. Bergita Do Santos )

Menghabiskan masa postulan satu bulan di biara St. Walterus
mengukir sejumlah pengalaman. dua hari setelah kakak-kakak postulan menerima
busana biara dan memasuki masa novisiat kami berpindah ke postulan tempat
tinggal kami sesungguhnya. Di sini justru suka-duka kami bertambah seiring
berjalannya waktu menjadi 1001 suka-duka. Meskipun demikian, semua pengalaman
itu terlihat baik di mata saya karena saya sendiri melihat dan menilai setiap
peristiwa yang terjadi dari sudut pandang positif.
Inilah realita hidup
panggilan saya yang sebenarnya. Suka-duka tentu harus dihadapi asalkan berpihak
pada yang benar.
Begitu pun juga pengalaman
rela memberi diri dibina tidaklah mudah apabila yang dibina tidak memberi
dirinya dan siap untuk dibina. Dibalik semua itu tersimpan suatu tujuan yang
menyelamatkan, sehingga pembimbing kami Sr. Sisilianingsih, SJMJ terus
menguatkan kami dengan pantun yang sudah sangat lazim di telinga banyak orang “berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke
tepian. bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.”
"Mengharukan"
( Post. Marietha Viviana Lodopurap )
Pada
hari rabu tanggal 1 mei 2019 merupakan hari yang saya tunggu bersama- sama
dengan teman- teman dan juga merupakan hari yang bersejarah bagi kami semua.
Saya dan teman- teman bersiap- siap untuk pergi ke kapel . Setelah sampai di
kapel saya dan treman- teman duduk
dengan tenang untuk menyiapkan hati dan pikiran. Misa hampir dimulai tak
sengaja saya melihat ke belakang begitu banyak orang yang datang terutama para
suster dan orang tua teman- teman saya yang tinggal di Manado. Wah! Saya senang
melihat ekspresi orang tua teman- teman yang begitu senang melihat anank- anak
mereklah yang akan diterima sebagai postulan. Kapan yah orang tua saya datang?
lagi pula inikan masih penerimaan postulant , kalau sudah penerimaan busana
baru orang tua saya datang . Misa telah dimulai kini saatnya upacara penerimaan
kalung yang diserahkan oleh Sr Margaretha . Saya merasa sedih dan senang karena
saya tidak menyangka bahwa saya diterima menjadi postulan. Setelah proses
penerimaan selesai saya dan teman- teman maju ke depan arca Hati Kudus
Yesus sebagai pelindung postulan di
depan arca Hati Kudus Yesus kami bernyanyi dan berdoa. Dengan demikian upacara
penerimaan dan penyerahan kepada Hati Kudus Yesus selesai kami berjabat tangan
dengan para suster, saya secara pribadi merasa sangat senang sekali. Setelah
itu kami pun beranjak ke refter untuk melanjutkan acara kami di sana yaitu
acara santapan kasih bersama. Setelah makan kami diberikan kesempatan untuk
memenggang handphone, saya pun langsung menghubungi orang tua saya dan mereka
sanggat senang dan mengucapkan selamat untuk saya. Saya dan teman- teman masih
tinggal di Walterus karena masih ada para calon novis yang sementara
mempersiapkan diri untuk naik ke Novisiat. Setelah suster- suster novis naik ke
Novisiat maka pada tanggal 10 mei kami pun pergi ke postulat. Begitu banyak
kenangan yang tak terlupakan saat- saat di Biara Walterus dan saya tidak pernah
melupakan saat sedih, senang, maupun susah bersama teman-teman. Pada saat saya
tinggal di Postulat banyak hal baru yang saya dapatkan seperti peraturan-
peraturan yang membentuk saya menjadi pribadi yang cepat dan tepat dalam
menjalankan tugas. Di postulat saya banyak belajar dari suster pembimbing dan
teman- teman untuk saling menghargai dan mencintai sesama dengan karakter, suku
dan bahasa. Inilah pengalaman saya saat –saat menjadi postulan .
“Masa Pembinaanku”
( Post. Bernadete Benga Lawan )

Perjalan saya masih sanggat panjang, semoga saya mampu melewati semua ini, sehingga pada saatnya nanti saya bisa menjadi seorang suster yang sesungguhnya.
“Tuhan Menyertai”
( Post. Adelina Bete Klau )
Dalam
menjalani masa pembinaan pasti selalu ada pengalaman suka dan duka , tetapi
pengalaman itu tidak membuat saya putus asa melainkan membuat saya menemukan
pelajaran-pelajaran baru yang membekali hidup panggilan saya. Saya yakin dan
percaya Tuhan yang memanggil saya akan menyertai dan menuntut langkah hidup
saya .Saya juga merasa sanggat senang ketika bergabung dengan kongregasi
Suster- suster Jesus Maria Joseph terutama dalam masa pembinaan di postulat,
begitu banyak hal yang boleh saya pelajari terutama dalam hal berdoa, belajar
dan bekerja.
“Struggling To Love God”
Sr.
Maria Agustina Silalahi (novis-1)
Kini ku mulai belajar untuk
menyerahkan diri seutuhnya kepada Dia yang memanggilku. Tapi tidak semudah itu
untuk menjadi cinta sejati-Nya, karena masalah dan tantangan yang akan ku
alami. Jika kumengerti dengan masalah dan tantangan yang ada aku akan dapat
menyelesaikannya jika ia kujadikan teman dan tantangan yang menjadi ritme hidup
yang harus kuikuti. Jika dalam penyerahan aku tidak bahagia, penyerahanku
sia-sia. Sia-sia karena aku melakukannya tidak dengan hatiku, tetapi dengan
sebuah keterpaksaan.
Di novisiat kami berlindung
kepada Bunda Maria. Maria adalah Bunda yang berbelas kasih, rendah hati, taat,
sederhana, dan kuat. Aku harus bisa dibina dan membina diriku untuk menjadi
seseorang yang baik walau tidak sesempurna Bunda Maria. Dalam pembinaanlah aku
berjuang untuk mengubah diriku menjadi lebih baik. Berjuang seperti para
pahlawan yang telah berjuang untuk negara Indonesia sehingga Indonesia dapat
merdeka dari para penjajah dan baru saja kita rayakan yang ke-74 tahun. Ya, aku
juga bisa merdeka dari godaan dan
tantangan yang menghambat
perkembangan dan pertumbuhan dalam menjalani panggilan suci ini sehingga aku
bisa menjadi seorang suster yang tangguh. Ku mau berjuang dengan kesungguhan
hati dan cinta yang selalu terbuka, jujur, dan rendah hati.
“Indahnya Kasih Tuhan Dalam
Hidupku”
Sr. Susantiana Abuk (novis-1)

Ketika nama saya dipanggil untuk menerima busana biara
hatiku mulai berdebar membayangkan suara Tuhan yang memanggil saya. setelah
menerima busana biara dan mengenakannya rasa gugup, takut, dan sedih hilang
diganti dengan kegembiraan dan saya pun merasa senang dan bangga.
Ketika bapak Uskup, para Imam, Para Suster, Frater, Bruder,
umat, dan sahabat serta kenalan menyambut kami ke-12 novis baru dengan penuh
kegembiraan dengan menyanyikan lagu ‘ke depan altar’ sambil memandang kepada
kami novis baru. Di setiap langkah kami betapa banyak mata yang tertuju pada
kami dan di sinilah kami pun memulai langkah demi langkah yang kami jalani
untuk menuju ke altar. Itu merupakan sebuah dukungan dan kekuatan bagi saya
untuk menjawab panggilan Tuhan.
Hari ini adalah hari yang bahagia, istimewa, dan hari yang
bersejarah pertama dalam hidupku untuk mengikuti Yesus. Inilah sebuah anugerah,
hadiah, serta kenangan terindah dalam hidupku.
“Ini Aku Tuhan”
Sr. Lusia Semi (novis-1 )
Namun tak jua kupahami
jalan Tuhan
Hingga tepat pada tanggal
08 Juli 2019
Dia singkapkan kasih-Nya
kepadaku
Sehingga aku mampu memahami
jalan Tuhan
Dan aku pun berjumpa dengan yang mahakuasa
Tatap muka dan muka dalam cahaya abadi
Terucap dengan janji agung
Ini aku Tuhan “Utuslah aku Tuhan”
Layakanlah diriku jadi saksi injilmu
Biarlah tangan ini selalu melayani-Mu
Pahlawanku
Sr. Lusia Semi (novis-1)
Oh pahlawanku…
Dikala mentari mulai muncul
Kau penuhi janjimu sebagai pejuang
Denting bel mulai berbunyi
Tanda perjuanganmu mulai beraksi
Demi masa depan bangsa Indonesia
Oh pahlawanku…
Keberanian, semangat, perjuangan, dan cintamu
Seperti nyala api yang membara
Engkau memajukan bangsa ini
Oh pahlawanku…
Warga Indonesia bersorak gembira
Atas merdekanya Indonesia
Merdeka…merdeka
Indonesia merdeka
Indonesia jaya
Indonesia makmur
Indonesia sejahtera
Indonesia damai
Merdeka…merdeka…merdeka
“Bersama Bunda Maria”
Sr. Maria Kristiana Gisi (novis-1 )

Berjalannya waktu, tibalah saatnya kami mengikuti upacara penerimaan busana biara dan pengikraran kaul sementara. Sabtu, 08 Juni 2019 kami menerima Salib, Habijt, dan kerudung. Perayaan ekaristi tersebut dipimpin langsung oleh Uskup Emeritus Mgr. Yosef Suwatan, MSC. Betapa bahagianya kami. Pada saat itu saya resmi menjadi suster novis dalam kongregasi SJMJ
Di Novisiat kami mempunyai pelindung ialah Bunda Maria. Kami merayakan pesta St. Perawan Maria Diangkat ke Surga. Menurut saya, Maria adalah ibu yang setia dan mau mendengarkan setiap keluh kesah saya dan setiap pergumulan yang saya alami. Ketika saya datang kepada Bunda Maria, saya merasakan beban-beban saya hilang dan lewat Bunda Maria saya dapat dekat dengan Yesus putera-Nya. Saya merasakan kasih Yesus benar-benar hadir dalam kehidupan saya, karena Bunda Maria adalah ibu Tuhan kita Yesus Kristus dan ibu kita semua. Maria akan siap mendengarkan curahan hati kita.
Saya mau meneladani sikap Bunda Maria yang rendah hati, kesiapsediaannya, lemah lembut, keibuannya, dan kesederhanaannya.
“Selamat Pesta St. Perawan Maria Diangkat ke Surga”
Pahlawanku
Sr. Lusia Semi (novis-1)
Oh pahlawanku…
Dikala mentari mulai muncul
Kau penuhi janjimu sebagai pejuang
Denting bel mulai berbunyi
Tanda perjuanganmu mulai beraksi
Demi masa depan bangsa Indonesia
Oh pahlawanku…
Keberanian, semangat, perjuangan, dan cintamu
Seperti nyala api yang membara
Engkau memajukan bangsa ini
Oh pahlawanku…
Warga Indonesia bersorak gembira
Atas merdekanya Indonesia
Merdeka…merdeka
Indonesia merdeka
Indonesia jaya
Indonesia makmur
Indonesia sejahtera
Indonesia damai
Merdeka…merdeka…merdeka
“Bersama Bunda Maria”
Sr. Maria Kristiana Gisi (novis-1 )

Berjalannya waktu, tibalah saatnya kami mengikuti upacara penerimaan busana biara dan pengikraran kaul sementara. Sabtu, 08 Juni 2019 kami menerima Salib, Habijt, dan kerudung. Perayaan ekaristi tersebut dipimpin langsung oleh Uskup Emeritus Mgr. Yosef Suwatan, MSC. Betapa bahagianya kami. Pada saat itu saya resmi menjadi suster novis dalam kongregasi SJMJ
Di Novisiat kami mempunyai pelindung ialah Bunda Maria. Kami merayakan pesta St. Perawan Maria Diangkat ke Surga. Menurut saya, Maria adalah ibu yang setia dan mau mendengarkan setiap keluh kesah saya dan setiap pergumulan yang saya alami. Ketika saya datang kepada Bunda Maria, saya merasakan beban-beban saya hilang dan lewat Bunda Maria saya dapat dekat dengan Yesus putera-Nya. Saya merasakan kasih Yesus benar-benar hadir dalam kehidupan saya, karena Bunda Maria adalah ibu Tuhan kita Yesus Kristus dan ibu kita semua. Maria akan siap mendengarkan curahan hati kita.
Saya mau meneladani sikap Bunda Maria yang rendah hati, kesiapsediaannya, lemah lembut, keibuannya, dan kesederhanaannya.
“Selamat Pesta St. Perawan Maria Diangkat ke Surga”
*Kronik
Bulan juni
Tanggal 28
Sssstt…guys diam
guys! Ada yang lagi retret Agung tuh kakak-kakak novis II. Kita jaga keheningan
ya guys untuk sebulan biar kakak-kakak bisa kontemplasi dengan baik. Selamat
memasuki masa retret Agung ya kakak-kakak
J Silentium Magnum!
Bulan juli
Tanggal
Hip..hip..hura..
Ada yang ultah loh. Happy Birthday Sr. Maria Goretti Beka. Tetap semangat dan
berjuang dalam menjalani panggilan suci yah..God Bless you……
Tanggal 10
Guys..guys…yang
lagi retret ada yang ulang tahun tuh. Happy Birthday Sr. Natalia Muti. Semangat
ya menjalani panggilan suci ini, dan selamat berkontemplasi dengan baik. Semoga
bahagia dalam keheninganmu selama sebulan ini…God Bless you..
Tanggal 15
Happy Birthday Sr.
Jeanne Turangan, SJMJ sebagai pembimbing suster-suster novis SJMJ. semoga sehat
selalu, dan setia dalam membina para tunas muda kongregasi. Hip…Hip…Hura…God
Bless……
Tanggal 28
Happy Birthday Sr.
Theresia Supriyati, SJMJ as a Leader Congregation of the Sisters of Jesus Mary
Joseph. May God Bless, give sister health body and mind, and wise in your duty.
Tanggal 30
Welcome Sr. Yacinta Rampengan, SJMJ. Kami sudah
menunggu Suster. Semoga Sr cepat kerasan di Novisiat, biar hanya untuk beberapa
hari saja menemani kami, selama kedua Suster pembimbing kami, Sr. Anna Maria
Sri Hartati SJMJ dan Sr. Jeanne Turangan, SJMJ meninggalkan kami untuk
mengikuti kegiatan Formators di Generalat Jogyakarta.
Bulan Agustus
Tanggal 01
Hari ini
kakak-kakak novis II memulai masa Stage di Komunitas-komunitas (Kom. Budi
mulia-Bitung, St. Anna-Lembean, Hermana-Lembean, Cantia-Tompaso Baru) selama
dua bulan. Selamat melaksankan tugas perutusan, semoga sehat selalu, dan
semangat dalam melaksanakan tugasnya…Ganbate!
Tanggal 14
Selamat Datang Sr.
Anna Maria Sri Hartati, SJMJ dan Sr. Jeanne Turangan, SJMJ di Novisiat Regina
Caeli. Terimakasih kepada Sr. Yacinta Rampengan, SJMJ telah bersama-sama dengan
kami para novis untuk beberapa hari membimbing kami selama para formator
mengikuti rapat di Generalat Jogyakarta.
Tanggal 15
Guys-guys ada yang
ulang tahun tuh. Happy Birthday Sr. Maria Agustina Silalahi. Semoga selalu
sehat, kuat, dan setia dalam menjalani panggilannya. God Bless You…eeeaa…eeeaa...
sai diramoti Jesus I ma ho…Horas.
Tanggal 16
Happy Birthday Sr.
Agustien Sumaraw, SJMJ sebagai pemimpin Komunitas Panti Samadi (Kom. panti
samadi, SLB, Novisiat, Postulat ). Semoga suster selalu sehat, dan setia dalam
melaksanakan tugas perutusan.
Tanggal 21
Happy Birthday Sr.
Sisilianingsih, SJMJ sebagai Pembimbing para Postulan SJMJ. Semoga suster
selalu sehat, kuat, setia, dan sabar dalam membina para postulan. God Bless
sister. Hip…..Hipppp…Hura…
|
|||||
Sept.
|
|||||
1
|
Sr. Jacintha Lea Wowor
|
||||
2
|
Sr. Raineldis Tandungan
|
||||
3
|
Sr. Mediatrix Ronga
|
||||
5
|
Sr. Mariella Rasak
|
||||
Sr. Rosaliani Tovan Waja
|
|||||
6
|
Sr. Rafael Keni (Sta. Anna Lembean)
|
||||
8
|
Sr. Clarina Mery Kuway
|
||||
12
|
Sr. Christina Yolasb
|
||||
17
|
Sr. Jaqueline Tulak
|
||||
18
|
Sr. Rita Manuel
|
||||
20
|
Sr. Dorothea Samodara (Sta.
Anna Lembean)
|
||||
21
|
Sr. Sipriani Kosat
|
||||
23
|
Sr. Veronica Barrang
|
||||
24
|
Sr. Angela Rompas
|
||||
25
|
Sr. Maria Virgini Pasumbung
|
||||
Sr. Susantiana Abuk (Novis I)
|
|||||
26
|
Sr. Clara Sesilia Parengkuan
|
||||
27
|
Sr. Yosepina Dariani
|
||||
28
|
Sr. Johanetta Langitan
|
||||
Sr. Fransisca Rante
|
|||||
Sr. Ines Sie Kiauw Eang
|
|||||
29
|
Sr. Gregoriani Tani
|
||||
30
|
Sr. Mecthilda Worotikan (Sta.
Anna Lembean)
|
||||
Sr. Sr. Fabiola
Kusumastuti
|
|||||
Sr. Jeannette Tumuju
|
|||||
Oct.
|
||||||||||
1
|
Sr. Aldegonda Wowiling
|
|||||||||
Sr. Monica Suparlan
|
||||||||||
Sr. Theresia Rika Mali
|
||||||||||
4
|
Sr. Lusia Semi ( novis I )
|
|||||||||
5
|
Sr. Anna Maria Sri Hartati
|
|||||||||
Sr.
Maria Kristiana Gisi ( novis I )
|
||||||||||
6
|
Sr. Theodora Pasang
|
|||||||||
7
|
Sr. Corry Koloay
|
|||||||||
Sr. Skolastika Lapu
|
||||||||||
8
|
Sr. Theresia Tulung
|
|||||||||
Sr. Jeanne Santie
|
||||||||||
9
|
Sr. Ignatia Palantung
|
|||||||||
12
|
Sr. Wilfrida Oktavian Telik
|
|||||||||
13
|
Sr. Bernadetha Nurut
|
|||||||||
Sr. Theresia Avila Piri
|
||||||||||
Sr. Marcelina Supit
|
||||||||||
Sr. Klaudia Fonisunta Laus (novis I )
|
||||||||||
14
|
Sr. Maria Godeliva Toinjaas
|
|||||||||
16
|
Sr. Margaretha Wasti
|
|||||||||
17
|
Sr. Consolata Mangkey
|
|||||||||
Sr. Anita Sampe
|
||||||||||
18
|
Sr. Jacqueline Wilar
|
|||||||||
19
|
Sr. Sandra Supit
|
|||||||||
Sr. Bernadeth Suryali
|
||||||||||
Sr. Ursula Rahangmetan
|
||||||||||
24
|
Sr. Sisilia Saniba
|
|||||||||
Sr. Clarisa Paembonan
|
||||||||||
25
|
Sr. Ancila Danun
|
|||||||||
Sr. Chrisantia Mokalu
|
||||||||||
Sr. Salvina Rantepadang
|
||||||||||
26
|
Sr. Theresita Tania
|
|||||||||
28
|
Sr. Adriana Tangkepadang
|
|||||||||
29
|
Sr. Martha Horang
|
|||||||||
31
|
Sr. Maria Alfonsa Bria
|
|||||||||











