Senin, 04 Februari 2019

Lavita Dolce Novis dan Postulan SJMJ Edisi 139 "Januari-Februari 2019"


LAVITA DOLCE
Buletin Para Novis dan Postulan SJMJ

NO. 139 JANUARI-FEBRUARI 2019








Sapaan Redaksi

Hai.. hai…
Kita berjumpa lagi dalam Tahun yang baru ini.. Sebelumnya kami sampaikan
“Happy New Year 2019”
Tahun ini akan sangat berarti bagi kami para Novis terlebih khusus bagi Novis Tahun II yang dalam bulan-bulan terakhir ini akan menjalani masa-masa pekan mereka untuk mempersiapkan diri mereka dalam mengucapkan kaul pertama nantinya..
Kali ini Lavita Dolce No. 139 Edisi Januari-Februari 2019 berisi tentang puisi pengalaman  hidup para Novis di dalam menyambut tahun yang baru untuk meninggalkan masa yang lalu dan melangkah maju dalam memulai awal yang baru serta refleksi pengalaman Natal dan tahun baru para Postulan.
Baiklah para pembaca,, selamat membaca

Salam kami para “Tim Redaksi”





Daftar Isi

* Refleksi Tentang Pengalaman Hidup Novis Tahun I

- JalanMu
- Tuhan Pemeliharaku
- Semua Karena Cinta
- Perjalanan Hidup
- Oh Tuhanku
- Aku
- Hidupku bagaikan roda

* Refleksi Natal dan Tahun Baru

- Suasana di Akhir Tahun 2018
- Panggilan Allah untuk menjadi Sahabat-Nya
- Memikul salib bersama Yesus
- Sukacita Natal
- Keheninganku
- Pertolongan Utama dan Terutama
- A Christmas Gift
The Feast Of Mary The Mother Of God
- My Peaceful Heart
Christmas Day 2018
Prayer How To Be Myself
- He loves me more than I understand

* Happy Birthday



* Refleksi Perjalanan Hidup Novis I

JALANMU
Sr. Monika Saladat

Nan jauh di sana
Ku di besarkan dalam kesederhanaan
Bersama mereka yang ku cintai
Dengan kasih dan cinta mereka
Masa SD telah ku lewati
Kini ku beranjak SMP
Meninggalkan rumah dan berasrama
Tinggal terpisah

Masuk asrama
Ku di terima oleh gadis kerudung putih
Lemah lembut
Senyum menawan dan mengikat
Yang membuatku nyaman

Kehidupan di asrama tak seperti yang ku bayangkan
Banyak hal yang ku terima di dalamnya
Cinta kasih
Doa bersama
Rekreasi bersama
Makan bersama
Semuanya di lakukan dalam kebersamaan

Tak terasa semuanyan berlalu dengan cepat
Masa SMP dan Asramaku telah usai
Sesuatu yang tak terduga
Namun aku harus menerimanya

Jauh dari keluarga Sudah biasa
Tinggalkan kampung Sudah biasa
Naik kapal Sudah biasa
Tapi untuk kali ini tak biasa

KM Sinabung membawa ku berlayar
1..2..3… pulau telah ku lewati
Ku sadari aku telah meninggalkan kampung halaman
Menuju tempat asing

Mobil silver melaju membawaku
Semakin melaju
Semakin jauh membawaku

Stop….
Berhenti di samping gedung dua tingkat
Yang menjadi rumah baruku
Tempat tinggalku
Pengalaman baruku

Tiga tahun berlalu SMK pun berlalu
Tumbuh menjadi wanita mandiri
Aku senang mendapat penghasilan sendiri
Menjadi pelayan toko
Itulah pekerjaanku

Di balik kesenangan itu
Ada sesuatu yang hilang
Kini muncul kembali
Sang kerudung putih, lemah lembut
Pemilik senyum manis

Hatiku berdebar
Aku merasa telah menemukan jalan yang sesugguhnya
Ku ungkapkan perasaanku itu
Kepada kerudung putih
Untuk mengikuti jalannya
Ingin menjadi sepertinya
Panggilan suci, Biarawati

Karena kasih dan penyertaan-Nya
Kini aku telah menjalani panggilan suci ini
Tuhan sertailah aku
Ku kan setia selalu
Pikiranku bukanlah pikiran-Mu
Jalanku bukanlah jalan-Mu
Jalan-Mu adalah jalanku…



TUHAN PEMELIHARAKU
Sr. Sofia Vivi

      Tuhan Engkau telah menenun aku begitu baik dalam kandungan ibuku, sampai tiba saatnya aku harus dilahirkan. Kudengar cerita bahwa aku jatuh sakit  dan timbul koreng-koreng di seluruh tubuhku. Menurut ramalan tua-tua adat aku harus diangkat oleh orang tua lain untuk menjadi orang tuaku.

       Dari sejak itu aku tak tinggal dan dibesarkan oleh orang tua kandungku melainkan dengan orang tua angkatku. Akupun mengalami pertumbuhan dan perkembangan hidup bersama orang tua angkatku. Terima kasih Tuhan untuk orang tua kandungku. Walaupun aku ditakdirkan tidak tinggal dan hidup bersama mereka, namun mereka tetap orang tua kandungku, yang begitu menyanyangi aku. Terimakasih Tuhan untuk  orang tua angkat yang Kau anugerahkan kepadaku yang begitu baik yang telah berjuang dan bekerja keras membesarkan aku sehingga menjadi aku yang sekarang ini.

      Terima kasih Tuhan untuk pengalaman hidup yang begitu indah. Aku begitu menikmati alam ciptaan-Mu yang begitu indah yaitu kampung halaman yang telah kudiami. Permainan-permainan yang menarik yang selalu ku kenang. Banyak keluarga, kenalan, sahabat yang Kau anugerahkan kepadaku.Tuhan aku menyadari Engkau  memelihara hidupku.

     Terimakasih Tuhan Engkau menjauhkan aku dari bencana alam,dari kecelakaan, kejahatan ,kekejaman, Terutama Engkau tetap memelihara kemurnianku.
Akan tiba saatnya aku akan diuji oleh-Mu. Mengalami tangis, kesedihan, kerja keras , perjuangan, tantangan dan rintangan. Masa yang indah dibuahi dengan tetesan air mata dan jerih payah. Aku merasa Yesus mempelaiku, Ia ada di hatiku. Setiap hari aku bergulat dengan-Nya. Ia memberikan semangat dan kekuatan untuk melaksanakan ujian Allah.Walaupun aku menikmati keperihan namun iman akan Kristus membuat aku mampu menelan rasa pahit menjadi rasa yang manis.

      Tiba masanya Sang Mempelaiku akan menangkap aku untuk merasakan kehangatan pelukan-Nya, dengan dipanggil menjadi seorang suster. Namun aku disuruh Mempelaiku ”Turunlah dari gunung Tabor ini. Selama engkau di dunia ini, marilah bersama-sama dengan-Ku memikul salib dari Yerusalem menuju ke Golgota. Kusadari dengan menjawab panggilan Tuhan, harus melalui proses pembinaan. Masa Aspiran, Postulan, dimana aku mengalami tantangan dan godaan yang hampir membuat aku putus asa namun aku bersyukur Tuhan menguatkan panggilanku dan berkat ujian dan cobaan aku mempunyai pengalaman yang menjadi kekuatan bagiku. Kini aku dalam proses pembinaan di Novisiat yang tantangannya lebih berat dari Aspiran dan Postulan. Namun aku kuat bila hidup doaku kuat.

      Melalui doa aku mampu membaharui diri dari hari-kehari. Berjuang dalam hidup berkomunitas, mampu mengampuni dan memahami serta saling mencintai dan menghargai, hal ini yang membuat aku semakin mengenal arti panggilan hidupku, membuat aku betah  dan mampu bertahan.

Semua Karena Cinta
Sr. Maria Hoke

Tuhan telah membentuk aku dalam rahim Ibuku…
Engkau menjaga dan melindungi aku…
Sampai aku bisa melihat indahnya dunia ini…
Dengan sabar engkau mengajarkan aku berjalan…

Aku yang tak bisa berjalan, sampai aku lepas dari peganganmu dan
aku berjalan dengan usahaku sendiri… Menyuapi aku…
Sampai aku tahu  betapa susahnya mencari sesuap nasi…
Engkau menghapus air mataku disaat aku sedih…

            Sekarang aku harus menghapus air mataku sendiri…
            Dulu engkau tahu aku bersedih dan Engkau menghiburku…
            Sekarang aku harus menahan luka demi menghibur orang lain…
            Dahulu saat aku terluka engkau mengobatiku…
                               
                        Kini …
            Aku harus berdiri diatas kakiku sendiri…
            Langkah demi langkah harus kutempuh bersama Engkau…
            Tak perlu mencari…
            Percaya pada diri saya sendiri…
            Karena apa yang menjadi keinginanku, Tuhan pun mengetahuinya..


Perjalanan Hidup.
Sr. Bertha Onyaresepan

Ketika aku keluar dari rahim ibu ku
Aku merasakan ada yang berbeda
Ketenangan dan kenyamanan membuat aku
Merasa tenang dalam kandungan ibuku

Waktu dan hari pun berganti
Bulan dan tahun pun berubah
Umurku mulai bertambah, yang dulunya
Aku terjatuh selalu ada yang megangkat
Kini aku sendiri yang harus berani mengangkat diriku

Yang lampau aku di gendong saat jatuh
Kini aku belajar untuk berani menginjak karang
Yang lampau aku di belai saat menangis
Kini aku belajar menjadi wanita yang mampu untuk menghapus air mataku sendiri.

Keras ataupun tajam
Manis atau pun pahit
Itulah kehidupan, itulah dunia, itulah mereka
Yang terpenting dan yang pasti
bahwa perjuangan dan pengalaman itu indah

Yang kejam dan yang lembut
Yang jelas bahwa itulah
Proses perjalanan hidup ku
Dan yang terpenting dan terindah
bahwa Tuhan tetap mencintai dan menerima ku sampai saat ini.


            Oh Tuhanku
          Sr. Natalia Muti

Aku adalah ciptaan-Mu
Engkau sangat mencintai aku melalui kedua orang tuaku.
Engkau membentuk aku, menghiasi dan mendandani aku
semenjak aku didalam kandungan ibuku, kini aku telah
dilahirkan menjadi seorang wanita yang utuh.

            Tuhan…….
Engkau tahu segalanya didalam hidupku semenjak aku  
didalam kandungan ibu aku telah mengalami luka-luka  
yang ada didalam hatiku  hingga saat ini. Tetapi Tuhan
tak seorangpun tahu dalam hidupku hanyalah Engkau yang
tahu.  Kini Engkau telah memilih aku menjadi pengikut-Mu
sehingga Engkau menyembuhkan aku melalui bimbingan-Mu pada masa pembinaan ini.

            Tuhan…….
aku bersyukur ketika Engkau menyembuhkan aku.
Kini aku merasa ringan bagaikan air yang tenang membawa
kesejukan bagiku
Tuhan didalam hidupku yang setiap hari aku jalani
bukan saja permainan tetapi bagiku adalah perjuangan
untuk bisa mencapai tujuan hidupku.


AKU
Sr. Clara Vebiola

Sembilan bulan aku berada di tempat yang hangat, dan gelap yahh. itulah rahim mama. Aku hidup dengan satu saluran pernafasan, dan satu denyutan jantung dengan Mama.
  Aku menggerakan tubuhku sampai mama merasakannya kurasakan sentuhan hangat dan bisikan-bisikan lembut terdengar di telingaku. Saat tiba waktunya, aku keluar dari tubuh mama…
   Aku rasakam hembusan nafas kehidupan yang dulunya kurasakan bersama mama, saat aku berada di rahimnya.
Pertanda bahwa aku memulai hidup baru.
Ku rasakan pelukan hangat dari kedua orangtuaku, aku melihat cahaya yang begitu terang.
     Hari demi hari, tahun demi demi tahun. Aku semakin bertumbuh
Ku lewati masa-masa yang penuh dengan tawa dan air mata
Kadang aku merasa tidak mampu, ketika aku kehilangan harta yang paling berharga dalam hidupku,
Tetapi sang Penyelamat datang, Ia memberikan aku orang-orang yang menemani dan merawatku.
    Yah mereka Kakek dan Nenek, yang merawat, dan memberikan cinta padaku. Aku menyadari banyak pengalaman pahit yang aku rasakan, tapi pengalaman pahit itu membawa aku pada rasa manis, ketika aku menyadari, bahwa Sang Penyelamat itu selalu datang ketika aku merasakan pahit. Ia menjadi sapu tangan yang mengeringkan air mataku ketika aku menangis.
     Ia selalu mengulurkan tangan-Nya ketika aku jatuh
Ia selalu setia walau aku selalu berpaling... Dialah Yesus.
Dan sekarang aku persembahkan hidupku kepada Sang Penyelamatku..


Sr. Rosalina


            Hidupku bagaikan roda yang berputar  terkadang saya                  berada di atas dan kadang pula saya berada di bawah
Demikian perjalanan hidupku hingga saat ini, dulu
saya tidak pernah bermimpi untuk menjadi seorang suster
tetapiTuhan punya rencana tersendiri dalam hidup saya

   Dulu saya sering menangis dan cepat sekali merasa malu              dan sedih kini saya mulai mengikis  kesedihan itu dan                      mengubahnya menjadi senjat yang akan membuat saya                    semakin    maju Saat ini saya sudah memakai kerudung
        dan berada dalam rumah pembinaan untuk menjadi seorang              suster. Hari demi hari saya lalui bersama-sama dengan teman          –teman saya dari berbagai daerah  dan budaya yang berbeda-            beda dan usiapun yang berbeda.
   Perjumpaan dengan mereka tidak pernah

saya mimpikan dan bayangkan  selama ini.
Tetapi Tuhan sungguh luar biasa karya-Nya  dalam diri saya,
Ia membuat saya seperti awan  yang menghiasi langit dengan          pancaran kasihnya, dan saya merasa berharga dimata Tuhan,            Terima Kasih Tuhan.




* REFLEKSI NATAL DAN TAHUN BARU 2019


SUASANA DI AKHIR TAHUN 2018
Oleh : Post Maria Priscila Bano


      Tahun yang penuh kenangan akan berakhir. Mengakhiri tahun 2018, kami para postulan bersiap-siap untuk menyanyi pada malam perpisahan tahun di kapel Gunung Maria Tomohon pada pukul 19.00. Situasi dan suasana akhir tahun kali ini merupakan hal dan pengalaman baru bagi saya dimana kami diberi banyak kesempatan untuk meluangkan waktu merenung dan mengenang kembali sertiap moment dalam kasih Tuhan yang dialami sepanjang tahun yang akan berakhir ini. 
      Dalam mengenang pengalaman ini, saya juga bersyukur dan senang karena merayakan tahun baru bersama teman–teman yang dari berbagai daerah, juga suster pembimbing. Saya sungguh-sungguh merasakan kasih Tuhan melalui mereka semua karena mereka adalah keluarga baru saya di tempat yang baru pula. Begitu banyak canda tawa yang selalu kami rasakan bersama.
       Disamping itu, kami diberi kesempatan untuk merayakan tahun baru bersama adik–adik yang berada di Panti sosial Tuna Grahita (SLB). Suasana dan situasi yang menyenangkan ini membuat kami bersukacita dan bergembira..
          Detik–detik terakhir di tahun 2018, saya bersama para suster dan adik–adik di SLB berhimpun bersama untuk berdoa; mensyukuri pengalaman–pengalaman yang sudah kami alami, baik buruk, suka maupun duka, untung–malang, keberhasilan dan kegagalan. Semua kami syukuri karena ini adalah rencana dan anugerah Tuhan. Sementara dalam suasana hening, tenang dan teduh terdengar suara petasan di udara yaitu bermacam-macam kembang  api yang di susul oleh bunyi lonceng gereja yang menandakan tahun 2018 berakhir. Sungguh suasana yang membawa suatu kebahagiaan  dalam mengawali tahun baru yaitu tahun 2019.
          Semoga di tahun baru ini, saya lebih setia dalam meniti panggilan suci  dan pengalaman–pengalaman yang buruk bisa saya tinggalkan sedangkan  yang baik saya tingkatkan. Saya ingin selalu mendengar sapaan Tuhan agar saya boleh menjadi pribadi yang terbuka dan dewasa dalam iman.


PANGGILAN ALLAH UNTUK MENJADI SAHABAT–NYA
Oleh : Post Valentina Tungka

      Yesus memanggil dua belas rasul untuk mendampingi-Nya. Mereka dibina agar siap untuk diutus dan juga diberi kemampuan untuk mengusir setan. Sebelum memilih kedua belas rasul Yesus terlebih dahulu berdoa kepada BapaNya. Sama seperti para rasul saya juga di panggil secara khusus untuk hidup bersama–sama dengan Tuhan untuk melanjutkan karya keselamatan-Nya. Oleh karena itu saya tidak perlu takut dan cemas dengan kekurangan yang saya miliki karena saya percaya Tuhan yang memanggil saya akan mengubah saya sesuai dengan kehendak-Nya.
        Kehendak Tuhan dapat dipahami atau dimengerti lewat setiap peristiwa yang saya jumpai, khususnya dalam keheningan dan kesunyian. Di dalam kesunyian, setiap orang mampu melihat wajah kehidupan, dan dalam keheningan, kejernihan kita juga dimampukan untuk memandang wajah Allah.
       Sebagai orang yang dicintai Allah, tidak ada alasan untuk sedih apalagi menyesal dalam mengambil keputusan untuk menanggapi panggilan Tuhan. Saya masih mampu tersenyum meskipun terkadang air mata tetap mengalir. Untuk apa merasa susah? Tuhan Yesus sendiri telah lebih dahulu merasakan kepedihan, kesedihan, ketakutan bahkan menderita dan mati di kayu salib. Disinilah kekuatan saya untuk menyatukan hidup dengan penderitaan dalam salib Kristus.
       Allah ingin agar setiap umat-Nya terlebih khusus umat pilihan-Nya menjadi sahabat Allah yang setia pada panggilan dan pilihan hidup–Nya. Panggilan Allah merupakan anugerah dan misteri. Panggilan Allah tidak akan pernah selesai sampai kita menghembuskan napas terakhir yakni kematian.


MEMIKUL SALIB BERSAMA YESUS
Oleh: Post Maria Kristiana Gisi

     Tidaklah mudah menemukan dan mengalami bahkan merasakan bahwa untuk mencari Tuhan itu gampang. Banyak yang harus dilalui. Jatuh bangun yang saya rasakan selama berada di tempat pembinaan bukanlah sesuatu yang mengenakkan atau sebagai halangan tetapi menjadi cambuk bagi saya untuk lebih setia mengikuti Yesus dalam jalan salibNya. Terkadang perasaan ingin meninggalkan panggilan juga ada, namun dengan kekuatan doa saya diteguhkan kembali.

     Kehidupan ini ibaratkan jalan yang berliku–liku, berbatu, lurus atau bahkan berlubang. Sama halnya dengan kehidupan yang saya jalani hingga saat ini, terkadang ada sedih, senang,  susah, namun semuanya merupakan suatu pembelajaran bahwa saya harus lebih bertanggung jawab pada panggilan. Maka dari itu saya belajar untuk menjalani hidup ini dengan santai tetapi pasti. Tantangan dan cobaan tetap ada tapi hal itu menjadi  cambuk untuk berjalan bersama Yesus.


SUKA CITA NATAL
Oleh : Post Maria Reong

        Suasana Natal di tahun 2018 sangat luar biasa bagi saya karena saya mempunyai waktu yang penuh untuk Tuhan. Natal tahun ini merupakan suasana yang lain dengan Natal sebelumnya, yaitu bahwa saya mengalami sukacita Natal dengan menyambut kelahiran Sang Juruselamat yang telah datang ke dunia dengan hati yang damai dan tenang.
      Sukacita itu menjadi suatu kebahagiaan yang saya bagikan bersama teman-teman teristimewa kepada adik-adik di Panti Sosial Tuna Grahita Tomohon..
Saya sangat bahagia bertemu dengan mereka, karena saya melihat begitu banyak sukacita yang mereka miliki dibanding saya. Mengapa?  Karena di dalam diri mereka terpancar kasih dan kebaikan Tuhan. Meskipun mereka kurang sempurna tetapi kehadiran mereka dapat memotivikasikan hidup panggilan saya. Tawa, canda, kepolosan dan keterbukaan mereka membuat saya semakin mencintai panggilan. Sesulit apapun rintangan yang ada pasti ada jalan keluar jika saya dekat dengan Tuhan. Saya semakin menyadari bahwa itu semua memiliki makna yang terindah.
    Pada saat bercanda bersama mereka, kebersamaan terjadi dengan sendirinya. Mereka merupakan keluarga besar saya dan mereka adalah titipan Tuhan untuk hadir di tengah-tengah semua orang yang ingin membagi kasih sayang kepada mereka.
Kepolosan, kepekaan, rajin, sederhana, trampil, taat pada peraturan atau bahkan saling menolong satu dengan yang lain, dan sebagainya menjadi alat pemotivasi bagi saya. Terimakasih Tuhan.

KEHENINGANKU
Oleh: Post. Lusia Semi

          Dalam keheningan Tuhan hadir dalam diri setiap orang.dan di dalam keheningan ada cinta yang terselubung, Cinta itu datang bukan melalui orang lain melainkan melalui suatu misteri yang indah.
          Misteri itu ialah misteri kehidupan. Seseorang akan tahu apa arti hidupnya. Ketika saya merenungkan didalam keheningan, kehidupan saya seperti ditelan waktu yang senantiasa berganti. Didalam keheninganlah saya menjalin relasi yang baik dengan Tuhan. Relasi yang baik tersebut membuat saya mampu bertahan didalam menjalani hidup panggilan, dan hidup panggilan tersebut diumpamakan seperti tetesan air yang mengalir, dan tetesan air itulah yang  diartikan sebagai “Rahmat Allah” yang terus mengalir tiada hentinya. Aliran itu membuat saya mampu menguasai dan mengenal siapa diri saya.
          Terkadang “Rahmat Allah” bertentangan dengan suara hati saya, itulah sebabnya mengapa saya selalu menjaga keheningan. Keheningan bukan berarti diam atau tak bersuara, melainkandalam keheningan saya mendengarkan bisikan Tuhan yang membawa sukacita dalam kebenaran
      Jika seseorang sungguh memaknai hidupnya dalam keheningan niscaya ia akan mampu membangun relasi yang baik dengan Tuhan dan sesama, dan akan menjadi pribadi yang dewasa akan iman dalam Kristus.
      Dengan membangun relasi yang baik, saya harus hidup menurut Semangat Kristus, karena semangat Kristus yang tetap bernyala dan berkobar-berkobar akan membuat saya mampu untuk melewati berbagai macam arus pencobaan.
    Tetapi saya tahu dan yakin bahwa saya tak berjalan sendirian. Kadangkala semangat saya hilang karena seringkali saya mengalami kegoncangan dalam menjalani panggilan hidup yang membuat saya gampang putus asa atau putus harapan.
   Dengan kegoncangan hidup inilah  saya di bentuk menjadi pribadi yang kuat dan mandiri, pribadi yang awalnya lemah dan tidak tahu apa-apa tentang arti hidup ini. Namun seiring berjalannya waktu yang begitu singkat saya mampu melewatinya. Inilah bisikan Tuhan yang dapat mengubah hidup saya, hidup yang penuh  dengan tantangan namun akan membuahkan hasil yang baik dan ini semua membutuhkan perjuangan dan kesabaran yang penuh.




*Pertolongan yang Utama dan Terutama*
Oleh: Post. Klaudia Fonisunta

     Sewaktu saya masih SMA kelas 3 semester 1, saya terserang penyakit yang tak kunjung sembuh. Awalnya saya terserang gatal-gatal dibagian leher saya, dan saya berfikir bahwa itu hanyalah gatal-gatal biasa saja dan mungkin akan sembuh dengan sendirinya. Tetapi apa yang saya pikirkan itu salah, sebab gatal-gatal tersebut awalnya hanya dibagian leher saya dan kini mulai menjalar keseluruh tubuh. Bukan itu saja, selain terkena gatal-gatal saya juga terserang penyakit bisul.

       Walaupun saya sudah berobat berkali-kali dan saya juga sudah mengikuti resep obat yang diberikan oleh dokter, tetapi penyakit yang saya derita tidak kunjung sembuh, malahan makin parah dari sebelumnya. Pada suatu hari saya tidak pergi ke sekolah karena penyakit yang saya derita tersebut, ditambah lagi saya terserang sakit gigi yang membuat badan saya terasa panas.

      Karena saya sudah tidak mampu lagi dengan penyakit yang saya derita, akhirnya saya meminta pertolongan pertama dan utama yaitu dari Tuhan kita Yesus Kristus, karena saya percaya bahwa Ia akan mengabulkan setiap doa orang beriman.

     Di dalam doa, saya hanya bisa mengeluh kepada-Nya akan penderitaan yang saya alami. Saya mengatakan kepada-Nya; bahwa saya sudah tidak sanggup lagi dengan cobaan yang Ia berikan kepada saya dan saya hanya bisa menangis dan meratapi tubuh saya yang penuh dengan luka-luka.

          Setelah beberapa hari kemudian, luka-luka yang ada diseluruh tubuh mulai menghilang perlahan-lahan, dan saya merasa bahwa Tuhan telah mendengarkan doa dan keluhan saya.Ia telah memberikan pertolongan, sehingga saya mendapat kesembuhan yang total yang berasal dari pada-Nya.

Pesan:
       Jika kita berdoa dengan sungguh hati dan kita percaya kepada-Nya, maka kita akan diselamatkan. Karena setiap doa yang kita sampaikan akan didengar dan dikabulkan-Nya. Doalah yang mampu merubah segalanya karena doa adalah nafas kehidupan.Terimakasih Tuhan.


A Christmas Gift
(Post.Maria Agustina Silalahi)

Before we celebrate the Christmas day, we the postulants sent the Christmas gift to SJMJ Noviciate Community. Me and my friend went to Noviciate to deliver the Christmas gift. It was a big box with a hole and the inside of the big box was chicken.

On the way to Noviciate, I told to chicken that; “when we arrive at Noviciate don’t make noisy, please!” so when we arrived there the chickens was silent.

At Noviciate, the sisters who received the gift was not Sr. Hildegardis as a novice mistress, but Sr.Clara as a novice. In joking way i told her that; “while waiting to Sr. Hildegardis come back, please put it in a refrigerator.

In this experience I had reflected, that how will I imagine if  the chicken I put it in refrigerator, what will happened with the chicken? Sure, it will be in trouble.

It is like with my self, when I to be in a new situation I will feel terrible too and how to face it; I must become normal again in order that to begin with new life, I should not be afraid.



The Feast Of Mary The Mother Of God
(Post. Susantiana Abuk)

I am happy and grateful for the grace I had experienced last year. I am grateful to God for having given me the opportunity to live together in the religious life and hopefully this year I will further pursue God’s call. What a beautiful chance that today I can celebrate the feast of Mary the Mother of God.

At the beginning of this new year, I was convinced that God had made me a peaceful plan for me. I am sure that whatever events I will meet both pleasant and unpleasant or troublesome he will surely lead me to safety and prosperity. His presence in me and in the universe makes everything good and beautiful. Even the thorny bushes don’t burn because of the presence of God.

At the beginning of this new year, I also want to learn from the humble, simple, loyal, and openness of Mother Mary.

O Lord, I thank you because you have a beautiful plan for me. Make my heart long to stare at your face and realize your presence in the journey of answering your call. God do not turn your face away from me.



My Peaceful Heart
(Post. Maria Fabiola)

When I feel anxious,
I swing my steps towards Jesus in the chapel
I kneel and bow before Him
I began to exclaim and search
I close my eyes and try to get within me
As soon as I felt the greetings of His love
Which made my heart peaceful
He shouted at me ….
Don’t be anxious…
Hope in me and follow me…
And you will receive my peace and Glory forever.
The words of God has inspired and wishered me…
Now…
I feel the love God in the silent of my heart…
Now…
His peaceful is remain deeply and led me to a green peaceful.


Christmas Day 2018
(Post.Christy Pajouw)

      Christmas day 2018 is  special day for me. I said special, because I have special sense. The first, I reflected was the mystery of Christmas day of  Jesus Christ. For by the Christmas I can reflect the grace of God in my vocation as nun candidate in the light of Christmas. Secondly, I reflected and gave thanks to God for His vocation that given to me. In the light of Christmas I thank God for all His goodness in me and all people.

         Mean while in new year eve we gave special thanks to God in our prayers. I and my friends reflected on our journey Not only give thamk for the birth of Jesus Christ, I also reflected  all my weaknesses wich can be stumbling block to the grace of my vocation. I consider that I am weak in so many things,  I prayed so that he will strengthen me to change my self better and committed to do it in my prayers. On Christmas day I also prayed for my family, my parents, and for my classmates in Postulancy, and for all people that I loved. In front of the manger I prayed for my sins and for all sins of my friends and ask for renewal of my life become better. Through out 2018. Honestly I have to confess that I have reflected all things had happened in my life.

            In the year eve, too. I also reflected on my self. Beside these I commited my life to God for 2019. I hope that everything will become better than before. In new year I have a dream for the year 2019. I believed in God that he will give best blessing to all our beings.



Prayer How To Be Myself
(Post.Maria Goreti Beka)

       Lord, help me to know you, to know your will.
Let your light shines upon me so that, whatever I do it will please you and it shown in my daily life.
     Help me to believe that your plan is wonderful and I am nothing without you.
Lord, I know this life is a journey towards you and it is a long process. Do not let me fall in to temptation but let me be brave to here on.
     Give me wisdom to hear your holy call, more than that, give me peace in my mind and heard strengthen and bless me. Guide me in your path and be my guide.


He loves me more than I understand
(Post. Maria Magdalena Mutik)

     A word “FAITH” is a word that easy to pronounce but it difficult to apply in my daily life. Looking for and searching to a loyal people it is also not easy. Sometimes without my understanding there are couples of eyes who always watch over me.


      When I sad he came to console me, when I am sick he cares of me, when I am weak he gives me strong. And when I am lonely, he always there to comforts me Him, although I sometimes did not appreciate it. What I have is a blessing from Him. His love is without end become He calls me to be His spouse. We are one and there is nothing can separated me. Thank you Jesus, you loves me more and more. I am very happy because You loved me, although You are invisible but your call love forever and ever.






Happy Birthday
Maret
2
Sr. Consolata Lenok
3
Sr. Veronica Langie

Sr. Clara Liling

Sr. Margaretha Poluan
5
Sr. Yoseo Mandagi

Sr. Josephinia Tandayu
6
Sr. Elisabeth Saba
7
Sr. Shirley Rory
9
Sr. Yosepha Karamoy

Sr. Josephina Solon, Sr. Wenefrida Siabi
12
Sr. Odilia Wenas (Sta. Anna Lembean)
13
Sr. Adelitha Pantow
15
Sr. Ulfrida Lempang
17
Sr, Veronika Haryati
19
Sr. Yosepha Bauk

Sr. Anna Wa' Dau
20
Sr. Dominico Savio Kaparang
21
Sr. Priska Widiantari
24
Sr. Gabriella Gowa Keytimu
25
Sr. Huberta Padeng, Gabriella Gowa Keytimu
26
Sr. Lidwina Basselo
28
Sr. Maria Lina Lunemo


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LAVITA DOLCE EDISI 2021

  LAVITA DOLCE   JUNI 2021     https://noviciatesjmj.wordpress.com/ https://noviciatesjmj.wordpress.com ...