* Pekan Psiko-seksual
* Seorang Religius yang berintelektual
* Menata pola pikir
* Pribadi yang Sehat dan Dewasa
* Tercipta sebagai seorang perempuan
* Sadar bahwa saya adalah seorang suster
* Membangun relasi dalam hidup selibat
* Afeksi yang matang
* Relasi seorang religius yang sehat
* Tuhan memanggil saya untuk dijadikan sesuatu yang indah
* A Brighter Tomorrow
* My Jesus
* Are you have time to be happy??
* Jesus is coming
* Kronik
* Sadar bahwa saya adalah seorang suster
* Membangun relasi dalam hidup selibat
* Afeksi yang matang
* Relasi seorang religius yang sehat
|
* Hari Kemerdekaan RI yang ke 73
* Kamulah sahabatku * Tuhan memanggil saya untuk dijadikan sesuatu yang indah
* A Brighter Tomorrow
* My Jesus
* Are you have time to be happy??
* Jesus is coming
* Kronik
* Happy Birthday
* Program Pembinaan
Seorang Religius yang berintelektual
SAPAAN REDAKSI
Para pembaca yang terkasih salam jumpa
di edisi Lavita Dolce ketiga di tahun ini. Lavita Dolce bulan ini berisi
tentang refleksi hari Kemerdekaan, refleksi Pekan Psiko-seksual Novis II, refleksi
tentang hari kemerdekaan RI yang ke 73, dan refleksi-refleksi pribadi, dan
refleksi yang diterjemahkan dalam bahasa inggris.
Seiring berjalannya waktu,
semua peristiwa hidup semakin bermakna, dan semua itu karena kesadaran akan
kasih setia Tuhan yang selalu menyertai kita semua.
Sr. Meylani Wondal
Syukur atas kasih Allah yang senantiasa saya terima di dalam
hidup saya. Ada begitu banyak hal yang telah saya terima yang berasal dari
kemurahan hati Allah lewat Kongregasi dan suster pembimbing. Kurang lebih 5
hari, saya diberikan kesempatan untuk mengikuti pekan Psiko-Seksual bersama
Pst. Mourice Loru, MSC, yang merupakan tantangan tersendiri bagi saya karena
beliau adalah seorang Imam. Saya bersyukur karena dari situ saya mampu menguji
kedewasaan afeksi serta kemampuan berpikir saya dalam hal seksualitas. Melalui
pekan ini saya menyadari dan mensyukuri hidup saya karena diciptakan sebagai
perempuan yang berharga, bernilai dan bermakna. Terlahir sebagai manusia yang
sempurna dan utuh yang tidak akan pernah terpisah dari kehidupan seksualitas.
Ketika mendengar kata seksualitas bagi saya secara pribadi merasa tertantang! Namun, dibalik itu ada 4 pilar penyangga
yang harus saya tanamkan didalam diri sebagai pegangan/bekal rohani sebagai
seorang religius yang berintelektual, memiliki jiwa pastoral, spititual dan
manusiawi, karena saya memiliki tubuh yang indah dan sebagai manusia biasa yang
memiliki t seksual dalam diri. Hidup itu saya ibaratkan seperti akrobat yang
harus memiliki keseimbangan untuk mencapai kesempurnaan. Begitupun hidup saya
harus memiliki keseimbangan dari berbagai aspek, dan dituntut untuk matang
secara seksual. Kematangan dari segala aspek ini menjadi modal bagi saya untuk
siap diutus, siap untuk menjadi pembawa sukacita dan melayani sesama, karena
dari hari ke hari saya mengalami bahwa saya menjadi manusia baru dan memaknai
setiap peristiwa pengalaman hidup. Materi terakhir dalam pekan, saya dihantar
untuk belajar dari Paulus yang menjadi pelayan dan hamba Tuhan oleh karena
kehendak Tuhan sendiri. Saya pun sadar bahwa saya terpanggil untuk Tuhan dan
sesama. Untuk itu saya harus mempersembahkan diri saya seutuhnya kepada Tuhan
dengan tetap setia.
Menyadari Diri dan Relasi dalam Hidup Membiara
Sr. Agatha Jessica
Kaum Religius dan biarawan-biarawati yang hidup tidak menikah,
hidup berkaul keperawanan adalah manusia biasa. Karena seksualitas adalah
bagian dari hidup saya sebagai manusia. Seksualitas manusia, bagaimana saya
membutuhkan orang lain. Karena itu saya pasti punya keinginan untuk membangun
relasi dengan orang lain dan Tuhan sendiri. Relasi itu yang perlu saya
kembangkan karena saya mau menjadi seorang biarawati. Seksualitas manusia tidak
hanya dimemgerti dalam masalah biologis, tetapi didalamnya termasuk pesan bagi
manusia. Dalam persoalan seksualitas, saya harus terbuka satu dengan yang lain
atau teman yang saya percayai. Tubuh saya mengalir seks, karena saya adalah
manusia normal. Namun bagaimana saya mampu untuk mengendalikan dan
menyadarinya. Seksualitas tidak mengenal umur.
Walaupun sudah dianggap tua, namun rasa
seksualitas masih ada, dan merupakan perjuangan seumur hidup. Maka saya sebagai
seorang religius harus peka dan harus menjaga hidup panggilan suci ini. Saya
menyadari bahwa dalam diri saya muncul dorongan seksualitas baik pada saat
sebelum menstruasi maupun saat-saat subur. Semuanya tergantung dari pribadi
saya, bagaimana saya menyadarinya, dan tahu menempatkan diri dan bersyukur
bahwa saya manusia normal.
Saya harus sadar bahwa saya memilih
panggilan untuk menjadi seorang biarawati dengan resiko tidak kawin demi
Kerajaan Allah. Semoga lewat pekan seksualitas ini, saya semakin sadar akan
tantangan hidup membiara saat ini, yang semakin besar. Semoga saya semakin
terbuka dan tahu menempatkan diri serta tahu menjaga diri, karena saya mau
setia kepada Tuhan dengan menjadi seorang biarawati dalam Kongregasi
Suster-suster JMJ.
Menata pola Pikir
Sr. Agatha Ilu
Syukur pada Allah atas kasih dan
cinta-Nya yang selalu saya rasakan selama sepekan mengikuti pekan
Psiko-seksualitas. Selama sepekan mengikuti pekan Psiko-seksualitas, banyak hal
yang saya dapat dan semakin membuka cakrawala berpikir saya.
Dalam kehidupan membiara, masih banyak biarawan dan
biarawati atau religius yang sangat menutup diri dan menolak hal-hal yang
berkaitan dengan seks. Secara keras mereka mengatakan tidak dan menjauh dari
lawan jenis mereka. Mereka berpendapat bahwa hidup suci dapat diraih jika
mereka mematikan rasa perasaan dan dorongan seksual mereka. Inilah yang disebut
dengan aseksual. Adapula biarawan dan biarawati atau religius yang cukup berani
untuk mengungkapkan seksualitasnya termasuk dalam pelampiasan dorongan seksual
mereka. Mereka ini sering disebut Hyperseks. Jelas kedua tipe ini tidak baik.
Dari pekan Psiko-seksualitas, saya bersyukur karena saya
diarahkan dan boleh menata kembali pola pikir saya mengenai seks dan seksualitas.
Pada umumnya seks itu porno, tabu, tidak sopan dan bukan untuk kalangan
anak-anak. Bagi golongan biarawan dan biarawati atau religius, seks itu pasti
berawal dari pengalaman cinta, sehingga sering kali cinta itu di sangkal. Tapi
saya belajar untuk mampu menyadari dan menerima perasaan tersebut. Bagi saya,
cinta bukanlah suatu hal yang salah yang muncul tiba-tiba didalam hati. dari itu
semua, saya menyadari bahwa saya adalah manusia yang normal dan semua bagian
dari tubuh saya memiliki kaitan dengan seksualitas.
Seksualitas adalah anugerah dari Allah sendiri. Allah pun
adalah sosok pencinta yang universal. Saya belajar untuk mampu mencintai semua
orang dengan cinta Altruis. Harus mampu untuk mempersembahkan kembali diri saya
secara utuh kepada Alla, melalui pengabdian yang tulus pada sesama.
PRIBADI YANG SEHAT DAN DEWASA
Sr. Maria Sondakh
Selama kurang lebih lima hari saya
mengikuti pekan Psiko-seksual, saya sungguh sangat bersyukur, karena melalui
pekan ini saya diingatkan terus bahwa betapa indahnya tubuh saya ini. “Saya
diciptakan karena cinta, dan karena cinta saya diciptakan”. Saya diciptakan
karena adanya hubungan seks antara papa dan mama saya, dan karena itu pun dalam
diri saya terdapat seks yang harus disadari secara sehat dan dewasa.
Sebagai seorang wanita yang terus bertumbuh secara dewasa,
tentu saya mempunyai dorongan seksual. Namun, itu semua perlu dan harus saya
sadari dengan baik, agar ketika ada dorongan/keinginan yang muncul, saya mampu
mengolahnya dengan baik, sebagai seorang religius.
Dalam menjadi seorang biarawati yang berkaul, saya secara
pribadi mempelajari kaul kemurnian dimana saya mempersembahkan seluruh tubuh,
hati dan pikiran saya hanya kepada Tuhan dan membiarkan Tuhan terus bekerja
dalam diri saya. Karena kaul kemurnian adalah kunci dari seluruh panggilan
hidup saya saat ini. Karena itu jika keinginan kedagingan saya muncul, saya
perlu harus menyadarinya, dan mensyukurinya agar dapat mengolahnya dengan baik.
Tercipta sebagai seorang perempuan
Sr. Petra Gareso
Hmm… Melalui pekan Psikoseksual ini,
saya dapat menyadari betapa saya berharga, bernilai dan bermakna. Saya terlahir
oleh karena cinta dan saya terpanggil untuk membagikan cinta yang tulus kepada
sesama. Berbicara tentang seksualitas, kini bukanlah menjadi suatu hal yang
tabuh bagi saya, tetapi semakin menghantar saya pada titik penerimaan diri
sebagaimana adanya saya diciptakan sebagai seorang perempuan.
Membangun relasi yang mendalam dengan Sang Pencipta akan membantu saya untuk berani berelasi dengan siapa saja
sebagai makhluk sosial, namun saya harus tahu menempatkan dan membawa diri saya
sebagai seorang religius dan dapat menahan diri ketika dorongan seksual itu
muncul, melalui berbagai cara yang positif sehingga tidak terjadi penyimpangan
seksual dan trouble maker dalam
komunitas.
Berusaha dan berjuang untuk
menyeimbangkan kepribadian, baik dari aspek biologis, psikologis, sosial dan
spiritualitas agar saya bisa matang secara seksualitas. Kematangan seksualitas
dapat tercapai, jika saya matang secara afeksi.
Fighting Petra… Jangan pernah takut dan cemas, tapi harus semakin
bijaksana.
Sadar bahwa
saya adalah seorang suster
Sr.
Elisabeth
Saya bersyukur dan berterimakasih
kepada Tuhan melaui Kongregasi dan suster pembimbing yang memberikan saya
kesempatan untuk mengikuti pekan Psiko-seksual, bersama Pastor Mourice Loru,
MSC. Melalui pekan, saya banyak berefleksi bahwa saya seorang manausia
sekaligus wanita yang memiliki seksualitas dalam diri. Seksualitas berarti
menyangkut keseluruhan tubuh, itu artinya bahwa saya mengikuti panggilan Allah,
maka saya harus mempersembahkan diri, hati dan pikiran saya seutuhnya kepada
Allah.
Jujur sebelum mengikuti pekan
Psiko-seksual, saya merasa takut untuk berelasi kedepannya apalagi dari
pengalaman-pengalaman yang di sharingkan oleh suster pembimbing dan juga oleh
pastor. Awal mengikuti pekan ini saya deg-degkan, gugup, malu, takut. Namun
setelah mendapatkan materi, arahan dan tuntunan pertama-tama dari suster
kemudian pastor, membantu saya membuka cakrawala berpikir saya, bahwa hidup
selibat dan berelasi itu indah. Yang penting saya tahu mengontrol diri saya,
sadar bahwa saya adalah seorang suster, terlebih khusus harus membangun relasi
yang erat dengan Allah dalam doa, karena ketika fondasi doa saya kuat maka,
saya tidak mudah jatuh, rubuh dalam kesenangan sesaat atau kenikamatan sesaat.
Seperti yang dikatakan Yohanes Paulus
ke II “kita tidak menggunakan tubuh kita untuk kesenangan diri, tapi untuk
mencintai Allah melalui sesama. manusia diantar oleh Allah, maka saya sebagi
makhluk ciptaan-Nya yang dicintai oleh-Nya harus menjalai hidup panggilan-Nya
dengan baik.
Dan saya menyadari bahwa saya mempunyai
kemampuan mengetahui dan mencintai apa saja yang ada disekitar saya dan saya
menyadaari bahwa saya memiliki relasi yang eksklusif dengan Allah. Dan sayapun
memiliki kebesaan memilih (Freedom of
Choice) dan menentukan diri saya (Self
Determination) mau mengikuti keinginan daging saya saja, atau berani untuk
melawan keinginan daging dan terbuka terhadap bimbingan Roh Kudus, melalui
orang-orang pilihan Allah untuk membimbing saya.
Saya pun belajar dari Santo Paulus yang
bertobat dari segala kesalahannya dan akhirnya menjadi perpanjangan tangan
Kasih Allah. Dan saya menyadari bahwa saya pun seperti Paulus dengan masa lalu
yang pahit Allah memanggil saya untuk menjadi perpanjangan tangan kasih-Nya.
Saya belajar dari Paulus dalam mengikuti panggilan Allah. Paulus banyak
mendapat cobaan, tak diperhatikan, diabaikan, ditolak, merasa marah kecawa,
namun dibalik itu semua ia memiliki relasi yang intim dengan Allah sehingga ia
mampu lulus dalam cobaan itu. Dia tidak mempunyai dua tangan lagi dan kini dia
memiliki aku menggantikan dua tangan-Nya untuk melanjutkan karya kasih-Nya bagi
sesama dan alam ciptaan-Nya.
Membangun
Relasi dalam hidup Selibat
Sr. Klarisa
Ronga
Allah menciptakan kita sebagai manusia,
laki-laki dan perempuan menurut gambar dan rupa Allah sendiri. Sebagai manusia
ciptaan Tuhan, saya secara pribadi memiliki seksualitas yang normal dimana itu
semua tak pernah lepas dari kehidupan manusiawi dengan arti lain seksualitas
berkaitan dengan keberadaan diri manusia, sebagai pribadi yang diciptakan
Tuhan.
Saya menyadari bahwa saya memilki
kemampuan untuk mengetahui dan mencintai yang lain dan yang lain, dengan
kesadaran dan keberadaan diri. Dalam hidup selibat bakti mengatakan kepada
dunia bahwa manusia diciptakan untuk saling mencintai satu sama lain secara
tulus dan tidak mengasingkan seseorang dari sesama manusia karena selalu
meneladani Kristus.
Melalui pekan Psiko-seksual ini saya
menyadari dan bersyukur karena saya diciptakan sebagai perempuan yang berharga.
Saya terlahir sebagai manusia yang tidak sempurna tapi saya mempunyai organ
yang utuh yang tidak pernah terpisahkan dari kehidupan seksualitas. Selama
pekan ini ada 4 pilar yang menjadi pegangan bagi saya sebagai seorang religius
yang berintelektual, jiwa pastoral, spiritual dan manusiawi.
Ciptaan
Tuhan yang Istimewa
Sr.
Paulina
Saya bersyukur dan berterimakasih atas
berkat dan rahmat Tuhan, karena saya boleh mengalami dan merasakan betapa cinta
dan anugerah Tuhan itu nyata di dalam kehidupan saya. Melalui cinta dan
anugerah-Nyalah, pekan Psiko-seksualitas ini kembali disadarkan, diingatkan dan
melihat bagaimana pertumbuhan dan perkembangan Psiko-seksualitas saya yang
selalu bertumbh dan berkembang menjadi seorang wanita yang dewasa.
Awalnya pekan seksualitas ini membuat
saya takut dan gugup. Namun, setelah diikuti saya mendengar dan memahami hingga
berakhirnya pekan ini yang berjalan dengan baik sehingga sedikit demi sedikit
saya mulai mengagumi dan berefleksi bahwa “Allah itu sangat luar biasa bisa menciptakan
tubuh saya dengan begitu indah, unik dan istimewa dan memiliki fungsinya
masing-masing". Semuanya bertumbuh dan berkembang secara alami dan natural,
tanpa saya sadari dari sikap saya ini perlahan-lahan. Ada banyak hal yang saya
pelajari dan menambah ilmu pengetahuan saya, termasuk bahwa seks itu indah,
seks itu anugerah dan seks itu tidak salah. Saya sempat bertanya didalam hati
saya, ”berarti kita boleh melakukan seks secara bebas kapan, dan dimanapun
tanpa ada yang melarang." Ternyata itu semua salah, itu semua tergantung dari
dalam diri saya sendiri, pengalaman masa lalu, hormon dan lingkungan, serta
gaya hidup yang semakin lepas bebas. Semuanya baik adanya jika saya mampu
mengolah dan mengendalikan diri saya sendiri dan menyadari bahwa saya hidup sebagai
kaum religius yang menghayati kaul kemurnian.
Dan saya juga harus mampu menjaga
relasi antar teman sekomunitas di dalam hidup bersama, agar tidak timbul
hal-hal di luar jangkauan dalam pemikiran saya seperti melakukan hubungan
lesbian antara teman sekomunitas. Dan saya harus berusaha mengerti keadaan dan
suasana komunitas, bukan komunitas yang mengerti saya, agar tercipta komunitas
yang rukun, aman, damai dan saling mengasihi dan melengkapi satu sama lain
dalam komunitas.
Hidup doa adalah dasar dan fondasi
menjadi arah saya menuju hidup yang penuh syukur dan refleksi, serta adanya
perjuangan dan usaha agar saya mampu hidup berkomunitas yang sehat dan bermutu.
Penyerahan
Diri Secara Utuh
Sr. Manuela
Dalam peka seksualitas mendorong saya
untuk dapat mencintai dan membangun diri saya secara utuh, bagaimana saya
berpikir tentang seorang religius yang tidak mengalami seksualitas. Namun
dengan pekan seksualitas, saya membangun relasi lebih mendalam dengan diri saya
sendiri, dengan Tuhan dan sesama. Seksualitas menyangkut seluruh keberadaan
diri saya sebagai manusia yang diciptakan oleh Tuhan. Maka menyangkut
penampilan tubuh saya, bagaimana saya merasa aman dan bangga terhadap diri saya
sendiri melalui seksualitas membuat saya menjadi manusia secara utuh. Termasuk
didalamnya, tentu tubuh saya, pengertian dan penerimaan diri saya dan
mengembangkan perasaan saya bagaimana saya hidup bersama orang lain, bagaimana
saya bertindak dan menilai sesuatu dan bagaimana saya bersikap dan membangun
relasi dengan orang lain, terlebih khusus membangun relasi dengan Tuhan
sendiri.
Melalui pekan seksualitas ini
menyadarkan saya bahwa saya manusia biasa yang bisa merasakan seks kapan saja
saya mempunyai kesempatan, tapi sekarang saya sadar bahwa saya adalah seorang
religius yang menyerahkan diri seutuhnya untuk Tuhan termasuk tubuhku,
kermurnian hidupku harus kupersembahkan kepada Tuhan.
Dan dengan pekan Psikoseksulitas ini
semakin membuat saya semakin mencintai Tuhan. Dimana ada religius disitu ada
sukacita. Dimana ada sukacita disitu ada kegembiraan. Itu berarti saya harus
membangun relasi yang baik dengan Tuhan dan orang lain agar tercipta suasana komunitas
yang aman dan nyaman.
Afeksi yang matang
Sr. Rosaliani Tovan Waja
Awalnya saya berpikir, bahwa
sebagai seorang religius saya harus menjauhkan diri dari yang namanya seksualitas
ataupun seks. Saya tidak boleh berbicara mengenai hal itu pokoknya tabu bagi
saya.
Tetapi, Suster
mengatakan bahwa kita sebagai manusia yang bersumber dari cinta dan tidak akan
terlepas dengan yang namanya mencintai dan dicintai. Sebagai manusia yang
normal kita tentunya pasti akan mengalami yang namanya jatuh cinta.
Hal
ini merubah cara pandang saya, sehingga saya disadarkan dan diarahkan bahwa
seluruh badan saya adalah bagian dari seksualitas dan saya tidak akan terlepas
atau terhindar dari hal itu. Ketika mengikuti pekan seksualitas saya banyak
mempelajari dan mengolah afeksi saya sebagai seorang religius, saya harus tahu
membawa diri dan tahu menjaga. Saya boleh jatuh cinta, tetapi saya tidak boleh
terjatuh karena cinta.
Saya
pun belajar mengenai penyakit-penyakit yang dialami oleh sebagian orang dalam
kaitannya dengan seksualitas, misalnya: homo, lesbian, incest, gerotofilia,
pedophilia, masturbasi dan lain-lain, sehingga membuat saya lebih berhati-hati
dan mengolah diri dengan sungguh, sehingga mencapai kematangan afeksi.
Saya
pun diarahkan bahwa ketika afaksi saya tidak matang, saya akan menjadi seorang
religius yang problematik, maka saya harus terbuka dan jujur kepada seorang
pembimbing agar diarahkan dan dituntun ke jalan yang benar.
Akhirnya
saya bersyukur kepada Tuhan, bahwa saya diciptakan Tuhan sebagai makhluk
seksual, maka sebagai seorang religius saya harus mengalami tingkat kesehatan
spiritual dan seksual yang bisa berbuah dalam komitmen hidup selibat yang
bersifat pemberian diri yang seutuhnya kepada Tuhan. “I’m alone but not Lonely”.
Aku Matang, Aku Siap
Sr. Clara Desy Advenia
“Matang” seperti halnya, buah
sirsak yang ada di belakang kebun novisiat yang kelihatannya sudah agak sedikit
“lembek jika diraba” pertanda bahwa musim panen sirsak akan tiba, dan petugas
kebun (novis) siap memanennya, sedap rasanya jika menikmati buah hasil tanaman
sendiri.
Cukup
sampai disitu buah sirsaknya….. J
Sekarang
kita kembali lagi berbicara ”matang”. Setelah beberapa hari dalam pekan Psiko-seksualitas,
saya semakin mengenal keistimewaan menjadi seorang wanita, menghargai tubuh
saya sebagai ciptaan Allah yang luhur. Didalam pekan ini, saya dituntut untuk
menjadi wanita yang matang (dewasa). Dewasa berarti saya mampu menghargai tubuh
saya, dewasa membawa diri, dan mau membagi bakat dan talenta yang Tuhan berikan
kepada saya, lewat persembahan diri saya bagi sesama.
Matang
berarti juga orang yang sadar akan panggilannya dan mengenal keadaan dirinya
secara jujur. Suatu pertanyaan yang mengesankan: pernahkah anda jatuh cinta?
“Ya”. Apa yang anda lakukan sebagai seorang selibater dewasa?
1.
Jika anda merasakan hal seperti itu sadarilah.
2.bersyukur lewat doa, karena
masih memiliki perasaan yang
normal.
3.
Tetap konsisten dengan pilihan hidup.
4.
berelasi secara sehat, sebagai seorang selibator ditengah umat.
Seorang
teman berkata kepadaku “jatuh cinta wajar tapi jatuh cinta karena itu kurang
ajar”. Nah.. orang yang tak mampu mencintai adalah orang yang belum dewasa, di dalam
berelasi dengan sesama. menghargai orang lain sebagai tanda kehadiran Tuhan.
Sekarang
di zaman now ini, jangan menjadi selibater yang tabu dengan “seksuaitas”.
Karena di zaman moderen ini kita akan menghadapi tantangan-tantangan besar.
Bagaimana sikap kita sebagai seorang selibater?
Relasi seorang religus yang
sehat
Sr. Susana Sueng
Dalam pekan Psiko-seksual ini, saya
bersyukur dan berterimakasih kepada kongregasi karena melalui pembimbing saya
boleh mengikuti pekan Psiko-seksual yang diberikan oleh Pastor Mourice Loru,
MSC. Saya secara pribadi setelah mengikuti pekan ini saya mendapat banyak hal
yang perlu dan patut saya contohi untuk menjadi seorang relgius yang sehat.
Sehat berpikir, sehat bertindak dan sehat berelasi dengan siapa saja dan
menyadari keberadaan diri saya sebagai
wanita yang dewasa.
Saya
sadar bahwa saya adalah manusia biasa yang mempunyai banyak keinginan duniawi
termasuk dalam hal seksualitas. Awalnya saya berpikir bahwa saya harus
berhati-hati untuk berelasi dengan yang namanya lawan jenis dan bahkan harus
menjaga jarak dengan mereka. Tapi dalam pekan Psiko-seksualitas inilah saya
semakin sadari bahwa seorang religius bisa berelasi dengan siapa saja dan
menyadari keberadaan diri dan status diri saya yang adalah pengantin Kristus
yang menyerahkan diri seutuhnya kepada Tuhan.
Dan melalui pekan ini pula saya
menyadari bahwa saya sangat berharga, dan sangat bernilai dimata Tuhan, karena
saya serupa dengan Tuhan yang bisa membedakan mana yang baik dan mana yang
buruk. Begitu pun halnya dalam seks bahwa tidak baik kalo saya seorang religius
melakukan seks bebas, maka dari itu saya harus menyadari diri saya bahwa saya
adalah seorang perempuan yang religius yang mampu menjaga kemurnian diri saya,
agar apa yang menjadi tujuan hidup saya dalam panggilan suci ini mampu membawa
saya kepada relasi yang sehat dan bermutu.
Allah mencintai saya dan saya pun
mencintai Allah. Dengan begitu saya juga harus menebarkan cinta kepada semua
orang yang saya jumpai (bukan cinta dalam seks), tapi mencintai dengan Spirit
(Roh Kudus). Mencintai apa yang ada disekitar saya, lingkungan saya dan
orang-orang yang ada disekitar saya, karena dalam diri mereka Tuhan juga hadir
disana. Sebagai perempuan yang religius, saya harus bisa mengotrol diri saya
dan harus bertindak bijaksana terhadap panggilan hidup suci yang saya jalani
saat ini.
Hari Kemerdekaan Republik
Indonesia yang 73
Sr. Debora Jeisye
Sr. Debora Jeisye
Generasi Muda
Kongregasi SJMJ tercinta ini akan seperti bunga yang bermekaran di setiap
musim. Begitu juga dengan semangat menyambut kemerdekaan RI yang tak pernah
dilupakan dan selalu dimeriahkan dengan berbagai lomba yang meriah dan sukacita
yang besar. Banyak lomba yang kami adakan antara lain lomba makan kerupuk, lari
kelereng, lari karung, tarik tambang,,, hehehe tarik mang,,, hati-hati
kakak-kakak novis tahun kedua,, ade-ade novis tahun pertama gendut-gendut loh..
hehehe.. ada juga lomba voli antar unit dan antar angkatan. Tak lupa sebagai
warga negara republik indonesia yang baik, wajib memperingati hari kemerdekaan
Indonesia. Kami sebagai generasi muda
dalam Kongregasi juga ikut memeriahkan, dengan melaksanakan upacara dilapangan
olahraga novisiat. Para novis dan para suster pembimbing tetap semangat walaupun
terik matahari menyinari mereka untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah
gugur. Setelah upacara kami bersiap-siap untuk melanjutkan lomba, lomba dimulai
dengan gerak jalan antar angkatan. Hahaha novis satu jalannya tidak lurus
barisannya seperti ular tidak bisa lari lurus. Hehehe. Novis tahun kedua
terlihat sangat semangat hati-hati kakinya salah angkat… hahaha. Setelah itu
ada banyak lomba lagi ada lomba mazmur dan lomba perkelompok yang sudah
ditentukan oleh panitia.
Lomba kreatif para
kelompok aneh-aneh gaya-gayanya,, tapi itu semua untuk memeriahkan hari
kemerdekaan RI ini agar membawa sukacita bagi sesama, dan masih banyak lomba
yang kami adakan. Dan akhirnya acara puncak pada malam hari dan menutup segala
kegiatan pada malam itu ialah penampilan pentas seni budaya yang dipentaskan oleh
masing-masing daerah. Ada Manado yang khasnya “Yayatu Santi” nintau depe arti
apa.. mar ini tu depe nama tari Kabasaran.. hehehe.. ada juga tarian dari
Flores, Sumbawa, Timor, dan Ambon. Hehehe begitu semangat para novis apalagi
liat para pembawa acaranya yang segar
bugar dan besar-besar hahaha Sr. Debora Jeisye dan Sr. Agatha Jesica. Hehehe..
dan berakhir dengan pembagian hadiah untuk para suster yang ada di Novisiat
ini. Merdeka.. Merdeka.. Merdeka..
Kegiatan hari
itu membuatku berefleksi bahwa begitu besarnya kasih Tuhan sehingga kita boleh
merasakan kemerdekaan itu hingga saat ini. Tetaplah berjaya indonesiaku. JJ MERDEKA,, MERDEKA,, MERDEKA…
Kamulah
Sahabatku
Post.
Susantiana Abuk
Kasih Tuhan
yang Mahabesar
Bersinar
didalam hidupku
Menyinari
kegelapan dunia
Membawa
fajar keselamatan bagiku
Dan aku pun diangkat Yesus
Dari lembah kekelaman
Aku dipanggil, dikuduskan
Menjadi sahabat Yesus
Aku patut
bersukacita
Karena
telah diselamatkan
Dipanggil
dan diutus Yesus
Menjadi
duta cinta kasih
Terang
Kristus bercahaya
Menyinari
kegelapan hidupku
Sehingga
akupun layak menjadi sahabat Yesus.
Kamulah Sahabatku…..
Sapaan Yesus yang membuatku
Merasa lebih dekat dengan Yesus
Sapaan Yesus kepada orang-orang yang percaya
Untuk
itulah Yesus mengundangku
Untuk
hidup dalam kasih Bapa
Sehingga
layak disapa,,,,
“Kamulah
Sahabatku”…..
Tuhan memanggil saya untuk dijadikan sesuatu yang indah
Post.
Christy Pajouw
Pada awal
menjalani masa postulat, saya masih belum percaya kalau saya sudah berada di tempat
pembinaan ini. Suasana yang berbeda, membuat saya awalnya merasa takut. Namun
berjalannya waktu hingga tiba kami diterima menjadi anggota anggota postulan
SJMJ pada tanggal 15 agustus 2018, suatu kebanggaan yang luar biasa bisa
menggunakan baju putih panjang yang awalnya hanya bisa saya lihat dari suster-suster
yang menggunakannya. Namun sekarang saya sudah menggunakannya meskipun awalnya
agak ribet sih.. hehehe J
Masa
postulat dimana kami akan dibina dan dilatih karena pasa masa ini merupakan masa
persiapan bagi calon-calon biarawati. Ditempat inilah saya akan dibina dan
dibentuk serta dilatih agar bisa mengerti dan tahu apa dan bagaimana cara hidup
dari Kongregasi Suster-suster SJMJ yaitu hidup doa, bekerjasama dan
berkomunitas yang baik.
Dengan cara
hidup inilah saya digerakkan oleh Tuhan untuk menanggapi panggilan Tuhan. Saya
harus menerima dan menjawab panggilan Tuhan dan memberikan segalanya yang ada
dalam diri saya seluruhnya. Saya harus selalu dekat dengan Tuhan, selalu
mendengarkan kehendakNya dan berusaha untuk tetap setia pada jalan panggilanNya,
mencintaiNya dengan segenap jiwa dan raga saya. Terimakasih.
A Brighter Tomorrow
By : Sr.Susana Sueng
Look for the rainbow
and cast away your sorrow
and cast away your sorrow
somewhere
just over the horizon
you
will find a brighter tomorrow
sometimes
our joy is complete
when
the sadness comes to our way
know with our
savior at our side
we can have a
happier day
we’ll always have
tribulations
and many a cross
we will bear
But,
God will carry us through these time
Because
He loves us and cares
Every
battle that we have conquered
Help us in life to succed
Help us in life to succed
If
we just look for the sunshine.
God
will grant our every need.
My Jesus
By : Sr. Debora Jeisye Wagiu
No
matter what the future holds
Or what tomorrow brings
Or what tomorrow brings
I know
I’m safe within the arms
Of
Jesus Christ my King.
Everyday upon this earth
I fill His spitit move
I know He lives within my heart
To comfort and to soothe
And when I stumble as I will
I’ll
pick my self up high
In
my weakness, He is strong
In
darkness, He is Light
Gentle Jesus, hear me now
And dry these tears I weep
Take the burdens that I bear
And heal me as I sleep
And
as the morning sun appears
I’ll
give my thanks so true
Another
day has come again
My Jesus I <3 U
My Jesus I <3 U
Eksperience
Sr. Nathalia Muti
Sr. Nathalia Muti
We must
live through the weary winter
If we would value spring
And woods must be cold and silent
Before the robins sing.
The
flowers must be buried in darkness
Before
they can bud and bloom
And the
sweetest and warnest sunshine
Come
after the storm and gloom
So the heart from the hardest
tial
Gains the purest joy of all
And from the lips
that have tasted sadness
that have tasted sadness
The sweetest song will fall
For as peace came
after suffering
And love is
reward of pain
So after earth comes
heaven
And out of our
loss the gain
Are You Have Time to be
Happy?
Sr. Sofia Vivi
Yesterday,
Tomorrow, Today,, Be Happier
Today
is time to Happy..
Because
no other day is given other than today for life
Cheer
up and feel Satisfied
Yesterday
was Passed
The
days of Tomorrow will coming
Today
is the day you can Hold
Make
today is the good day
Amazing
right??
Amazing,,
I falling love again in the anythings..!!
Jesus Christ Is Coming
Sr. Monika Saladat
When the sun Shine
The sun is rays radiance
Give Light in the World
My Heart rejoice admire the
beautys
When the evening
sun disappear
Cause the bright
brough in the dark night
Lowliness brings
into the peaceful heart
When Jesus ome bring the bright
and rejoice
When His increase Jesus Sent out
Holy Spirit
Which always bring the bright,
rejoice and life.
Agustus 2018
Tanggal 11
Happy Birthday to you!!! Hari ini ada yang berulang tahun nih.. Sr. Susana Sueng merayakan hari
ulang tahunnya yang ke-21. Wah, so dua
satu kote ternyata. Panjang umur, sehat selalu. Tambah bercahaya yah
mukanya karena sudah selesai retret agungnya.. Tetap semangat untuk terus dibina dan membina
diri yah.
Tanggal 15
Hari ini para novis mengadakan rapat terbuka antara novis
tahun pertama dan novis tahun ke dua untuk membicarakan kegiatan apa saja yang
akan dilakukan untuk meramaikan event tujuhbelasan…!!! “Memperingati Hari
kemerdekaan Republik Indonesia”. Dan akhirnya para novis mulai meramaikan
ruangan refter dan ruang tamu dengan pernak-pernik ala tujubelasan nih yang
akan digunakan untuk acara puncak tangga 17 nanti.. Merdeka.. Merdeka.. Ehh… belum kote masih ada 2 hari lagi.. hehehe
so talalu semangat 45 ini noh.. JJ
Tanggal 16
Hari ini para novis terlihat sangat elegan dengan dandanan
ala tujubelasan mereka masing-masing.. ada yang mengikat rambutnya ala ekor
kuda,, ada juga ala tanduk kerbau,, kincir angin dan lain-lain sesuai gaya
masing-masing.. hehehehe lucu juga yah liatnya.. tapi jangan perhatikan
rambutnya aja,, perhatikan juga semangatnya.. semangat para generasi muda. Dan
ada banyak lomba yang lain diadakan besok hari… semangat… JJJ
Tanggal 17
Merdeka…!!! Merdeka…!!! Merdeka…!!! Hari ini para novis
terlihat sangat ceria dan semangat sekali nih.. karena hari ini adalah hari
kemerdekaan RI yang ke 73. “DIRGAHAYU NEGERIKU REPUBLIK INDONESIA YANG KE 73”.
Kibarkan terus panjimu. Pada Sang Merah Putih,,, hormat gerak..!!! hehehe,,,
Tanggal 22
Selamat Pesta Hidup Membiara untuk para suster yang merayakan
25 tahun, 40 tahun, dan 50 tahun. Semoga tetap setia dalam pelayanan dan
karyanya. Dan semoga kami para tunas muda mampu mengemban teladan para suster
dan para tunas muda juga bisa mencapai umur 80 tahun jika kuat… hehehe JJ
Tanggal 26
Hari ini ada yang berulang tahun loh.. Sr. Monica Saladat
namanya.. Happy Birthday yah,, Panjang umur, sehat selalu tetap setia menjalani
panggilan yah… J
Tanggal 27
Tuhan Yesus juga selalu mendahulukan segala sesuatu dengan
berdoa. Begitupun Yesus untuk memilih murid-muridNya, selalui didahulukan
dengan doa. Hari ini Novis tahun pertama memulai pekan doa yang diberikan oleh
P. Mourice Loru, MSC. semoga lebih rajin berdoa yah kawan-kawan,, berdoa dulu
sebelum melaksanakan segala aktifitas. Semoga lebih banyak arti doa yang
didapatkan dan untuk kelangsungan hidup sebagai generasi muda Kongregasi.
Semangat yah,,, sebab Doa mengubah segala sesuatu.
September 2018
Tanggal 03
Hari ini kakak-kakak novis tahun kedua memulai pekan
Psiko-seksualitas yang diberikan oleh P. Mourice Loru, MSC. semakin banyak
pengetahuan itu baik, agar kita bisa mengetahui mana yang baik dan yang buruk
termasuk dalam berelasi. Selamat
mengikuti pekan yah kakak-kakak.!! Semangot yoo!! ^_^
Tanggal 05
Cie,,,cie,, ada yang Ulang Tahun hari ini,, Happy Birthday
Sr. Rosaliani Tovan Waja Novis II. Sehat
selalu yah kakak Novis II. Tetap semangat dan setia tak tergoyangkan,, hehehe. JJ Hip,,Hip,,Hura,,,
Tanggal 06
Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil. Rest in Peace Sr.
Immacule Palit, SJMJ. Hari ini Kongregasi kehilangan satu suster pendoa. Semoga
teladan pengabdian suster bisa di teladani oleh para generasi muda Kongregasi.
Tanggal 10
Teettttt,, suara klakson mobil muncul satu persatu.. semua
novis berkumpul didepan ruang tamu ada apa yah..?? Oh ternyata hari ini
kakak-kakak novis tahun kedua akan stage di komunita-komunitas.. bye-bye
kakak-kakak. Semangat yah,, jangan merindukan kami disini yah,, nanti mau minta
balik navis lagi.. hehhehe tetap cemangat kakak-kakak. Kami pasti akan
merindukan kalian..!! T_T
Tanggal 14
Hari ini adalah perayaan puncak Yubileum 150 tahun gereja katolik
masuk di keuskupan manado yang diadakan di Lotta. Walaupun Novis tahun pertama
tidak ikut ambil bagian, tapi para novis juga tetap mendoakan untuk kelancaran
perayaan puncak Yubileum 150 tahun gereja katolik masuk di keuskupan manado.
Semoga iman katolik kita semakin bertumbuh dan berkembang di Keukupan Manado.
Amin
Tanggal 24
Hip,,hip,,hura,,,, Happy B’day Sr. Kristiwati Ributu. Ulang tahun pertama di novisiat memang mendebarkan. Dan hari
in juga kami bahagia karena suster pembimbing kami sudah kembali dari seminar
di Denpasar. Welcome Back Sister… We miss
You. JJ
Tanggal 25
Gracias,,,, astaga sore-sore novisiat kedatangan 5 bule dari
spanyol.. 4 bule berkulit putih dan satu bule berkulit hitam manis.. JJ nah bule yang berkulit hitam manis itu datangnya dari Timor,, bule
berkulit hitam itu mengantar 4 bule dari spanyal.. hehehe,,, itulah dia Pater
Abdul Zacharia yang ingin mengunjungi novisiat katanya bawa ole-ole untuk
kakak-kakak novis tahun kedua.. yahh,, trus novis tahun pertama ole-olenya mana
pater???? JJ Gracias Pater dan para bule sudah berkunjung ke Novisiat… JJ
Tanggal 28
Hari ini komunitas novisiat berduka dengan kepergian Mama
dari Sr. Elisabet Moa, novis tahun kedua. Tuhan yang memberi Tuhan yang
mengambil. Semoga keluarga yang ditinggalkan selalu diberi penghiburan oleh
Tuhan. Yang sabar dan tetap setia yah Sr. Elis.. tetap semangat menjalani
panggilan..
Oktober 2018
Tanggal 27
Hari ini adalah hari yang sangat membahagiakan dan bersejarah
bagi Kongregasi SJMJ Provinsi Manado, dimana terpilihnya Provinsial Baru
Kongregasi SJMJ provinsi manado Sr. Jusien Tiwow, SJMJ. Proviciat Sr. Justin Tiwow, SJMJ.
Tanggal 31
Selamat
Pesta Pendiri,,,, untuk kita semua putri-putri sang srigala mengerkah Pater
Mathias Wolff, SJ. Doakan kami tunas-tunas muda Kongregasi SJMJ. Pesta Kongregasi SJMJ provinsi manado kali ini di adakan di
Biara Cantia Tompaso Baru. Wah jauh yah perjalannya,, tapi demi Kongregasi
tercinta ini perjalanan sejauh apapun akan ku tempuh seperti kharisma dan spiritualitas Kongregasi SJMJ
yang selalu siap sedia bagi jiwa-jiwa dan mau bekerja sebagai raksasa dan
kesiapsiagaan apostolis yang selalu menyesuaikan diri tidak lebih dan tidak
kurang dari itu.
By : Sr. Debora Jeisye
Birthday
November
1
4
|
Sr.
Noberta Tangka
Sr.
Carolina Yonna
|
5
|
Sr.
Amabilis Mandalle
|
7
|
Sr.
Hildegardis Mau
|
8
|
Sr.
Ursulina Tandioga
|
10
|
Sr.
Zita Sisilia Herni Hendrawati,
Sr.
Mariani Sambine
|
12
|
Sr.
Anastasia Ninda Mila, Sr. Adolfine Wewengkang
|
13
|
Sr.
Yuliani Piay, Sr. Fidelia Umbas
|
15
|
Sr.
Laurentia Mangampa (Sta. Monika Makassar)
Sr. Novike Sandra Sondakh
Sr. Sofia Vivi (Novis)
|
16
|
Sr.
Ephipani Mandagi
|
17
18
22
24
25
27
|
Sr.
Albertine Siampa Bongi
Sr.
Angelino Poluan
Sr.
Jeannete Sumelang, Sr. Secilia Marentek
Sr.
Agnes Tolok
Sr.
Emmanuella Limpulus, Sr. Stefani Rengkuan
Sr.
Francisca Suliyani, Sr. Catharine Widyastuti
Sr.
Dominika Injel Metkono
|
PROGRAM PEMBINAAN
Tanggal
|
Kegiatan
|
|
November
2018
|
||
Sbt.
10
|
Novis II kembali ke Novisiat
|
|
Sn-Mg.
12-18
|
Menulis, Menyusun, & mengetik
laporan Stage (Novis II)
|
|
19-20
|
Sharing Pengalaman Iman selama
masa stage di Komuntas Karya (Novis II)
|
|
Rb-Jm.
21-23
|
Lanjutkan Laporan Stage
|
|
Sn.
26
|
Kumpulan Laporan Stage
|
|
pSl-Km.
27-29
|
Persiapan POM
|
|
Desember
2018
|
||
3-7
|
UTS Novis I
|
|
1-14
|
Pelaksanaan POM Novis II
|
|
Thank you Sisters...God bless
BalasHapusThank You Too Sister. God Bless You Sister.
HapusVery good..
BalasHapusIni sangat membantu dan kita bisa lebih cepat membaca Lavita Dolce...God Bless Us...
Thankyou Sister. God Bless You Sister.
Hapus